Senin, 05 November 2018

Trend Internet Of Things dalam Pembelajaran Kimia




 Pengertian Internet of Things (IoT) 

Internet of Things (IoT) adalah suatu konsep dimana konektifitas internet dapat bertukar informasi satu sama lainnya dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Banyak yang memprediksi bahwa Internet of Things (IoT) merupakan “the next big thing” di dunia teknologi informasi. Hal ini dikarenakan banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) tersebut. Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT.

           Cara Kerja Internet of Things (IoT) 
Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun.Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.
Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

Karakteristik Internet of Things (IoT) 
1. Kecerdasan
·         Kecerdasan intelejensi dan kontrol automatisasi di saat ini merupakan bagian dari konsep asli Internet of Things . Namun, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi di dalam penelitian konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi agar pada masa depan Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka dan semua perintah dilakukan secara auto – terorganisir atau cerdas ( Web , komponen SOA ) , objek virtual ( avatar ) dan dapat dioperasikan dengan mudah , bertindak secara independen sesuai dengan konteks , situasi atau lingkungan yang dihadapi .
2. Arsitektur
·     Arsitektur Internet Of Things terdiri atas beberapa jaringan dan sistem yang kompleks serta sekuriti yang sangat ketat , jika ketiga unsur tersebut dapat dicapai , maka kontrol automatisasi di dalam Internet Of Things dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama sehingga mendapatkan profit yang banyak bagi suatu perusahaan , namun dalam membangun ketiga arsitektur itu banyak sekali perusahaan pengembang IOT yang gagal , karena dalam membangun arsitektur itu membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang tidak sedikit.
3.Faktor Ukuran, Waktu dan Ruang
·       Di dalam membangun Internet Of Things para engineer harus memperhatikan ketiga aspek yaitu : Ukuran , ruang , dan waktu. Dalam melakukan pengembangan IOT faktor Waktu yang biasanya menjadi kendala.Biasanya dibutuhkan waktu yang lama karena menyusun sebuah jaringan kompleks di dalam IOT tidak lah mudah dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Teknologi Pengimplementasian Internet of Things
Internet of Things mengacu pada pengidentifikasian suatu objek yang direpresentasikan secara virtual di dunia maya atau Internet. Jadi dapat dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di dunia maya (Internet). Bahkan salah satu cafe kopi terkenal di Indonesia “Starbucks” dalam beberapa tahun ke depan, dilaporkan berencana menghubungkan kulkas dan mesin kopi milik mereka dengan teknologi Internet of Thing. Sehingga mereka dapat meningkatkan pelayanan mereka dengan mengetahui apa saja yang lebih disukai konsumen, meramalkan kebutuhan stock barang (kopi,dll), dan masih banyak lainnya dan pada akhirnya efisiensi dan keuntungan akan meningkat.[3] Mari kita bayangkan ketika semua benda, bahkan manusia, hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasian, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti :

Kode Batang


Contoh kode batang
Kode batang atau lebih dikenal dengan  barcode  adalah suatu kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat scannernya. Kode batang pada awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini kode batang (tipe UPC (Universal Price Codes)) kebanyakan masih digunakan untuk hal tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya keuntungan yang dapat diambil dari penggunaan kode batang, yaitu :
1.   Proses Input Data lebih cepat, karena : Scanner Kode batang dapat membaca / merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
2.   Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi Kode batang mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
3.   Proses Input lebih akurat mencari data, karena : Teknologi Kode batang mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
4.   Mengurangi Biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang dan memiliki harga yang lebih murah daripada RFID.
5.   Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
Prinsip kerja kode batang sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang didekatkan pada scanner atau pemindainya, maka scannernya akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada kode batang tersebut.

Kode QR


Contoh proses pengiriman informasi kode QR melalui telepon seluler
Kode QR atau lebih dikenal dengan sebutan QR Code (Quick Response Code) adalah suatu kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada Denso Corporation yang merupakan perusahaan jepang. Sesuai namanya Kode QR (Quick Response) diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Pada zaman sekarang ini kode QR banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomor telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline). Kehadiran kode ini memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR, melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR 

Identifikasi Frekuensi Radio


Contoh RFID yang ditempelkan pada sepatu untuk mendeteksi pelari di garis finish
Identifikasi Frekuensi Radio atau RFID (Radio Frequensi Identifity) merupakan salah satu teknologi implementasi dari Internet of Things. Secara singkatnya, RFID adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu peranti yang disebut RFID tag atau transponder. Pada zaman modern sekarang ini, RFID merupakan teknologi yang sudah umum (banyak digunakan), dikarenakan kegunaan dan efisiensinya dalam mendukung segala aktivitas kehidupan manusia. Baik pada sektor produksi, distribusi maupun konsumsi. Hal ini dikarenakan label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Sehingga memudahkan penggunanya untuk mendata (mengetahui jumlah maupun keberadaan atau lokasi) barang yang dimilikinya tersebut. Prinsip kerja RFID sangatlah sederhana yaitu RFIDtag (label RFID) memuat informasi dalam bentuk elektronik dan ketika bertemu dengan RFIDreadernya, informasi itu akan dikirimkan ke RFIDreader dalam bentuk gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi Identifity). Sehingga benda tersebut dapat teridentifikasi oleh RFIDreadernya.

