Artificial intelligence atau kecerdasan buatan merupakan sebuah trend
perkembangan teknologi mutakhir, bahkan memegang peranan kunci dalam
perkembangan teknologi. Pemikiran tentang artificial intelligence berawal dari sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia
dapat diterapkan dalam teknologi. Hal ini terbukti saat ini dimana perkembangan
teknologi dapat membuat terperangah akan kecerdasan buatannya sendiri. Contoh
kecil kecil misalnya, dalam hal perhitungan, kalkulator memiliki kecepatan dan
keakuratan yang lebih tepat daripada perhitungan manual manusia itu sendiri.
Perkembangan computer dan robotika, serta teknologi lain, membuat manusia
cemburu terhadap hasil ciptaannya sendiri. Artificial intelligence adalah
sesuatu buatan atau suatu tiruan yang hampir mirip dengan otak manusia. Cerdas
di sini kemungkinan maksudnya adalah kepandaian atau ketajaman dalam berpikir,
seperti halnya otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah. Secara awam
kecerdasan buatan diterjemahkan sebagai sebuah sistem saraf, atau sensor atau
otak yang diciptakan oleh sebuah mesin yang hamper mirip dengan otak manusia.
Sebenarnya kecerdasan buatan merujuk kepada mesin yang mampu untuk berpikir
seperti manusia, menimbang tindakan yang akan diambil, dan mampu mengambil
keputusan seperti yang dilakukan oleh manusia.
1. Defenisi
Artificial Intelligence
Apakah Artificial
Intelligence (AI) atau Intelegensi Buatan atau kepintaran buatan itu?
AI dapat didefinisikan sebagai suatu mesin atau alat pintar (biasanya adalah
suatu komputer) yang dapat melakukan suatu tugas yang bilamana tugas tersebut
dilakukan oleh manusia akan dibutuhkan suatu kepintaran untuk melakukannya.
Definisi ini tampaknya kurang begitu membantu, karena beberapa ahli
berpendapat, kepintaran seperti apakah yang dapat dikategorikan sebagai
artificial intelleigence.
Menurut
Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum, Artificial Intellegenceadalah
sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem
komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir
seperti manusia.
Kecerdasan
buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence) didefinisikan
sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan.
Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan
dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan
seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan
kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika
fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika (wikipedia).
Kecerdasan
Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi
dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu
hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).
Kecerdasan
Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan
hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and
Knight [1991]).
Kecerdasan
Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi
pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan,
dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan
sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).
2. Sejarah
Artifisial Intelligensi
Pada
awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa
melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin
penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Charles Babbage dan Ada Lovelace
bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
Mulai
sekitar abad 18 sebagaimana mesin telah menjadi lebih kompleks, usaha yang keras
telah dicoba untuk menciptakan manusia imitasi. Pada tahun 1736 seorang penemu
dari perancis, Jacques de Vaucanson (1709-1782) membuat suatu mesin pemain
seruling berukuran seperti seorang manusia yang dapat memainkan 12 melodi nada.
Tidak hanya ini saja, mekanik tersebut dapat memindahkan bibir dan lidahnya
secara nyata untuk mengontrol arus dari angin ke dalam seruling.
Pada
tahun 1774 seorang penemu dari perancis, Pierre Jacques Drotz mencengangkan
masyarakat Eropa dengan suatu automation berukuran sekitar seorang anak
laki-laki yang dapat duduk dan menulis suatu buku catatan. Penemuan ini
kemudian dilanjutkan dengan yang lainnya, yaitu automation yang berupa seorang
gadis manis yang dapat memainkanharpsichord. Semuanya itu masih
merupakan proses mekanik yang melakukan gerak dengan telah ditentukan terlebih
dahulu.
