Senin, 25 Februari 2019

MATERI 4 : PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA



Keterampilan proses sains (KPS) adalah perangkat kemampuan kompleks yang biasa digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah ke dalam rangkaian proses pembelajaran. Menurut Dahar (1996), keterampilan proses sains (KPS) adalah kemampuan siswa untuk menerapkan metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan. KPS sangat penting bagi setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki.
Keterampilan proses sains dalam pembelajaran kimia merupakan kemampuan siswa untuk mengelola (memperoleh) yang didapat dalam kegiatan belajar mengajar kimia yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengamati peristiwa atau objek kimia, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan hasil perolehan dalam praktikum atau diskusi pada pembelajaran kimia.

KPS terdiri dari sejumlah keterampilan tertentu. Klasifikasi KPS adalah sebagai berikut :

1.      Mengamati
Mengamati adalah proses pengumpulan data tentang fenomena atau peristiwa dengan menggunakan inderanya. Untuk dapat menguasai keterampilan mengamati, siswa harus menggunakan sebanyak mungkin inderanya, yakni melihat, mendengar, merasakan, mencium dan mencicipi. Dengan demikian dapat mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan memadai.

2.      Mengelompokkan/Klasifikasi
Mengelompokkan adalah suatu sistematika yang digunakan untuk menggolongkan sesuatu berdasarkan syarat-syarat tertentu. Proses mengklasifikasikan tercakup beberapa kegiatan seperti mencari kesamaan, mencari perbedaan, mengontraskan ciri-ciri, membandingkan, dan mencari dasar penggolongan.

3.      Menafsirkan
Menafsirkan hasil pengamatan ialah menarik kesimpulan tentatif dari data yang dicatatnya.  Hasil-hasil pengamatan tidak akan berguna bila tidak ditafsirkan. Karena itu, dari mengamati langsung, lalu mencatat setiap pengamatan secara terpisah, kemudian menghubung-hubungkan hasil-hasil pengamatan itu. Selanjutnya siswa mencoba menemukan pola dalam suatu seri pegamatan, dan akhirnya membuat kesimpulan.

4.      Meramalkan
Meramalkan adalah memperkirakan berdasarkan pada data hasil pengamatan yang reliabel (Firman, 2000). Apabila siswa dapat menggunakan pola-pola hasil pengamatannya untuk mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamatinya, maka siswa tersebut telah mempunyai kemampuan proses meramalkan.

5.      Mengajukan pertanyaan
Keterampilan proses mengajukan pertanyaan dapat diperoleh siswa dengan mengajukan pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, pertanyaan untuk meminta penjelasan atau pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis.

6.      Merumusakan hipotesis
Hipotesis adalah suatu perkiraan yang beralasan untuk menerangkan suatu kejadian atau pengamatan tertentu.

7.      Merencanakan percobaan
Agar siswa dapat memiliki keterampilan merencanakan percobaan maka siswa tersebut harus dapat menentukan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Selanjutnya, siswa harus dapat menentukan variabel-variabel, menentukan variabel yang harus dibuat tetap, dan variabel mana yang berubah. Demikian pula siswa perlu untuk menentukan apa yang akan diamati, diukur, atau ditulis, menentukan cara dan langkah-langkah kerja. Selanjutnya siswa dapat pula menentukan bagaimana mengolah hasil-hasil pengamatan.

8.      Menggunakan alat dan bahan
Untuk dapat memiliki keterampilan menggunakan alat dan bahan, dengan sendirinya siswa harus menggunakan secara langsung alat dan bahan agar dapat memperoleh pengalaman langsung. Selain itu, siswa harus mengetahui mengapa dan bagaimana cara menggunakan alat dan bahan.

9.      Menerapkan konsep
Keterampilan menerapkan konsep dikuasai siswa apabila siswa dapat menggunakan konsep yang telah dipelajarinya dalam situasi baru atau menerapkan konsep itu pada pengalaman-pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.