 Metode dan Pengimplementasian
·      Metode yang digunakan oleh Internet of Things adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Pengimplementasian Internet of Things sendiri biasanya selalu mengikuti keinginan si developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang ia ciptakan, apabila aplikasinya itu diciptakan guna membantu monitoring sebuah ruangan maka pengimplementasian Internet of Things itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan internet yang digunakan. Perkembangan teknologi jaringan dan Internet seperti hadirnya IPv6, 4G, dan Wimax, dapat membantu pengimplementasian Internet of Things menjadi lebih optimal, dan memungkinkan jarak yang dapat di lewati menjadi semakin jauh, sehingga semakin memudahkan kita dalam mengontrol sesuatu.
·      Pengimplementasian Internet of Things terwujud dalam produk Speedy Monitoring. Produk ini diluncurkan oleh PT Telkom guna menangkap, merekam, dan memonitor suatu ruangan atau area tertentu dengan menggunakan IP Camera yang terhubung ke jaringan Speedy. Kelebihan produk ini adalah kita dapat mengakses hasil monitoring kamera dan memanajemen sistem ini melalui web browser. Baik melalui desktop maupun mobile phone. Keistimewaan dari produk Speedy Monitoring adalah tersedianya media penyimpanan yang ditangani secara terpusat sehingga kita hanya perlu menyediakan kamera dan tak perlu repot lagi dengan urusan penyediaan tempat penyimpanan data dan penyediaan server. Dapat mengawasi dan mengontrol suatu tempat dan keadaaan saat kapanpun dan dimanapun adalah idaman. Tentunya dengan IOT mempermudah kita mengawasi dan mengontrol apapun tanpa terbatas jarak dan waktu (online monitoring), termasuk memonitor keadaan rumah (home monitoring). Jika Home Monitoring dapat dilakukan dengan mudah, setiap waktu, dan dari media akses apapun tentunya kita akan merasa aman dan nyaman meninggalkan rumah apalagi dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu dengan Internet of Things kita dapat mengendalikan segala sesuatu melalui sebuah perangkat dan mempermudah dalam melakukan segala aktivitas.

 Inovasi Internet of Things di Indonesia

HARA

HARA adalah produk IoT yang dikembangkan untuk menangani permasalahan di sektor pertanian dan pangan. Produk dari Dattabot ini disiapkan untuk menanggulangi masalah potensi lahan, optimasi pertanian, dan mencegah pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Fitur utama dari produk berbasis blockchaiini antara lain ialah aplikasi smartphone untuk mengambil data, web-based analytic, dan prediksi hasil panen yang disertai rekomendasi untuk para petani (misalnya, pupuk seperti apa yang perlu digunakan). Blockchain yang terdesentralisasi dinilai dapat menciptakan dampak sosial. Dattabot memulai dari sektor pangan dan pertanian, berikutnya menjalar ke sektor lainnya yang paling berdampak bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi dan hiburan.
Qlue
Salah satu cita-cita startup pengembang layanan yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat ini adalah ingin berinovasi mengembangkan produk smart city berbasis IoT, khususnya untuk diterapkan di wilayah perkotaan. Disampaikan oleh CEO Qlue Rama Raditya, bahwa saat ini sudah mulai terdesain beberapa inisiatif IoT untuk smart city, misalnya pengembangan traffic lamp yang terhubung ke sebuah command center, kotak sampah pintar, dan juga air pollution detector. Berbagai otomatisasi ini dinilai akan menjadi makin “viral” ketika smart city menjadi sebuah kebutuhan di perkotaan.

Spekun

Telkomsel bekerja sama dengan Banopolis mengembangkan bike sharing pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi NB-IoT lewat aplikasi Spekun. Bike sharing adalah sebuah konsep layanan peminjaman sepeda kepada publik dalam jangka waktu tertentu dari satu titik lokasi ke titik lokasi lainnya. Teknologi yang diterapkan pada ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah peminjaman sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau dock parkir berbasis radio-frequency identification (RFID) sehingga sepeda hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut.
      Upaya Telkomsel menciptakan dalam menciptakan gebrakan tidak sebatas di Spekun saja; Telkomsel juga menunjukkan keseriusannya dengan menyelenggarakan program Telkomsel Innovation Center (TINC) dengan Forum IoT sebagai bagian dari payung besarnya, dan semua developerstartup, maupun orang-orang yang punya ketertarikan lebih di bidang IoT dapat secara gratis mengikuti kegiatan convention dan exhibition pada hari Kamis, 26 Juli 2018.