Manusia
masih berusaha untuk menciptakan mesin yang lainnya. Pada tahun 1769, dataran
Eropa dikejutkan dengan suatu permainan catur yang dapat menjawab
langkah-langkah permainan catur yang belum ditentukan terlebih dahulu. Mesin
ini disebut dengan Maelzel Chess Automation dan dibuat oleh
Wolfgang Von Kempelan (1734-1804) dari Hungaria. Akan tetapi mesin ini akhirnya
terbakar pada tahun 1854 di Philadelphia Amerika Serikat. Banyak orang tidak
percaya akan kemampuan mesin tersebut. Dan seorang penulis dari Amerika
Serikat, Edgar Allan Poe (1809-1849) menulis sanggahan terhadap mesin tersebut,
dia dan kawan-kawannya ternyata benar, bahwa mesin tersebut adalah tipuan, dan
kenyataannya bukanlah aoutomation, tetapi merupakan konstruksi yang sangat baik
yang dikontrol oleh seorang pemain catur handal yang bersembunyi di dalamnya.
Usaha
untuk membuat konstruksi mesin permainan terus dilanjutkan pada tahun 1914, dan
mesin yang pertama kali didemonstrasikan adalah mesin permainan catur. Penemu
mesin ini adalah Leonardo Torres Y Quevedo, direktur dari Laboratorio
de Automatica di Madrid, Spanyol. Beberapa tahun kemudian, ide
permainan catur dikembangkan dan diterapkan di komputer oleh Arthur L. Samuel
dari IBM dan dikembangkan lebih lanjut oleh Claude Shannon.
Bertrand
Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan “Principia Mathematica”, yang
merombak logika formal Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan
"Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas" pada 1943
yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun
1950-an adalah periode usaha aktif dalam artificial intellegence. Program
program artificial intellegence pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk
menjalankan mesin “Ferranti Mark I” di University of Manchester (UK): sebuah
program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program
permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah
"Artificial Intelligence/kecerdasan buatan" pada konferensi pertama
yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa
pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan "Turing test"
sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph
Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan
psikoterapi Rogerian.
Selama
tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan
simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program
berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin
Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas
jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer
Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk
representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang
kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan
kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang
kusut secara mandiri.
Pada
tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma
perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974.
Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang artificial
intelligence dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep
Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam
sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997.
3. Pendekatan
Pada Pengembangan Artificial Intelligence
Pendekatan
yang digunakan dalam pengembangan artificial intelligence (kecerdasan buatan)
menganut beberapa prinsip:
a. Strong
Artificial Intelligence: pendekatan ini ingin menuju ke pembuatan
suatu mesin yang bisa benar benar berpikir dan memecahkan masalah. Mesin mesin
ini harus sadar akan dirinya dan kemampuannyamintelegensianya secara umum harus
tidak bisa dibedakan dengan intelegensia seorang manusia. Optimisme berlebihan
di sekitar tahun 1950 dan 1960 berkenaan dengan Strong AI telah memberi jalan
bagi appresiasi tingkat kesulitan yang sangat tinggi untuk masalah tersebut.
Pendekatan ini mempertahankan bahwa mesin yang di program dengan cukup akan
mampu untuk memiliki keadaan mental kognitif (cognitive mental state).
b. Weak
Artificial Intelligence: Pendekatan ini berurusan dengan pembuatan
Kecerdasan buatan di komputer yang tidak benar benar bisa berpikir dan
memecahkan masalah, namun bisa berprilaku seakan akan ia memiliki kecerdasan.
Pendekatan ini menyatakan bahwa sebuah mesin yang di program dengan cukup akan
dapat meniru pemikiran manusia.
c. Applied
ArtificialIntelligence: Pendekatan ini berusaha menghasilkan suatu
sistem cerdas yang secara komersial dapat digunakan, sebagai contoh sebuah
sistem keamanan yang dapat mengenali wajah orang yang boleh memasuki gedung.
Pendekatan ini sudah mengalami cukup banyak sukses.
d. Coginitive
Artificial Intelligence: Pendekatan ini memandang komputer sebagai alat untuk
mengetes teori tentang bagaimana otak manusia bekerja. Sebagai contoh teori
tentang bagaimana cara kita mengenali wajah, dan benda benda lainnya, atau
bagaimana kita memecahkan masalah yang abstrak.