10.  Berkomunikasi
Keterampilan ini meliputi keterampilan membaca grafik, tabel, atau diagram dari hasil percobaan. Menggambarkan data empiris dengan grafik, tabel, atau diagram juga termasuk berkomunikasi. Menurut Firman (2000), keterampilan berkomunikasi adalah keterampilan menyampaikan gagasan atau hasil penemuannya kepada orang lain.

Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:

1.        Pretes dan postes.  
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.

2.        Diasnotic
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.

3.        Penempatan kelas.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.

4.        Pemilihan kompetisis siswa.
Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.

5.        Bimbingan karir.
Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.

Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi  dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.  Menurut Widodo (2009), penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.        Mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai.
2.        Merumuskan indikator untuk setiap jenis keterampilan proses sains.
3.        Menentukan dengan cara bagaimana keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes tulis, ataukah tes lisan).
4.        Membuat kisi-kisi instrumen.
5.        Mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
6.        Melakukan validasi instrumen.
7.        Melakukan ujicoba terbatas untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
8.        Perbaikan butir-butir yang belum valid.
9.        Terapkan sebagai instrumen penilaian keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.

Pada langkah-langkah penyusunan instrument di atas, pencarian validitas dan reabilitas empiris terutama dilakukan untuk penilaian keterampilan proses sains yang beresiko tinggi. Penilaian yang beresiko tinggi yang dimaksud adalah penilaian dalam penelitian, penilaian dalam skala besar atau penilaian untuk tujuan tertentu.

Pengukuran terhadap keterampilan proses siswa, dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat dilakukan secara tes (paper and pencil test) dan bukan tes. Penilaian melalui tes dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test). Sedangkan penilaian melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Penilaian dalam keterampilan proses agak sulit dilakukan melalui tes tertulis dibandingkan dengan teknik observasi. Namun demikian, menggunakan kombinasi kedua teknik penilaian tersebut dapat meningkatkan akurasi penilaian terhadap keterampilan proses sains.

Penilaian keterampilan proses melalui tes tertulis
Penilaian secara tertulis terhadap keterampilan proses sains dapat dilakukan dalam bentuk essai dan pilihan ganda . Pertanyaan yang disusun dalam bentuk pertanyaan konvergen dan pertanyaan divergen. Penilaian dalam bentuk essai memerlukan jawaban yang berupa pembahasan atau uraian kata-kata. Jawaban yang dituliskan oleh siswa akan lebih bersifat subjektif, yang berarti menggambarkan pemahaman yang lebih indiviualistik.

Penilaian keterampilan proses melalui bukan tes
Penilaian melalui keterampilan proses sains melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Pengamatan dalam penilaian ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Selama proses kegiatan pembelajaran sains dilaksanakan, guru dapat melakukan penilaian dengan mengamati perilaku siswa secara langsung dalam menunjukkan kemampuan keterampilan proses sains yang dimiliki. Selain itu, hasil-hasil pekerjaan tugas siswa atau produk hasil belajar siswa juga dapat diamati untuk menilai keterampilan proses siswa secara integrative.

Sebuah contoh rubrik penilaian untuk mengukur kegiatan percobaan laboratorium dapat disajikan, sebagai berikut:



Tabel 1. Rubrik Percobaan Laboratorium

Kriteria
Skor
4
(sangat baik)
3
(baik)
2
(cukup)
1
(kurang)
Tujuan percobaan
Mengidentifikasi tujuan dan cirri khusus
Mengidentifikasi tujuan
Mengidentifikasi sebagian tujuan
Salah mengidentifikasi tujuan
Alat dan Bahan
Melist semua alat dan bahan
Melist semua bahan
Melist beberapa bahan
Salah melist bahan
Hypotesis
Memprediksi dengan benar fakta dan membuat hipotesis
Memprediksi dengan benar fakta
Memprediksi dengan beberapa fakta
Menebak-nebak
Prosedur
Melist semua tahap dan detail-detail khusus
Melist semua tahap
Melist beberapa tahap
Salah melist tahap
Hasil
Data direkam, diorganisir, dan digrafiskan
Data direkam, diorganisir
Data direkam
Hasil salah atau tidak betul
Simpulan
Tampak memahami konsep dan membuat hipotesis baru untuk aplikasi pada situasi lain.
Tampak memahami konsep yang telah   dipelajari
Tampak memahami beberapa konsep
Tidak ada kesimpulan atau tampak miskonsepsi