eFishery

eFishery adalah alat pemberi pakan ikan otomatis. Alat ini tidak hanya mengotomatisasi pemberian pakan secara terjadwal dengan dosis yang tepat, tetapi juga mencatat setiap pemberian pakan secara real-time. Pengguna dapat mengakses data pemberian pakan kapan pun dan di mana pun. Tidak ada lagi masalah over-feeding, pemberian pakan ikan yang tidak teratur atau pakan yang diselewengkan. Secara spesifik, eFishery berusaha membantu peternak ikan dan udang, karena biasanya pemberian makan ikan menguasai antara 50 hingga 80 persen biaya operasi peternakan ikan.
eFishery juga dikenal sebagai startup yang sering memenangkan berbagai kompetisi startuptingkat global. Bekerja sama dengan TINC, eFishery akan mengeksplorasi pemanfaatan modul NarrowBand IoT (NB-IoT) untuk konektivitas yang lebih efektif. Hal ini sejalan dengan ekspansi pasar dengan model bisnis yang lebih matang dan validasi pasar baru akan memanfaatkan kompetensi dan jaringan konsumen luas Telkomsel. Sedikit informasi, Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah juga akan mengisi kelas di TINC 2018 Forum IoT.

Nodeflux

Nodeflux adalah platform dengan kemampuan komputasi terdistribusi dan juga kemampuan menyebarkan “brain”, komputasi dan kecerdasan buatan secara scalable. Di sini “brain” yang dimaksud dapat digunakan untuk implementasi pada pengolahan seperti Big Data, IoT dan Machine Learning.
Memadukan antara teknologi Artificial IntelligenceMachine Learning dan Deep Learning di area Computer Vision, Nodeflux dianggap dapat diimplementasikan untuk beberapa sektor bisnis, seperti pemantauan persediaan barang di sektor retail dan pengelolaan sistem parkir pada bisnis properti.

Fitur Utama IoT

Fitur yang paling penting dari IoT termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, keterlibatan aktif, dan penggunaan perangkat kecil. Tinjauan singkat dari fitur ini dapat dilihat dibawah ini.
§  AI − IoT pada dasarnya membuat hampir apa pun "Smart", berarti meningkatkan setiap aspek kehidupan dengan kekuatan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan. Ini bisa berarti sesuatu yang sederhana seperti meningkatkan lemari es dan lemari untuk mendeteksi ketika susu dan sereal favorit Anda berjalan rendah, dan kemudian menempatkan pesanan dengan toko kelontong Anda pilihan Anda.
§  Konektivitas − Teknologi yang memungkinkan untuk jaringan baru, dan jaringan khusus IoT, jaringan tidak lagi terikat secara eksklusif dengan penyedia utama. Jaringan bisa ada pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah dan tentunya tetap praktis. IoT menciptakan jaringan kecil ini di antara perangkat sistemnya.
§  Sensor − IoT kehilangan keunikan tanpa sensor. Mereka bertindak sebagai mendefinisikan instrumen yang mengubah IoT dari jaringan pasif standar perangkat menjadi sistem aktif yang mampu integrasi dunia nyata.
§  Active Engagement − Sebagian besar interaksi hari ini dengan teknologi terhubung terjadi melalui keterlibatan pasif. IoT memperkenalkan paradigma baru untuk konten aktif, produk, atau keterlibatan layanan.
§  Perangkat − perangkat kecil / smalls device - Perangkat, seperti yang diperkirakan, telah menjadi lebih kecil, lebih murah, dan lebih kuat dari waktu ke waktu. IoT memanfaatkan perangkat kecil yang dibuat khusus untuk memberikan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitasnya.