4. Jenis-Jenis
Artificial Intelligence
Secara
garis besar, artificial intellegence terbagi ke dalam dua faham pemikiran yaitu
artificial intellegence Konvensional dan Kecerdasan Komputasional.
Artificial
intellegence konvensional kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang
diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan
analisis statistik. Dikenal juga sebagai artificial intellegence simbolis,
artificial intellegence logis, artificial intellegence murni dan artificial
intellegence cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial
Intelligence).
Metoda-metodanya
meliputi:
·Sistem
pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah
sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan
menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi
tersebut.
·Pertimbangan
berdasar kasus
·Jaringan
Bayesian
·Artificial
intellegence berdasar tingkah laku: metoda modular pada pembentukan sistem artificial intellgence
secara manual
Kecerdasan
komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran interaktif (misalnya
penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis). Pembelajaran ini
berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan artificial intellegence
non-simbolis, artificial intelligence yang tak teratur dan perhitungan lunak.
Metoda-metoda pokoknya meliputi:
·Jaringan
Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
·Sistem Fuzzy:
teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan
secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang
terinspirasi secara biologis seperti Dalam perkembangannya kecerdasan buatan
dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sistem
Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para
pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan
meniru keahlian yang dimiliki pakar.
2. Pengolahan
Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan
komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa
indonesia, dan sebagainya.
3. Pengenalan
Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer
menggunakan suara.
4. Robotika
& Sistem Sensor.
5. Computer
Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui
komputer.
6. Intelligent
Computer-Aided Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat
melatih & mengajar.
7. Game
Playing.
8. Soft
Computing
Soft
computing merupakan sebuah inovasi dalam membangun sistem cerdas yaitu sistem
yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi
dan belajar agar dapat bekerja lebih baik jika terjadi perubahan lingkungan.
Soft computing mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan,
ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dan dikendalikan
dengan mudah agar sesuai dengan realita.
5. Kelebihan
dan Kekurangan Artificial Intelligence
Walaupun
perkembangan teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi
manusia, bahkan dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja
perkembangan teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki
kekurangan dan keterbatasan.
Berikut ini adalah
kelebihan dan kekurangan dari artificial intelligence:
Kelebihan Artificial
Intelligence
1. Kemampuan
menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
2. Memiliki
ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
3. Dapat
digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan
Kekurangan Artificial
Intelligence
1. Teknologi
artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu
yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti
informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
2. Kecerdasan
yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan
kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial
intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Kelebihan
dan kekurangan artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam
hal waktu tunda propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan
perhitungan numerik. Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin,
terutama dalam tata letak dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan
secara paralel dalam komputer dikembangkan untuk menggantikan kedudukan
manusia.
6. Dampak
Artificial Intelligence Terhadap Kehidupan Manusia
Kecerdasan
buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia.
Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
Walau
pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk
manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan
kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan/ mendapatkan
sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini
terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin
mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada
keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya
mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai
rasa lelah. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan
frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus
mengolah data yang sama berulang-ulang.
Saat
ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia.
Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada
permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk
mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer
yang mampu mengolah data dengan cepat atau alat yang dipakai untuk memberikan
peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.
Berbagai
macam teknologi yang menggunakan artificial intelligence juga telah
ditingkatkan untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dalam penggunaannya
dapat berfungsi tanpa bantuan manusia. Contoh fungsi dari kendaraan otomatis
ini adalah untuk menjelajahangkasa luar, seperti menjelajahi planet-planet.
Kendaraan ini mungkin dibuat dari rangkaian komponen hardware dan sebuah program
kecerdasan buatan yang dapat memproses informasi. Gabungan dari software
computer dan hardware ini juga dapat membuat kendaraan yang bisa digunakan di
bumi.
