Kamis, 25 Oktober 2018

Larutan, Koloid dan Suspensi



Larutan
Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat (unsur/molekul). Ketika ditempatkan dalam air, kebanyakan zat akan terlarut dan zat yang terlarut ini disebut soluble (dapat larut) dan yang lainnya yang tidak dapat larut disebut insoluble(tidak dapat larut). Garam dan gula sangat mudah larut dalam air.
Dalam suatu larutan, zat yang menunjukkan jumlah yang lebih besar disebut dengan pelarut dan zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut zat terlarut. Apa artinya bahwa suatu zat terlarut dalam zat lainnya? Hal ini berarti bahwa molekul-molekul dari zat terlarut terpisah dan terdistribusikan secara merata dalam pelarut.
Zat tidak dapat larut (insoluble) mempertahankan keadaannya agar tidak terdistribusi dalam pelarut. Biasanya yang digunakan sebagai pelarut adalah air, karena kebanyakan zat padat akan terlarut dalam air, tetapi sebenarnya hampir semua cairan dapat dijadikan pelarut.

.
Koloid
Pada larutan, partikel-partikel tersebar secara merata, tetapi tidaklah terjadi pada campuran. Dalam campuran molekul-molekul tidak terpisah dan menyisakan partikel padat. Dari bagian ini terlihat ukurannya, bahwa larutan terbentuk dari partikel-partikel yang sangat kecil dan campuran terbentuk dari partikel-partikel yang cukup besar.
Koloid adalah kondisi pertengahan, antara campuran dan larutan. Pada koloid terjadi dispersi (penyebaran) partikel-partikel kecil tetapi bukan berukuran molekul. Hal yang membedakan koloid dari larutan dan campuran adalah pada ukurannya.
Koloid adalah tersebarnya partikel-partikel kecil dengan ukuran 10-7 sampai 10-5 cm. Jika partikel yang lebih besar dari 10-5 cm maka disebut dengan campuran dan jika ukuran partikel lebih kecil dari  10-7 cm maka disebut dengan larutan. 

Suspensi
Bilamana kita mencampurkan gula dengan air maka akan didapatkan larutan, namun jika kita mencampurkan pasir kedalam air, kita akan mendapatkan campuran. Ketika kita mencampurkan garam dan pasir maka yang akan kita dapatkan juga adalah campuran. Dengan menggunakan sepasang penjepit tipis akan dimungkinkan untuk memisahkan butiran pasir dari air atau sepotong batubara dari bubuk campuran, tetapi hal ini tidak dapat dilakukan untuk memisahkan molekul-molekul gula dari air, karena ukurannya yang sangat kecil. Karena hal itulah yang membedakan suatu campuran dengan larutan. Dalam suatu campuran partikel-partikelnya berukuran cukup besar, sehingga mungkin untuk dipisahkan dengan menggunakan metode mekanik.
 Misalnya dengan menggunakan ayakan campuran dapat dipisahkan menjadi bagian-bagian penyusunnya. Tetapi hal ini tidak bisa dilakukan terhadap larutan dikarenakan ukurannya yang sangat kecil. Untuk memisahkan komponen dalam larutan harus menggunakan metode fisika seperti destilasi.
Jadi campuran tersusun dari pertikel-partikel yang berukuran cukup besar, sedangkan larutan tersusun dari partikel-partikel yang sangat kecil. Suspensi yang kadang kita temui, misalnya minuman kopi/ teh tubruk yang ampasnya bisa kita saring.




 Pertanyaan :

Bagaimana cara membedakan antara larutan, koloid dan suspensi ? Mengapa ukuran partikel-partikel suspensi lebih besar dari pada koloid dan larutan ? Apakah bisa suspensi menjadi koloid dan sebaliknya, suspensi menjadi larutan dan sebaliknya, koloid menjadi larutan dan sebaliknya, berikan penjelasan ?


12 komentar:

  1. koloid adalah system dispers yang bersifat antara homogen dan heterogen, partikel dari koloid dapat bereaksi dangan larutan. Sedangkan suspensi partikelnya memang lebih besar dibanding koloid. Yang mana partikel-partikel suspensi ini bersifat heterogen/partikel tidak bereaksi dengan larutan.

    BalasHapus
  2. cara membedakan antara larutan, koloid, dan suspensi :
    1. Ukuran partikelnya
    Partikel larutan berukuran lebih kecil atau lebih halus dibandingkan partikel koloid. Ukuran partikel koloid berkisar 10^-7 sampai 10^-5 cm sedangkan partikel larutan memiliki ukuran kurang dari 10^-7.