Sebagaimana pada contoh di atas, sebuah rubrik memuat dua komponen, yaitu kriteria dan level unjuk kerja (performance). Pada setiap rubrik terdiri atas minimal dua criteria dan dua level unjuk kerja. Kriteria biasanya ditempatkan pada kolom paling kiri, sedangkan level unjuk kerja ditempatkan pada baris paling atas dalam tabel rubrik. Untuk memudahkan dalam penggunaannya, level unjuk kerja terdiri atas level kuantitatif berupa angka (1, 2, 3, dan 4) dan level kualitatif.

Dalam rubrik biasanya juga disertai dengan deskriptor. Dekriptor menyatakan harapan kondisi siswa pada setiap level unjuk kerja untuk setiap kriteria. Pada contoh rubrik, dapat dilihat adanya perbedaan diskriptor antara tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan sangat baik dan tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan baik. Pada deskriptor, siswa dapat melihat syarat unjuk kerja untuk mencapai sebuah level kriteria. Bagi guru, deskriptor dapat membantu guru untuk memberikan penilaian secara konsisten pada hasil kerja siswa.

Dalam implementasinya, penilaian melalui observasi dengan menggunakan rubrik penilaian memiliki beberapa keunggulan. Ketika rubrik penilaian ini dikomunikasikan kepada siswa di awal pembelajaran, ekspektasi terhadap pencapaian level keterampilan proses dapat diidentifikasikan dan dipahami secara baik oleh siswa. Observasi dapat menghasilkan penilaian yang konsisten dan obyektif. Selain itu, hasil penilaian dapat menghasilkan umpan balik (feedback) yang lebih baik. Hasil penilaian dapat menunjukkan level khusus performans siswa selanjutnya yang harus dicapai oleh siswa.

Kelebihan dan kekurangan keterampilan proses sains
Adapun kelebihan dan kekurangan keterampilan proses sains menurut Dimyati dan Mudjiono (2009) sebagai berikut: 

1. Kelebihannya siswa dapat: 

a.Dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. 
b.Mengalami sendiri proses untuk mendapatkan konsep-konsep pengetahuan. 
c.Mengembangkan sikap ilmiah dan merangsang rasa ingin tahu siswa. 
d.Mengurangi ketergantungan siswa terhadap orang lain dalam belajar. 
e.Menumbuhkan motivasi intrinsik pada diri siswa. 
f.Memiliki keterampilan-keterampilan dalam melakukan suatu kegiatan ilmiah sebagaimana yang biasa dilakukan para saintis. 

2. Kekurangannya: 

a.Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk melakukannya. 
b.Jumlah siswa dalam kelas harus relatif kecil, karena setiap siswa memerlukan perhatian guru. 
c.Memerlukan perencanaan dengan sangat teliti. 
d.Tidak menjamin bahwa setiap siswa akan dapat mencapai tujuan sesuai dengan tujuan pembelajaran. 
e.Sulit membuat siswa turut aktif secara merata selama berlangsungnya proses pembelajaran. 
Untuk meminimalisir kekurangan dari keteramilan proses sains siswa ini, guru harus memiliki persiapan yang matang, siswa mempersiapakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembelajaran, siswa dibagi kedalam beberapa kelompok kecil, dan siswa harus aktif dalam pembelajaran.