Macam-macam Bidang Penerapan IoT

Pertanian
Ada berbagai macam pengaplikasani IoT di sektor pertanian. Beberapa diantaranya seperti mengumpulkan data soal suhu, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin, serangan hama, dan muatan tanah. Data-data tersebut bisa dipakai buat mengotomatisasi teknik pertanian. Kemudian, bisa juga dipakai untuk mengambil keputusan (decision making) berdasarkan informasi yang ada demi meningkatkan kualitas dan kuantitas, meminimalkan risiko dan limbah, serta mengurangi upaya yang diperlukan dalam mengelola tanaman. Sebagai contoh, petani sekarang sudah bisa memantau suhu dan kelembaban tanah dari jauh, dan bahkan menerapkan data yang diperoleh IoT untuk program pemupukan yang lebih presisi.
Energi
Sejumlah besar perangkat yang memakan energi (semacam switch, outlet listrik, lampu, televisi, dll.) kini sudah bisa terintegrasi dengan konektivitas internet. Lalu apa dampaknya? Integrasi itu memungkinkan mesin-mesin ataupun jaringan untuk berkomunikasi dalam menyeimbangkan pembangkitan listrik serta penggunaan energi yang lebih hemat maupun efektif. Perangkat ini juga bisa memungkinkan akses remote control dari pengguna, atau bisa juga manajemen dari satu pusat lewat interface yang berberbasis cloud. Selain itu, bisa juga mengaktifkan fungsi semacam penjadwalan (misalnya untuk menyalakan/mematikan mesin pemanas, mengendalikan oven, mengubah kondisi pencahayaan dari terang menjadi redup hingga ke gelap, dan lain sebagainya). Jadi dengan IoT di bidang ini, sistem bisa berkumpul dan bertindak berdasarkan informasi yang terkait dengan energi dan daya demi meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi listrik.
Lingkungan
Aplikasi pemantauan lingkungan dari IOT biasanya pakai sensor dalam membantu terwujunya perlindungan lingkungan. Contohnya seperti apa? Penerapannya misalnya dengan memantau kualitas udara atau air, kondisi atmosfer atau tanah, bahkan juga bisa mencakup pemantauan teerhadap satwa liar dan habitatnya. Tak hanya itu sebenarnya. Bisa juga IoT ini dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana semacam sistem peringatan dini Tsunami atau gempa bumi. Hal ini tentunya bisa sangat membantu. Perangkat IoT dalam hal ini berarti punya jangkauan geografis yang sangat luas serta mampu bergerak.
Otomatisasi Rumah
Perangkat IoT juga bisa dipakai untuk memantau dan mengontrol sistem mekanis, elektrik, dan elektronik yang digunakan di berbagai jenis bangunan (misalnya, industri atau juga rumah Anda sebagai tempat tinggal). Alat atau pengembangan IoT ini juga bisa memantau penggunaan energi secara real-time untuk mengurangi konsumsi energi. Tak hanya itu, bahkan bisa juga melakukan pemantauan terhadap para penghuninya. Contohnya? Begitu Anda masuk ke rumah di malam hari, lampu menyala. Kemudian begitu Anda masuk ke jadwal tidur, lampu akan mati secara otomatis. Pagi hari, taman Anda akan disiram air oleh mesin penyiram otomatis. Begitu juga dengan kulkas Anda yang bisa memesan stok makanan sendiri ketika habis. Semuanya bisa terintegrasi menjadi sistem rumah pintar.
Medik dan Kesehatan
Dalam dunia medik dan kesehatan, IoT akan dikembangkan terus. Bahkan, nanti di masa yang akan datang, seluruh rekaman kesehatan Anda bisa ditransfer langsung ke tenaga medis maupun Rumah Sakit. Data-data yang bisa dideteksi dan dikirimkan semacam detak jantung, tingkat gula dalam darah, dan lain sebagainya. Smartphone/ponsel pribadi Anda akan jadi alat pemantau kesehatan yang canggih dan tentunya bisa sangat membantu Anda. Perangkat IoT yang ada bahkan bisa memberikan peringatan saat kesehatan Anda menurun atau memberikan saran pengobatan dan bahkan membuat janji temu dengan dokter. Sebenarnya beberapa teknologi canggih IoT telah dikembangkan dan diterapkan di bidang ini. Contohnya, tempat tidur pintar yang bisa otomatis memberitahukan dokter/perawat ketika pasien hendak bangun dari tempat tidur dll. Menurut laporan dari Goldman Sachs di tahun 2015, perangkat kesehatan semacam ini bisa menyelamatkan negara dari anggaran kesehatan yang berlebihan.
Transportasi
IoT bisa membantu manusia dalam integrasi komunikasi, kontrol, dan pemrosesan informasi pada berbagai sistem transportasi yang ada. Penerapan IoT memang terus-menerus meluas ke berbagai aspek sistem transportasi. Tak hanya teknologi mesinnya yaitu kendaraan, tetapi juga infrastruktur, serta menyinggung fungsi pengemudi/penggunanya. Interaksi dinamis yang terjadi antara komponen-komponen itu berasal dari sebuah sistem transportasi. Sistem tersebut memungkinkan komunikasi antar dan intra kendaraan, kontrol lalu lintas yang lebih efektif karena tergolong cerdas, parkir yang lebih cerdas, manajemen logistik dan armada, kontrol kendaraan, dan juga terkait faktor keselamatan maupun bantuan di jalan.