Kemajuan
dari sistem kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan dampak psikologis pada
manusia. Bagi kelompok yang menentang adanya kecerdasan buatan percaya bahwa
dengan adanya kecerdasan buatan, akan terdapat beberapa dampak dalam kehidupan
manusia. Mesin-mesin yang memiliki kecerdasan buatan dapat mengurangi jutaan
kesempatan kerja manusia. Selain itu juga terdapat ketakutan bahwa sistem
kecerdasan buatan ini, termasuk robot, mengurangi kita sebagai manusia. Sistem
dasar dari kecerdasan buatan ini juga telah meningkatkan ketakutan bahwa
mesin-mesin dapat menambah jumlah kerusakan.
Pendukung
dari kecerdasan buatan telah menyatakan argumen balasan bahwa alat dari bidang
kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat yang tidak akan menggantikan fungsi
manusia. Kecerdasan buatan tidak akan mengurangi kemanusiaan kita,
melainkan akan meningkatkan kehidupan kita, contohnya adalah penderita kanker
akan mendapat keuntungan, dan pengenalan kalimat dan sistem perpaduan dapat
membantu seorang individu untuk mengkontrol lingkungannya.
Pertanyaan :
Pertanyaan :
1. Perkembangan
Artificial Intelligence atau AI semakin hari semakin pesat. Implementasi AI
dalam berbagai bidang sudah meluas. apakah Artificial Intelligence akan
menggantikan manusia?
2. Bagaimana kita dapat
memastikan bahwa AI dapat memperlakukan semua orang dengan adil? Dan bagaimana
kita dapat memastikan setiap orang dan organisasi untuk tetap bertanggung jawab
atas sistem yang digerakkan oleh AI, yang tidak hanya menjadi lebih luas,
tetapi juga lebih cerdas dan kuat?
3. Bagaimana menerapkan AI pada proses pembelajaran
khususnya materi kimia sehingga siswa lebih mudah untuk belajar dan bisa
menumbuhkan rasa keingintahunya ?

Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.
BalasHapusKecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia. Jadi tidak sepenuhnya AI bisa menggantikan manusia, Karena Kelebihan dan kekurangan artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam hal waktu tunda propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan perhitungan numerik. Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin, terutama dalam tata letak dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan secara paralel dalam komputer dikembangkan untuk menggantikan kedudukan manusia.
saya akan menambahkan jawaban dari dian, saya pendapat bahwa bukan tidak mungkin manusia dapat digantikan fungsinya oleh robot, namun menurut saya tidak semua fungsi dan peran manusia dapat digantikan perannya oleh robot , karena pada hakikatnya robot hanya lah sebuah alat bantu dalam penyelesaian tugas manusia, manusia tetaplah manusia dan makhluk paling sempurna yang dicipkan tuhan dengan kelebihan akal pikiran (meliputi IQ,EQ dan SQ)
HapusSaya setuju dengan oendapat saudari dian dan rini, disini saya sedikit menambahkan
HapusApa benar ini mungkin terjadi? Pekerjaan sebagai peneliti saja sudah bisa digantikan AI. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Mengandalkan pemerintah untuk pegang kendali memang sering menjadi sikap para pekerja, menunggu kejelasan dan tanggapan dari otoritas. Tapi kita harus menyadari sebagai pekerja dan sebagai manusia yang utuh, kita punya kuasa dalam mengendalikan situasi jika berserikat untuk menyepakati pandangan yang benar, bahwa sungguh, secanggih-canggihnya teknologi, manusia tidak tergantikan.
Pelaku utama atau bintang dari revolusi teknologi yang ada ⎼ bukanlah hasil temuannya, melainkan kita sebagai manusia-manusia pekerja yang benar-benar hidup dengan kecerdasan dan kreativitas murni. Kita tentu tidak boleh tunduk pada benda mati. Jangan sampai kita termakan agenda para pemodal dan pebisnis yang ingin membuat kita merasa begitu tergantung nasibnya pada kekuasaan/hasil-hasil temuan mereka. Teknologi canggih ini memang memudahkan pekerjaan kita, tetapi tak bisa menggantikan semangat (passion) kerja kita yang mengandung pula kreativitas tanpa batas serta nilai estetika tersendiri. Ini semua yang membuat kita disebut hidup, bukan benda mati.
menambahkan tanggapan dari teman-teman mengenai permasalahan apakah AI dapat menggantikan manusia.