Beragam keterampilan yang dikembangkan dalam pendekatan sains dijelaskan dalam tabel berikut. 
Tabel Aspek-aspek Keterampilan Proses Sains 
No
Keterampilan Proses Sains
Sub Keterampilan Proses Sains
1.
Mengamati
a.     Mengamati dengan indera
b.     Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
c.     Mencari kesamaan dan perbedaan
2.
Menafsirkan Pengamatan
a.     Mencatat setiap pengamatan
b.     Menghubungkan setiap hasil pengamatan
c.     Menemukan suatu pola dalam satu seri pengamatan
d.     Menarik kesimpulan
3.
Meramalkan
Berdasarkan  hasil  pengamatan  dapat  mengemukakan apa yang mungkin terjadi
4.
Menggunakan alat dan bahan
a.     Terampil menggunakan alat dan bahan
b.     Mengetahui konsep dan menggunakan alat dan bahan
5.
Menerapkan konsep
a.     Menerapkan konsep dalam situasi baru
b.     Menggunakan  konsep  pada  pengamalan  baru  untuk menjalankan apa yang sedang terjadi
c.     Menyusun hipotesis
6.
Merencanakan penelitian
a.     Menentukan alat,  bahan dan sumber  yang digunakan dalam penelitian
b.     Menentukan variable-variabel
c.     Menentukan variable yang dibuat tetap dan mana yang harus berubah
d.     Menentukan apa yang akan diamati, diukur dan ditulis
e.     Menentukan cara dan langkah kerja
7.
Berkomunikasi
a.     Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis dan jelas
b.     Menjelaskan hasil percobaan atau pengamatan
c.     Mendiskusikan hasil percobaan
d.     Menggambarkan data dengan table grafik.

(Ertikanto, 2016)


Pada rubrik penilaian ini yang dilakukan siswa yakni praktikum pada materi faktor yang mempengaruhi laju reaksi mulai dari luas permukaan, suhu, konsentrasi, serta katalis. Berikut rubriknya:

No.
Mengajukan Pertanyaan
Aspek-Aspek Penilaian
Skala Penilaian
1.
Mengajukan pertanyaan
Bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan praktikum
0.      Siswa tidak bertanya
1.      Siswa bertanya mengenai alat dan bahan
2.      Siswa bertanya mengenai alat dan bahan, serta prosedur
3.      Siswa bertanya mengenai alat dan bahan, prosedur, hal-hal yang diamati
4.      Siswa bertanya mengenai alat dan bahan, prosedur, hal-hal yang
diamati dan analisa data
2.
Menyusun hipotesis
Membuat penjelasan atau kesimpulan sementara mengenai kegiatan praktikum yang dilakukan
0.      Siswa tidak menyusun hipotesis
1.      Siswa tidak menyusun hipotesis namun menjelaskan apa yang akan di lakukan
2.      Siswa menyusun hipotesis tanpa mampu untuk menjelaskan
3.      Siswa menyusun hipotesis dengan penjelasan kurang tepat
4.      Siswa menyusun hipotesis dengan penjelasan yang tepat
3.
Merencanakan percobaan
Menentukan dan mengambil
alat dan bahan praktikum
0. Siswa tidak menentukan dan mengambil 2 alat dan 2 bahan yang
Diperlukan
1.      Siswa tidak menentukan dan mengambil 4 alat dan 2 bahan yang diperlukan
2.      Siswa tidak menentukan dan mengambil 8 alat dan 4 bahan yang diperlukan
3.      Siswa menentukan dan mengambil 8 alat dan 4 bahan yang diperlukan
4.      Siswa menentukan dan mengambil semua alat dan bahan yang
diperlukan dengan tepat
4.
Menggunakan alat dan bahan
Menggunakan alat ukur yang tepat dalam mengambil larutan dengan volum tertentu
0.      Siswa langsung menuang larutan ke dalam gelas kimia
1.      Siswa menggunakan gelas kimia untuk mengambil larutan dan memindahkan larutan
2.      Siswa          menggunakan       gelas       kimia       dan   pipet             tetes       untuk mengambil larutan dan memindahkan larutan
3.      Siswa menggunakan gelas ukur dan pipet tetes untuk mengambil larutan dan memindahkan larutan
4.      Siswa menggunakan pipet volum dengam bulp untuk mengambil larutan dan memindahkan larutan
Menggunakan neraca untuk menimbang zat dengan baik dan benar
0.      Siswa tidak mengkalibrasi neraca
1.      Siswa mengkalibrasi neraca namun tidak menggunakan  kaca arloji atau wadah untuk menimbang
2.      Siswa mengkalibrasi neraca, menimbang kaca arloji, rapi dalammenimbang tapi menggunakan tangan untuk mengeser tangan neraca
3.   Siswa         mengkalibrasi          neraca,        menimbang         kaca        arloji,menggunakan alat bantu tapi tidak rapi dalam menimbang zat
4.    Siswa        mengkalibrasi         terlebih       dahulu,        menimbang         kecaarloji/wadah   lain  dan  menggunakan   alat  bantu  (spatula) untukmengeser tangan neraca, rapi dalam menimbang zat
Menggunakan termometer dengan baik dan benar
0.      Siswa tidak menggunakan termometer
1.      Siswa memegang badan termometer dan ujungnya menyentuh dinding gelas kimia
2.      Siswa memegang badan termometer
3.      Siswa menggantung termometer dengan tali/karet
4.      Siswa menggantung termometer dengan statif
5.
Observasi
Mengamati hasil reaksi pada faktor konsentrasi dengan menggunakan indera yang tepat
0.      Siswa tidak melakukan pengamatan
1.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan naun tidak membandingkannya dengan tabung lain dan mencatatnya.
2.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, namun tidak membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.
3.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan
peraba,              membandingkan dengan    tabung    lain          dantidakmencatatnya.
4.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, membandingkan          dengan   tabung    lain          dan    tidak mencatatnya.
Mengamati hasil reaksi pada faktor luas permukaan dengan menggunakan indera yang tepat
0. Siswa tidak melakukan pengamatan
1.       Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan naun tidak membandingkannya dengan tabung lain dan mencatatnya.
2.       Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, namun tidak membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.
3.       Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, membandingkan dengan tabung lain dan tidak mencatatnya.
4.       Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.
Mengamati hasil reaksi pada faktor suhu dengan menggunakan indera yang tepat
0.      Siswa tidak melakukan pengamatan
1.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dan tanda x pada kertas dengan penglihatan dan peraba, namun salah  mengukur  waktu dan tidakmencatatnya.
2.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dan tanda x pada kertas dengan penglihatan dan peraba, mencatatnya namun salah
menetukan waktu reaksi.
3.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dan tanda x pada kertas dengan penglihatan dan peraba menentukan waktu dengan benar namun tidak mencatatnya