Penerapan Internet of Things dalam Bidang Pendidikan

Dengan diciptakannya ide inofatif tentang Internet of Things ini saya berinisiatif untuk mengembangkan Internet of Things dalam bidang pendidikan. Mengetahui para pengembang baru-baru ini mengembangkan ide inovatif tersebut untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, kali ini saya ingin mengembangkannya dalam bidang pendidikan meskipun baru sebatas ide saja. Nantinya diharapkan  IoT dapat mempermudah akses pendidikan khususnya di Indonesia.
Internet of Things atau di singkat  IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuannya seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga benda-benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.
Sudah banyak sekali sekolah-sekolah yang menerapkan e-learning untuk siswanya. Namun untuk era digital seperti ini hal tersebut tidak akan cukup untuk meningkatkan produktifitas siswa dan gurunya. Contoh nyata lainnya seperti penjadwalan otomatis mata pelajaran disekolah, sistem akademik yang terkoneksi ke jaringan sehingga laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari rumah dengan mobile device. bahkan IoT di bidang pendidikan dapat membantu siswa mengurangi beban bawaanya dengan hanya membawa device yang mampu untuk mencukupi modul pelajaran. IoT sudah jelas memiliki banyak manfaat yang dapat membantu dan memudahkan kehidupan manusia, begitupula dalam bidang pendidikan. Untuk itu dukungan terwujudnya Internet of Things di Indonesia sangat dibutuhkan baik dari partisipasi juga kesadaran teknologi masyarakatnya baik para pelajar dan pendidiknya hingga masyarakat awan agar bisa lebih tertib secara sistem dan damai untuk terciptanya kemaslahatan masyarakat Indonesia khususnya.
Dengan Internet ini, belajar menjadi lebih dinamis dengan cara mengintegrasikan metode tradisional dengan metode baru (IoT). Selain itu, dampak pembelajaran dengan IoT ini juga dinilai mampu menjadikan pelajaran di kelas serta diskusi antar siswa lebih hidup. Bahkan dengan IoT siswa juga akan mampu mengeksplorasi metode-metode belajar lainnya. Sebagai contoh, siswa dapat belajar dirumah dengan melihat video, terlibat dalam proyek kemudian mendiskusikan hasil belajar di luar kelas tersebut saat kembali ke sekolah.

Selain itu, teknologi modern dan IoT tidak terbatas hanya pada bagaimana siswa belajar tapi juga dapat meningkatkan keamanan IoT sendiri serta akses yang lebih luas untuk mendapatkan informasi. Selain itu juga dapat melacak sumber daya utama.

Pengaruh IoT ini juga memiliki efek lebih jauh lagi bagi para pelajar. Dalam pendidikan sebagai siswa mungkin saat ini telah bosan dengan menggunakan buku, kebanyakan dari mereka lebih suka dengan teknologi seperti smartphone, tablet, laptop dan gadjet lainnya. Dengan IoT ini akses informasi yang mudah di akses dari mana pun dan kapan pun, akan membuat pelajar mampu mempelajari segala sesuatu yang baru. Bahkan akan mendorong para pelajar untuk mempelajari lebih lanjut lagi.

Selain itu, IoT juga memberikan pekerjaan yang lebih efisien bagi para pengajar dan pelajar. Contohnya adalah, para pengajar mampu mengoptimalkan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar. Dengan menggunakan cloud, par apengajar juga mampu melihat hasil serta statistik masing-masing pelajar dengan informasi yang lebih cepat dengan cara mengumpulkan data hasil belajar.
Implementasi IoT dalam bidang pendidikan yang menerapkan kode batang atau barcode di dalam Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk dapat mengidentifikasi pemiliknya dengan cepat. Contoh lainnya penerapan kode RFID (Radio Frequensi Identifity) yang ditempelkan sepatu pelari yang akan mengikuti lomba untuk mendeteksi pelari di garis finis. Transfer data RFID menggunakan gelombang radio, sehingga memudahkan penggunanya untuk mengetahui jumlah maupun keberadaan pelari tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Internet of things (IoT)
Kelebihan
1.    Internet of Things memungkinkan peningkatan layanan di beberapa sektor fundamental ekonomi. Sebagai contoh di lingkungan perumahan, integrasi smart device yang terkoneksi internet akan membantu meningkatkan keamanan perumahan melalui monitoring jarak jauh.
2.   Memenuhi kebutuhan pelanggan yang memerlukan model distribusi global dan layanan global yang konsisten. Sebagai contoh kita dapat mengetahui perilaku masyarakat tentang pasaran suatu produk.
3.  Perilaku perangkat dan aplikasi akan menempatkan tuntutan baru dan berbeda-beda pada jaringan selular.
4.  Menghubungkan benda mati dengan benda hidup. Sebagai contoh, pelacakan sapi proyek di Essex menggunakan data yang dikumpulkan dari radio posisi Tag untuk memantau sapi dari penyakit dan melacak perilaku kawanan sapi tersebut.
5.  Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan sensor. Benda-benda fisik yang sedang terhubung akan memiliki satu atau lebih sensor. Setiap sensor akan memantau kondisi tertentu seperti lokasi, getaran, gerak, dan suhu. Dalam IoT, sensor ini akan terhubung satu sama lain dan sistem yang dapat memahami atau menyajikan informasi dari data feed sensor. Sensor ini akan memberikan informasi baru untuk sistem perusahaan dan orang-orang.
6.    Dapat mempermudah kita untuk mengendalikan beberapa hal yang terkoneksi dengan handphone kita, misalnya mematikan dan menghidupkan mesin motor hanya dengan sekali ketuk melalui handphone kita.
7.    Melacak barang-barang kita yang hilang, maksudnya adalah semisal motor kita (yang telah kita pasang suatu sensor yang terkoneksi  dengan Handphone kita melalui internet) tiba-tiba hilang dicuri, maka kita dapat melacaknya menggunakan GPS.