HapusSaat ini perkembangan AI sangatlah berkembang pesat, dalam kehidupan kita sehari hari AI hampir tak pernah lepas dari keseharian kita. Contohnya seperti handphone, hampir semua handphone yg dimiliki orang pada umumnya adalah smartphone yang berbasis operating system (OS) android, ios, maupun windows. Hal itu menjadi salah satu inovasi yg tidak terbayangkan mungkin pada 20 atau bahkan 10 tahun yang lalu. Bayangkan saja, saat ini untuk mendapatkan berbagai informasi yang ada di seluruh dunia, bisa kita dapatkan melalui smartphone kita dengan menggunakan akses internet. Saat ini akses internet sudah mudah didapatkan di seluruh dunia.
Walaupun begitu AI (kecerdasan buatan)yang ada saat ini belum benar benar bisa menggantikan keberadaan manusia, karena masih perlu pengawasan manual oleh manusia agar tidak terjadi kesalahan yang fatal sangat mengoperasikan sesuatu. Walaupun seandainya AI dapat bekerja layaknya manusia pada umumnya, pastinya seorang manusia tidak akan mau digantikan perannya begitu saja. Karena pada dasarnya AI bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia, bukan menggantikan peran manusia seutuhnya sebagai makhluk hidup.
saya setuju dan sependapat dengan pendapat kakak-kakak diatas bahwasannya AI tidaklah mampu menggantikan peran manusia karna ada beberapa kemampuan pada otak manusia yang tidak dapat dimiliki oleh kecerdasan buatan. salah satunya yaitu otak manusia memiliki kemapuan untuk lebih kreatif karena manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, belajar dari pengalaman dan lingkungan, sedangkan Kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik dan sangat terbatas.
Hapussaya setuju dengan pendapat teman teman sekalian bahwa pada dasarnya pengembangan AI ini untuk membantu proses pembelajaran bukan mengganti gurunya
Hapusmenjawab permasalah yang ke 3, menurut saya AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Dengan menggunakan media-media pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik-teknik artificial intelligence, pebelajar dapat belajar tanpa harus berhadapan langsung berhadapan dengan guru, dan informasi dalam media-media pendidikan tentunya akan lebih mempermudah dan meringankan tugas guru dalam mentransformasikan ilmu dan pengalaman belajar mereka terhadapa peserta didik
BalasHapusTerima kasih atas jawaban saudari esa, tadi dikatakan bahwa AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Dengan menggunakan media-media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan prinsip-prinsip dan teknik-teknik artificial intelligence, yang menjadi pertanyaan adalah prinsip-prinsip yang seperti apakah yang membuat proses belajar mengajar bisa menjadi lebih efektif ?
HapusSaat ini ada banyak sekali riset yang menunjukkan betapa teknologi semakin berkembang dan lambat laun akan menjadi semakin canggih. Sebuah riset dari Martin Oxford School baru-baru ini juga mengeluarkan sebuah laporan yang memperkirakan bahwa hampir 47% pekerjaan di Amerika Serikat berisiko untuk mengalami automasi sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Meski fakta-fakta yang dijabarkan ini sebagian besar memang benar, namun sebagai manusia kita pun patut melihat perkembangan teknologi ini dari dua sisi dengan tidak mengabaikan hal-hal lain. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Martin Oxford School, disebutkan bahwa 47% pekerjaan di Amerika Serikat terancam mengalami automasi. Di satu sisi hal ini mungkin menjadi ancaman bagi manusia. Kita barangkali boleh berpikir, jika semua sudah mengalami automasi, lantas manusia mengerjakan apa? Namun, di sisi lain, kita juga harus berpikir bahwa proses automasi tentunya membutuhkan berbagai pertimbangan terutama dari segi teknis, sosial, serta ekonomi.