4.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dan tanda x pada kertas dengan penglihatan dan peraba menentukan waktu reaksi dengan tepat dan mencatatnya
Mengamati hasil reaksi pada faktor katalis dengan menggunakan indera yang tepat
0.      Siswa tidak melakukan pengamatan
1.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan naun tidak membandingkannya dengan tabung lain dan mencatatnya.
2.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, namun tidak membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.
3.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan peraba, membandingkan dengan tabung lain dan tidak mencatatnya.
4.      Siswa mengamati reaksi yang terjadi dengan penglihatan dan
5.      peraba, membandingkan dengan tabung lain dan mencatatnya.
6.
mengklasifikasikan
Mencatat setiap hasil pengamatan
0.      Siswa tidak mencatat
1.      Siswa mencatat praktikum yang pertama
2.      Siswa mencatat praktikum yang pertama dan kedua
3.      Siswa mencatat praktikum pertama, kedua, ketiga
4.      Siswa mencatat praktikum pertama, kedua,ketiga dan ke empat
Membandingkan data dan hasil pengamatan
0.      Siswa tidak membandingkan data dengan kelompok lain
1.      Siswa membandingkan data dengan 1 kelompok lain
2.      Siswa membandingkan data dengan 2  kelompok lain
3.      Siswa membandingkan data dengan 3 kelompok lain
4.      Siswa membandingkan data dengan semua  kelompok lain
7
memprediksi
memprediksi waktu reaksi jika diberikan kondisi konsentrasi, luas permukaan, suhu dan katalis yang berbeda
0.      Siswa tidak mencatat seluruh hasil pengamatan
1.      Siswa tidak mencatat waktu reaksi
2.      Siswa tidak mencatat pengamatan reaksi (awal dan akhir reaksi)
3.      Siswa tidak membedakan hasil reaksi dengan tabung yang lain
4.      Siswa memcatat seluruh hasil pengamatan
8
interpretasi
Menghubungkan hasil pengamatan yang didapatkan
0.      Siswa tidak menghubungkan hasil pengamatan
1.      Siswa menghubungkan hasil percobaan saja
2.      Siswa menghubungkan masing-masing hasil pengamatan saja
3.      Siswa menghubungkan hasil percobaan dengan data kelompok lain
4.      Siswa menghubungkan hasil pengamatan, dengan konsep materi dan hasil kelompok lain
Menyimpulkan berdasarkan data percobaan yang didapatkan
0.      Siswa tidak menyimpulkan hasil percobaan
1.      Siswa menyimpulkan namun kesimpulannya kurang tepat
2.      Siswa menyimpulkan tanpa alasan yang relevan
3.      Siswa menyimpulkan dengan alasan yang kurang jelas
4.      Siswa menyimpulkan dengan tepat, beserta alasan dan hasil pengamatan yang lengkap dan jelas
9.
Menerapkan konsep
Mensterilisasi alat-alat praktikum
0.      Siswa tidak mensterilisasi alat
1.      Siswa mencuci alat tanpa mengeringkannya
2.      Siswa mencuci alat dengan sabun tanpa mengeringkan
3.      Siswa mencuci alat tanpa menggunakan sabun lalu mengeringkannya
4.      Siswa mencuci alat dengan baik, mengeringkannya dan menyusun kembali alat tsb
Menghitung laju reaksi pada faktor laju reaksi, luas permukaan,suhu,  konsentrasi, dan katalis
0.      Siswa tidak menghitung laju reaksi
1.      Siswa mengetahui konsep dan rumus laju reaksi, namun siswa tidakmenghitungnya.
2.      Siswa mengetahui konsep dan rumus laju reaksi dan menghitung dengan benar namun kurang tepat dalam menentukan  waktu reaksi.
3.      Siswa mengetahui konsep dan rumus laju reaksi, menentukan waktu reaksi dengan tepat namun salah dalam perhitungan.
4.      Siswa mengetahui konsep dan rumus laju reaksi, menentukan waktu reaksi dengan tepat dan menghitung dengan benar
10
mengkomunikasikan
Membuat tabel pengamatan
0.      Siswa tidak membuat tabel pengamatan
1.      Siswa membuat tabel pengamatan tanpa menuliskan  reaksi, waktureaksi, dan komponen zat yang tidak lengkap.
2.      Siswa membuat tabel pengamatan tanpa konsentrasi larutan dan luaspermukaan
3.      Siswa membuat tabel pengamatan tanpa menuliskan reaksi
4.      Siswa membuat tabel pengamatan dengan lengkap (gelas kimia 1-4, komponen zat dengan konsentrasinya, reaksi dan waktu reaksi)
Membuat grafik laju reaksi
0.      Siswa tidak membuat grafik percobaan
1.      Siswa membuat grafik percobaan benar, namun tidak  lengkap dan tidakrapih
2.      Siswa membuat grafik percobaan benar, rapih namun tidak lengkap
3.      Siswa membuat grafik percobaan lengkap dengan benar namun
        rapih.
4.      Siswa membuat grafik percobaan dengan lengkap benar dan rapi
Membuat laporan
0.      Siswa tidak membuat laporan sementara.
1.      Siswa membuat laporan sementara namun tidak lengkap  dan tidaksistematis.
2.      Siswa membuat laporan sementara dengan lengkap namun tidak sistematis.
3.      Siswa membuat laporan sementara dengan sistematis  namun tidaklengkap.
4.      Siswa      memb.uat      laporan     sementara      dengan     lengkap      dan
sistematis





