    2. Homogenitas
    Dispersi koloid secara makroskopis terlihat bercampur homogen tetapi jika dilihat dengan mikroskop ultra terdapat 2 fase sedangkan larutan bersifat homogen sehingga antara zat terlarut dan pelarut bercampur sempurna dan sulit untuk dibedakan.

    3. Kestabilan
    Larutan dan koloid merupakan sistem dispersi yang sama-sama stabil. Namun, apabila suatu koloid diubah suhunya dengan pemanasan atau pendinginan maka kestabilannya akan berkurang.

    4. Penyaringan
    Apabila partikel larutan disaring maka zat terlarut tidak akan tertinggal pada penyaring. Hal ini disebabkan dalam larutan partikel zat terlarut dan pelarut bercampur secara homogen sehingga sulit untuk dilakukan pemisahan. Pada partikel koloid, penyaring biasa tidak mampu menahan partikel zat terlarut. Akan tetapi bila penyaringan dilakukan dengan penyaring ultra, partikel zat terdispersi dan mediumnya akan terpisah membentuk 2 fase.

    5. Efek Tyndall
    Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel-partikel terdispersi saat beinteraksi dengan mediumnya. Pada dispersi koloid misalnya santan atau susu, apabila disorot dengan senter, maka jalannya sinar yang melewati koloid akan dihamburkan. Berbeda dengan larutan, apabila disoroti dengan senter, maka jalannya sinar yang melewati larutan akan nampak lurus dan tidak dihamburkan.

    BalasHapus
  3. menanggapi pertanyaan kak fero, tentang cara membedakan larutan, Koloid dan Suspensi yaitu
    1. Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
    2. Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
    3. Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
    4. Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
    5. Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
    6. Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
    7. Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
    8. Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan kk fira bahwa
      cara membedakan larutan, Koloid dan Suspensi yaitu
      1. Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
      2. Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
      3. Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
      4. Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
      5. Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
      6. Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
      7. Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
      8. Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.
      Atau bisa dengan praktikum langsung untuk bisa membuktikan dan lebih nyata

      Hapus
  4. cara membedakan larutan, Koloid dan Suspensi yaitu
    1. Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
    2. Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
    3. Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
    4. Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
    5. Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
    6. Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
    7. Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
    8. Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.

    BalasHapus
  5. Perbedaan koloid dan suspensi:
    1. Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
    2. Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
    3. Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
    4. Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
    5. Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram

    Menurut saya suspensi bisa menjadi koloid, namun koloid tidak bisa menjadi suspensi. Contoh suspensi bisa menjadi koloid adalah Suspensi cairan atau padatan (dalam jumlah kecil) di dalam gas disebut sebagai aerosol contoh aerosol adalah debu di atmosfer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan fanny, suspensi mungkin saja dapat diubah fasenya seperti fase pada koloid hanya saja itu mungkin akan membuthkan waktu dan bahan yang mungkin akan sulit untuk dieksperimenkan oleh siswa, maka dari itu sebaiknya ini hanya sebagai masalah yang akan dipecahkan bersama aja tanpa perlu dieksperimenkan dikelas. mungkin guru harus membuat bank soal untuk contoh soal lain yang dapat mengasah kemampuan berpikir siswa dalam materi koloid yang sebenarnya sangat mudah dirasionalisasikan.

      Hapus
  6. menurut saya perbedaan koloid, larutan, dan suspensi adalah :
    Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
    Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
    Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
    Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
    Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
    Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
    Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
    Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.
    suspensi dapat menjadi koloid dgn penambahan active agent yg dapat meminimalkan ukuran partikel suspensi. begitu juga dengan koloid dan larutan.

    BalasHapus
  7. saya setuju dengan pendapat teman teman, Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
    Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
    Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
    Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
    Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
    Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
    Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
    Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.
    suspensi dapat menjadi koloid dgn penambahan active agent yg dapat meminimalkan ukuran partikel suspensi. begitu juga dengan koloid dan larutan.

    BalasHapus
  8. saya rasa tabel yang sudah saudari buat diatas sudah dapat terlihat dimana perbedaan antara ketiganya bahkan sudah dibrikan contoh langsung.

    BalasHapus
  9. saya setuju dengan pendapat teman teman, Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan. untuk membedakannya, bisa dilihat dari beberapa indikator yakni
    1. Ukuran partikelnya
    2. Homogenitas
    3. Kestabilan
    4. Penyaringan
    5. Efek Tyndall

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pendapat dhani, untuk lebih jelas.melihat perbedaan laritan koloid dan suspensi bisa dengan menguji sifa koloidnya, cntohnya seperti efek tyndal dari larutan yg ingin diuji dengan menggunakan senter, jika larutan tsb memang koloid maka akan dapat menembuh atau kelihatan cahaya menembuh larutan tsb

      Hapus