BalasHapusSebagai contoh, dalam laporan yang sama tersebut disebutkan bahwa ada kemungkinkan hingga 92% pekerjaan memperbaiki sepeda dapat dilakukan secara otomatis. Tetapi angka ini tentu tidak menghitung secara menyeluruh dari faktor ekonomi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tenaga manusia dan mesin apabila pekerjaan untuk perbaikan sepeda dilakukan secara otomatis. Barangkali sepintas sebagai manusia kita merasa terancam dengan hadirnya mesin ini. Namun, di satu sisi kita juga harus berpikir bahwa apa yang menjadi input dari machine learning ini juga berasal dari manusia. Oleh karena itu, di balik setiap automasi sebenarnya tetap dibutuhkan manusia sebagai “otak” dan posisi ini tidak akan bisa tergantikan.
sependapat dengan fany bahwa Saat ini ada banyak sekali riset yang menunjukkan betapa teknologi semakin berkembang dan lambat laun akan menjadi semakin canggih. Sebuah riset dari Martin Oxford School baru-baru ini juga mengeluarkan sebuah laporan yang memperkirakan bahwa hampir 47% pekerjaan di Amerika Serikat berisiko untuk mengalami automasi sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Meski fakta-fakta yang dijabarkan ini sebagian besar memang benar, namun sebagai manusia kita pun patut melihat perkembangan teknologi ini dari dua sisi dengan tidak mengabaikan hal-hal lain. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Martin Oxford School, disebutkan bahwa 47% pekerjaan di Amerika Serikat terancam mengalami automasi. Di satu sisi hal ini mungkin menjadi ancaman bagi manusia. Kita barangkali boleh berpikir, jika semua sudah mengalami automasi, lantas manusia mengerjakan apa? Namun, di sisi lain, kita juga harus berpikir bahwa proses automasi tentunya membutuhkan berbagai pertimbangan terutama dari segi teknis, sosial, serta ekonomi.
BalasHapuskata menggantikan disini tidak tepat. meskipun AI memiliki kecerdasan dan memori penyimpanan otak yang lebih baik daripada manusia, tetapi AI tidak dapat menggantikan manusia seutuhnya karna AI belum memiliki nafsu/keinginan ataupun naluri yang ada pada manusia. AI dijalankan hanya berdasarkan program dan masalah" yg sejenis saja.
BalasHapusAI juga dirancang untuk melaksanakan tugas sesuai dengan masukkan yang telah di input oleh pengguna, sehingga kemungkinan besar AI untuk melakukan kebohongan, kebencian, kemarahan itu 0% sehingga bisa diyakini bahwa AI dapat dipercaya untuk bisa berlaku adil.
AI dapat dijadikan sarana dalam belajar dengsn mencocokkannya pada materi pelajaran tsb. dalam pembelajaran kimia contoh AI yg dpt digunakan yaitu Lab Virtual.
Saya setuju dengan pendapat rina, bahwa memang AI ini merupakan media atau alat bantu bukan pengganti, sehingga kita dapat memabfaatkan peran dari AI dan mempermudah urusan kita yang awalnya ribet menjadi simple
Hapusmeskipun AI memiliki kecerdasan dan memori penyimpanan otak yang lebih baik daripada manusia, tetapi AI tidak dapat menggantikan manusia seutuhnya karna AI belum memiliki nafsu/keinginan ataupun naluri yang ada pada manusia. hanya saja IoT akan membantu mempermudah pekerjaan manusia. hanya sifatnya membantu, akan tetapi tidak tergantikan peran manusia.
BalasHapustentang pertanyaan "Perkembangan Artificial Intelligence atau AI semakin hari semakin pesat. Implementasi AI dalam berbagai bidang sudah meluas. apakah Artificial Intelligence akan menggantikan manusia?" saya rasa tidak, untuk manusia yg terus mau bersaing menyeimbangkan pengetahuannya dengan perkembangan zaman, karna prinsip perkembangan AI ini menurut saya untuk mempermudah manusia, tetapi bisa jadi ia, jika ia tidak mampu mengaplikasikan AI ini dalam kehidupanny.
BalasHapus