Permasalahan :
1.  Salah satu cara penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa adalah dengan cara mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai. Bagaimana cara mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?
2. Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum? Atau bisa pada semua materi ?
3. Dalam penilaian keterampilan proses sains kimia biasanya guru menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO)  dengan rubrik penilaian praktikum. Apakah cukup penilaian menggunakan LO saja ?  Jika belum cukup, instrumen penilaian apa lagi yang perlu digunakan untuk menilai kemampuan proses sains Kimia untuk penilaian otentik ?



14 komentar:

  1. Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum? Atau bisa pada semua materi ?

    Menurut saya penilaian proses sains tidak hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum. Seperti menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
    1. Pretes dan postes.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
    2. Diagnostik.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
    3. Penempatan kelas.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
    4. Pemilihan kompetisis siswa.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
    5. Bimbingan karir.
    Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
    jadi, penilaian untuk keterampilan proses sains tidak hanya dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum saja, tetapi materi yang tidak bersifat praktikum pun juga dapat menilai keterampilan proses sains siswa. pembelajaran dilakukan dengan metode diskusi. misalnya materi struktur atom pada sub materi perkembangan teori atom. dengan metode diskusi, beberapa indiaktor keterampilan proses sains siswa dapat diketahui.

    BalasHapus
  2. Menanggapi permasalahan pertama dimana salah satu cara penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa adalah dengan cara mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai. Bagaimana cara kita mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?
    Caranya adalah dengan mengkondisikan pembelajaran sebaik mungkin dengan kata lain pembelajaran dibuat semenarik mungkin, menyenangkan, aktif dimana semua siswa dipancing untuk terlibat langsung. Dengan demikian akan memudahkan bagi pendidik untuk mengenal dan mengidentifikasi karakteristik peserta didik.

    BalasHapus
  3. Menjawab permasalahan pertama, Bagaimana cara mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?
    Menurut saya untuk mengidentifikasi KPS siswa bisa menggunakan pre test dan post test otomatis bisa mengetahui KPS siswa secara teoritis terlebih dahulu. Lalu guru bisa juga diawal pembelajaran menyediakan alat sederhana untuk praktikum lalu meminta siswa melakukan suatu percobaan kecil untuk melihat Kemampuan KPS nya. Dan setelah didapatkan data seluruh siswa maka saatnya diurutkan data siswa yang memiliki kemmapuan tinggi ke rendah.

    BalasHapus
  4. Tidak hanya melalui Lo saja. Kita bisa menilai siswa dari segi kemampuan nya juga yaitu dengan berupa tes soal essay yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran mereka. Penilaian antar teman juga bisa dilakukan dalam penilaian otentik ini.

    BalasHapus
  5. Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum? Atau bisa pada semua materi ?
    Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
    1. Pretes dan postes.
    2. Diagnostik.
    3. Penempatan kelas.
    4. Pemilihan kompetisis siswa.
    5. Bimbingan karir.
    dilihat dari pelaksanaan penilaian keterampilan proses diatas maka dapat dikatakan materi kimia buakan yang hanya pembelajaran yang bersifat praktikum saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum? Atau bisa pada semua materi ?
      saya sependapat dengan dian dimana,
      Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
      1. Pretes dan postes.
      2. Diagnostik.
      3. Penempatan kelas.
      4. Pemilihan kompetisis siswa.
      5. Bimbingan karir.
      dilihat dari pelaksanaan penilaian keterampilan proses diatas maka dapat dikatakan materi kimia buakan yang hanya pembelajaran yang bersifat praktikum saja.

      Hapus
  6. menjawab pertanyaan fero yakni, Dalam penilaian keterampilan proses sains kimia biasanya guru menggunakan instrumen penilaian berupa lembar Observasi (LO) dengan rubrik penilaian praktikum. Apakah cukup penilaian menggunakan LO saja ? Jika belum cukup, instrumen penilaian apa lagi yang perlu digunakan untuk menilai kemampuan proses sains Kimia untuk penilaian otentik ?