Kekurangan
1. Perangkat Internet of Things (IoT) memiliki sistem keamanan yang masih sangat lemah dan mudah untuk diretas.
2. Biaya yang diperlukan dalam pengembangan dan menyiapkan keamanan yang baik sangat memerlukan biaya yang sangat besar dan mahal
3. Bahaya yang mengancam terhadap kehidupan. Sebagai contoh, mengunci pintu terhubung ke Internet dapat digunakan untuk memantau ketika seseorang memasuki atau meninggalkan rumah mereka.
4. Privasi dalam kehidupan kita menjadi terganggu, karena kemungkinan sistem IoT terhubung langsung dengan internet.
5. Jika jaringan internet terganggu, maka IoT tidak dapat digunakan seperti biasanya, sehingga sangat diperlukan koneksi internet yang baik juga.
6. Penggunaan IoT ini cukup rumit dan sulit untuk dipahami bagi orang-orang awam, sehingga diperlukan berbagai sosialisasi dan penyederhanaan proses IoT ini agar mudah dipahami.

Permasalahan :
Seiring perkembangan zaman yang begitu cepat, terdapat kecanggihan teknologi  salah satunya adalah IoT. Dalam dunia pendidikan dengan menggunakan IoT, belajar menjadi lebih dinamis dengan cara mengintegrasikan metode tradisional dengan metode baru (IoT). Sebagai seorang guru terlebih dahulu harus bisa menguasai IoT agar bisa mengajar dengan maksimal, bagaimana tanggapan Anda jika masih ada guru yang belum menguasai IoT ? Bagaimana pengaruh IoT dalam proses belajar antara guru dan siswa ? Dan Berikan salah satu contoh penerapan Internet of Things (IoT) pada pembelajaran kimia ?

18 komentar:

  1. Menurut saya, penerapan IoT dalam pembelajaran kimia adalah digunakannya sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum. Jadi, sarung tangan safety mampu menganalisis jenis larutan yang tersentuh baik secara langsung atau tidak langsung (melalui sistem sensor IoT) dimana dapat mendeteksi nama dari jenis larutan, serta bahaya atau tidaknya larutan tsb dan menjelaskan manfaat dari larutannya.

    Alasan saya memberikan ide tsb, karena sering kali pada saat praktikum khususnya dalam pembelajaran kimia. Siswa cenderung tidak memperdulikan bahaya dari bahan kimia yang ada disekitar mereka, sehingga terkadang ada saja yang mengalami iritasi kulit setelah melakukan praktikum dengan bahan bahan di labor.

    Manfaatnya siswa menjadi tahu nama-nama bahan kimia berserta tingkat berbahaya nya dan manfaatnya dalam proses pelarutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban saudari fanny, tadi dikatakan bahwasannya Siswa cenderung tidak memperdulikan bahaya dari bahan kimia yang ada disekitar mereka, sehingga terkadang ada saja yang mengalami iritasi kulit setelah melakukan praktikum dengan bahan bahan di labor, sehingga dilakukan penerapan IoT yaitu dengan menggunakan sarung tangan Lab yang dapat digunakan dalam proses praktikum, yang menjadi pertanyaan adalah terkadang ada juga sarung tangan yang kurang mempan akan zat-zat kimia yang berbahaya sehingga menyebabkan tangan gatal2 dan iritasi lainnya, apa yang menyebabkan hal tsb dan bagaimana solusinya ?