    menurut saya untuk penilaian KPS bisa dengan menggunakan soal pretest yang dibandingkan dengan post-test, meggunakan soal essay terstruktur,tidak hanya dengan LO saja. sebaiknya LO dan test serta video selama pembelajaran berlangsung perlu digunakan saat melakukan penilaian KPS untuk menghindari beberapa indikator pada beberapa siswa yang belum tercover hanay dengan guru sbg observer tunggal

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan kk rini, dan juga pada dasarnya LO tidak bisa menggambarkan kemampuan KPS peserta didik

      Hapus
  7. menjawab permasalaahan Bagaimana cara mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?
    menurut saya jika dirasa guru tidak mampu untuk menilai siswa secara perindividu yang memiliki kemampuan yang berbeda, guru bisa meminta bantuan kepada beberapa orang observer yang memiliki kemampuan dan mengerti tentang cara penilaian yang harus dilakukan. Lalu setelah menilai praktik maka dinilai hasil proyeknya dan setelah itu barulah portofolio berupa laporan yang dikerjakan peserta didik sehingga disini juga dapat dinilai sebatas mana kemampuan siswa tersebut.

    BalasHapus
  8. Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum? Atau bisa pada semua materi ?

    Menurut saya, sebaiknya penilaian keterampilan proses yang dinilai adalah proses saat seperti praktikum, memang keterampilan proses sains tanpa praktikum atau percobaan maka ada poin yang hilang. apalagi ada poin eksperimen ( menggunakan alat dan bahan)yang perlu dinilai, yaitu tentang kemampuan siswa menggunakan alat-alat labor secara tepat, sesuai prosedur melakukan percobaan, dll. Benar memang bisa banyak bentuk penilaian tapi ada kekurangan dan kelebihan di dalam penilaian itu, maka yang sebaiknya pada saat menilai keterampilan proses sains baiknya saat metode praktikum dalam pembelajaran. karena praktikum sudah pasti menggambarkan poin poin keterampilan proses sains dan jangan lupa bahwa dari pengertiannya saja sudah jelas adanya penyelidikan ilmiah. Keterampilan proses sains adalah perangkat kemampuan kompleks yang biasa digunakan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah kedalam rangkaian proses pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan kak Melda,
      Apakah penilaian keterampilan proses sains hanya bisa dilakukan pada pembelajaran yang bersifat praktikum?
      tidak,
      Atau bisa pada semua materi ?
      dimungkinkan bisa denga mempertimbangkan aspek yg ingin dilihat, tetapi tidak semua aspek KPS dapat terlihat ataw dapat dinilai pada semua materi.

      Hapus
  9. Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
    1. Pretes dan postes.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
    2. Diagnostik.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
    3. Penempatan kelas.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
    4. Pemilihan kompetisis siswa.
    Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
    5. Bimbingan karir.
    Biasanya para peneliti melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibina.
    Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan materi dan tingkat perkembangan siswa atau tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan.

    BalasHapus
  10. Salah satu cara penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa adalah dengan cara mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai. Bagaimana cara mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?

    dalam hal ini, guru harus bisa membuat instrumen penilaian keterampilan proses sains dengan tingkatan. misal saat melakukan perhitungan, siswa sering melakukan perhitungan dengan tepat = 3, siswa sering melakukan perhitungan dengan kurang tepat = 2, siswa sering melakukan perhitungan dengan tidak tepat =1.

    BalasHapus
  11. Salah satu cara penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa adalah dengan cara mengidentifikasikan jenis keterampilan proses sains yang akan dinilai. Bagaimana cara mengidentifikasi keterampilan proses sains pada tiap siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda?

    Penilaian merupakan proses pemberian atau penentuan nilai kepada objek berdasarkan criteria tertentu. Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian keterampilan proses sains merupakan pendekatan untuk mengukur dan menilai kemampuan kinerja siswa dalam menyelesaikan tugas atau dalam mempertunjukkan kegiatan. Kinerja merupakan tanggapan aktif siswa secara langsung atau tidak langsung yang berupa proses atau prosedur atau hasil. dari pernyataan tersebut bisa ditetapkan kriteria-kriteria yang akan digunakan untuk menilai kemampuan siswa.

    BalasHapus