      Hapus
  2. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi merupakan sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan kita saat ini. Jika kita tidak proaktif maka pendidikan kita akan jauh tertinggal dan kita tidak akan mampu mengikuti perubahan dunia yang begitu cepat. Oleh sebab itu, tidak ada jalan lain bagi dunia pendidikan kita, semangat penguasaan teknologi informasi harus dikobarkan.
    Diperlukan beberapa hal agar terwujudnya pemanfaatan teknologi informasi yang optimal, diantaranya: adanya akses internet yang memadai para untuk guru dan siswa di sekolah, materi belajar, dan motivasi dari para guru untuk proaktif, memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan meningkatkan kompetensi akan penguasaan teknologi informasi agar tidak menjadi guru yang gagap teknologi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh para guru untuk peningkatan kompetensi ini misalnya dengan mengikuti pelatihan, workshop, seminar yang bisa diikuti guru baik secara tatap muka maupun secara online, bergabung dengan komunitas guru-guru yang memiliki passion yang tinggi akan IT seperti guru melek IT, guru Era Baru, guru Dahsyat dan lain lain sebagai sarana untuk saling berbagi informasi, berbagi ilmu, sehingga para guru bisa setiap saat bertambah ilmu dan mendapatkan informasi terbaru tentang metode dan media pembelajaran yang bisa diterapkan di kelasnya masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban kk wiwid, tadi dikatakan bahwasannya adanya akses internet yang memadai untuk guru dan siswa di sekolah, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jikalau di lingkungan sekolah kurangnya akses internet bahkan tidak adanya akses internet ? apa yang harus dilakukan ?

      Hapus
    2. Menurut saya. Kedepannya tidak ada lagi yg tidak ada askes internet. Mengingat skrng sudah memasukin abad 21 teknologi merupakan suatu kewajiban baik dalam melaksanaan pembelajaran. Dan masa yang akan datang smua sudah berbasis IT. Maka sudah tentu didalamnya ada senso IoT dalam menjalankan mesin atau robot itu. Jdi menurut saya tidk mgkin ada yang tidak memiliki akses internet. Karena kita smua sudah mempunyai fitur internet setiap2 daerah hanya saja mungkin kecepatan internet itu saja yg berbeda.

      Hapus
  3. saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari fero, bagaimana tanggapan Anda jika masih ada guru yang belum menguasai IoT ?
    menurut saya jika ada guru yang belum menguasai IOT itu merupakan suatu kewajaran mengingat IOT merupakan hasil pengintegrasian dari berbagai aspek kehidupan, namun jika terus menerus demikian maka proses pembelajaran yang dilakukan guru akan out of date, tidak dapat menyesuaikan dengan situasi dan tuntutan pada zaman revolusi industri 4.0 maka dari itu jikamasih ada guru yang belum menguasai perangkat dan tidak merubah mindsetnya berbasis IOT maka perlu diadakan DIKLAT maupun sosialisasi guna meningkatkan kualitas SDM guru yang ada saat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban kk rini, tadi dikatakan jika masih ada guru yang belum menguasai perangkat dan tidak merubah mindsetnya berbasis IOT maka perlu diadakan DIKLAT maupun sosialisasi guna meningkatkan kualitas SDM guru yang ada saat ini, apakah ada hal yang lain selain 2 itu ?

      Hapus
  4. menurut saya contoh IoT dalam pembelajaran kimia, misalnya untuk pembelajaran kimia yang pembalajarannya melalui pratikum, saya ingin mendesain bebuah AI dalam bentuk virtual lab (berbasis komputer). virtual tersebut dapat disambungkan dengan alat kontrol yang diciptakan/didesain. alat kontrol tersebut dapat dibuka melalui hp guru. virtual lab dapat digunakan siswa dimana saja dan memiliki sambungan internet. siswa dapat dinilai dari kinerjanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan/didesain. kinerja siswa dan jawab pertanyaan-pertanyaan yang diselesaikan oleh siswa dapat dikontrol oleh guru melalui hp/smartphone.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban dari esa, tadi dikatakan untuk pembelajaran kimia yang pembalajarannya melalui pratikum, ingin mendesain bebuah AI dalam bentuk virtual lab (berbasis komputer). virtual lab dapat digunakan siswa dimana saja dan memiliki sambungan internet. Bagaimana jika sambungan internetnya terjadi gangguan, itu jg menyebabkan terganggunya proses belajar, apa yang harus dilakukan ?

      Hapus
  5. berdasarkan hal tersebut kita bisa membuat pembelajan kimia dengan memanfaatkan IOT seperti jam tangan yang memiliki sensor kesehatan terhadap gejala stress saat belajar, sehingga secara otomatis jam tersebut akan mengeluarkan bunyi untuk merilekskan otak kita dan juga hal ini bisa dipadukan dengan AI. Maka jam tersebut kita bisa memodifikasikan dengan menampilkan layar secara hologram, misal untuk mencari materi atau menentukan proyek kimia secara secara cepat dan tepat serta memberikan gambaran langsung terhadap proyek tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. saya sependapat dengan tri bahwa dengan adanya tren IoT bisa membuat pembelajan kimia dengan memanfaatkan IOT seperti jam tangan yang memiliki sensor kesehatan terhadap gejala stress saat belajar, sehingga secara otomatis jam tersebut akan mengeluarkan bunyi untuk merilekskan otak kita dan juga hal ini bisa dipadukan dengan AI. Maka jam tersebut kita bisa memodifikasikan dengan menampilkan layar secara hologram, misal untuk mencari materi atau menentukan proyek kimia secara secara cepat dan tepat serta memberikan gambaran langsung terhadap proyek yang dimaksud

      Hapus
  6. menurut saya jika masih ada guru yang belum menguasai IoT mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
    1.Kurangnya SDM guru yang menguasai ICT
    2.Tidak mau repot atau merasa puas dengan hasil pekerjaan yang telah dicapai
    3.Sikap yang sekedar melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan atau kepala sekolah
    4.Kurangnya kemauan guru untuk belajar
    5.Kurang atau bahkan tidak adanya sarana prasarana (fasilitas internet di sekolah)
    6.Masih mahalnya tarif pemasangan internet dan perangkat tehnologi lainnya

    BalasHapus
  7. Menanggapi permasalahan kak fero mengenai contoh penerapan IoT dalam proses pembelajaran Kimia menurut saya Penerapan IOT dalam kimia meliputi beberapa hal yaitu penggunaan simulasi (animasi multimedia) dan laboratorium virtual, pelaksanaan pembelajaran menggunakan cara online (jarak jauh), penggunaan software pemodelan kimia, penggunaan sumber dan media lainnya seperti kamera digital, peralatan kimia sensor, e-mikroskop, dan sebagainya. Penggunaan IOT dalam pembelajaran kimia meliputi : penggunaan buku teks berbasis multimedia, penggunaan animasi yang menarik, dan aspek pengelolaan pelayanan IOT
    dengan penerapan IoT dalam pembelajran kimia diharapkan akan memberikan dampak positif yaitu:
    1. Sistem pembelajaran yang kompleks dapat disimulasikan.
    2. Kurikulum dapat dipusatkan pada permasalahan otentik, paralel dengan kehidupan nyata.
    3. Pemodelan dan visualisasi dapat digunakan untuk menjembatani antara pengalaman dan abstraksi.
    4. Topic-topik kontroversial dapat didiskusikan dengan para ahlinya di luar ruang kelas. Penggunaan IOT mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
    5. Meningkatkan perkembangan aspek kognitif.
    6. Memampukan pengalaman secara lebih luas, sehingga siswa dapat menghubungkan sains dengan pengalaman pribadi dan pengalaman nyata mereka,
    7. Meningkatkan manajemen diri siswa serta memampukan mereka untuk melacak tingkat kemajuan belajar, sehingga guru leluasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang mendukung pembelajaran untuk memampukan para siswa, dan
    8. Memfasilitasi koleksi data dan presentasi data tersebut, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami dan menginterpretasikan data tersebut.

    BalasHapus
  8. Guru perlu dikenalkan dengan IoT. perlu diadakannya sebuah pelatihan komputer terlebih dahulu untuk guru" yg masih belum bisa menaplikasikan IoT dalam pembelajaran.
    Iot dapat memberikan kesempatan siswa untuk mencari referensi atau sumber bacaan dari materi pelajaran yang ingin di selesaikan dan bagi guru IoT dapat mengendalikan proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan dinamis.

    BalasHapus
  9. saya sependapat dengan saudari Rini yang mengatakan "menurut saya jika masih ada guru yang belum menguasai IoT mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
    1.Kurangnya SDM guru yang menguasai ICT
    2.Tidak mau repot atau merasa puas dengan hasil pekerjaan yang telah dicapai
    3.Sikap yang sekedar melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan atau kepala sekolah
    4.Kurangnya kemauan guru untuk belajar
    5.Kurang atau bahkan tidak adanya sarana prasarana (fasilitas internet di sekolah)
    6.Masih mahalnya tarif pemasangan internet dan perangkat tehnologi lainnya",
    jika hal-hal ini dapat menghambat IoT terlaksana.

    BalasHapus
  10. memang benar, faktor dari dalam diri guru itu sendiri menjadi penghambat dala menggunakan IoT dalam pembelajaran. banyaknya guru yang tidak menguasai ICT, dan sikap acuh tak acuh dengan perkembangan zaman menjadikan guru-guru tesebut tetap pada paradigma lama.

    BalasHapus
  11. bagaimana tanggapan Anda jika masih ada guru yang belum menguasai IoT ?
    menurut saya jika masih ada guru yang belum menguasai IOT itu merupakan suatu kewajaran mengingat IOT merupakan hasil pengintegrasian dari berbagai aspek kehidupan, namun mengingat perkembangan zaman yang semakin cepqt mau tidak mau guru harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan tuntutan pada zaman revolusi industri 4.0 maka dari itu jika masih ada guru yang belum menguasai perangkat dan tidak merubah mindsetnya berbasis IOT maka perlu diadakan DIKLAT maupun sosialisasi guna meningkatkan kualitas SDM guru yang ada saat ini

    BalasHapus