Rabu, 12 September 2018

Komponen-Komponen Pokok Kurikulum



1. Kurikulum Sebagai Suatu Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
  • Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
  • Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
  • Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
  • Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
  • Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
Merujuk pada pengertian para ahli di atas mereka lebih menekankan pada kata-kata mencapai tujuan yang sama. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa sistem merupakan suatu gabungan dari komponen dan elemen yang memiliki keterkaitan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan untuk menghasilkan tujuan atau sasaran yang sama.

Level Sistem, sistem sendiri memiliki beberapa level, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
  • Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
  • Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
  • Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
  • Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
  • Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu sistem, mengapa? Karna kurikulum memiliki tujuan yang satu dan memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti sistem. Sistem adalah suatu kesatuan sejumlah elemen (objek, manusia, kegiatan, informasi, dsb) yang terkait dalam proses atau struktur dan dianggap berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi dalam mencapai satu tujuan. Jika pengertian di atas dipadukan, maka sangat mungkin dapat dikatakan bahwa kurikulum merupakan suatu sistem, karena ada sejumlah komponen dalam terbentuknya kurikulum yang saling berkaitan dan terikat, dan memiliki tujuan yang utuh.  Jika suatu sistem kurikulum dapat di analogikan dengan organisme manusia yang memiliki susunan anatomi tubuh tertentu. Maka komponen-komponen atau anatomi dari sebuah sistem kurikulum yang utama adalah tujuan, isi materi, proses atau sistem penyampaian serta evaluasi.

2. Komponen-Komponen Kurikulum
Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Empat komponen utama dari kurikulum adalah :

1.     Kompetensi Lulusan (tujuan)
Kompetensi lulusan adalah criteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap (kognitif) ,pengetahuan (knowledge) dan ketrampilan (psikomotorik) yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.
Melalui kerangka dasar kurikulum, tujuan berfungsi untuk mengarahkan dan mempengaruhi komponen-komponen lain. Tujuan pendidikan suatu negara tidak dapat dipisahkan dari tujuan negara atau falsafah negara karena pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan negara. Di dalam pendidikan nasional, tujuan umum dijabarkan pada falsafah bangsa, yakni Pancasila.
Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan pendidikan tertinggi di Indonesia. Tujuan pendidikan nasional dapat dilihat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang, yaitu tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. Sedangkan, tujuan institusional merupakan sarana pendidikan bangsa Indonesia. Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 dikemukakan tujuan umum pendidikan, di antaranya:
a. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
b. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
c. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

2.     Materi Pembelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap materi pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Materi ajar merupakan seperangkat pokok bahasan yang digunakan untuk mencapai setiap tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Materi ajar dan tujuan pembelajaran harus selaras. Apabila tujuan pendidikan mengalami perkembangan, maka materi ajar juga akan berkembang.
Materi ajar tersusun atas topik-topik dan sub topik tertentu. Tiap topik atau sub topik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang ditetapkan. Topik-topik atau sub topik kemudian membentuk suatu sekuens materi ajar. Adapun cara untuk menyusun sekuens materi ajar menurut Sukmadinata (1997, hlm. 105-106), sebagai berikut:
1.      Sekuens kronologi
Peristiwa-peristiwa sejarah, perkembangan historis suatu institusi, penemuan-penemuan ilmiah, dan sebagainya disusun berdasar sekuens kronologi.
2.      Sekuens kausal
Peserta didik dihadapkan pada peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari suatu peristiwa atau situasi lain. Melalui pembelajaran sebab, maka peserta didik akan mengetahui akibatnya.
3.      Sekuens struktural
Bagian-bagian materi ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tertentu. Penyusunan sekuens materi ajar suatu bidang studi disesuaikan dengan struktur bidang studi tersebut.
4.      Sekuens logis dan psikologis
Berdasar sekuens psikologis, materi ajar disusun dari keseluruhan kepada bagian, dari yang kompleks kepada yang sederhana.
5.      Sekuens spiral
Materi ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. Berdasar topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam topik atau pokok tertentu. Sesuatu yang populer dan sederhana kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks.
6.      Rangkaian ke belakang
Pada sekuens ini mengajar dimulai dengan masalah yang bersifat ilmiah, meliputi lima langkah, yaitu pembatasan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, pengetesan hipotesis, dan interpretasi hasil tes.
7.      Sekuens berdasar hierarki belajar
Hierarki menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik, berturut-turut sampai dengan perilaku terakhir. Prosedur pelaksanaan hierarki adalah tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis kemudian dicari suatu hierarki urutan materi ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3.     Strategi Pembelajaran
Guru merupakan tokoh sentral di dalam proses pembelajaran dan dipandang sebagai pusat informasi dan pengetahuan. Sedangkan peserta didik hanya dianggap sebagai obyek yang secara pasif menerima sejumlah informasi dari guru. Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual.
Strategi pembelajaran yang berorientasi pada guru tersebut mendapat reaksi dari kalangan progresivisme. Menurut kalangan progresivisme, yang seharusnya aktif dalam suatu proses pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Peserta didik secara aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya, sekaligus menentukan bagaimana cara-cara yang paling sesuai untuk memperoleh materi dan mencapai tujuan belajarnya. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik mendapat dukungan dari kalangan rekonstruktivisme yang menekankan pentingnya proses pembelajaran melalui dinamika kelompok.
Dalam hal ini, guru tidak banyak melakukan intervensi. Peran guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan guider. Sebagai fasilitator, guru berusaha menciptakan dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didiknya. Sebagai motivator, guru berupaya untuk mendorong dan menstimulasi peserta didiknya agar dapat melakukan perbuatan belajar. Sedangkan sebagai guider, guru melakukan pembimbingan dengan berusaha mengenal para peserta didiknya secara personal.
Selanjutnya, dengan munculnya pembelajaran berbasis teknologi yang menekankan pentingnya penguasaan kompetensi membawa implikasi tersendiri dalam penentuan strategi pembelajaran. Meski masih bersifat penguasaan materi atau kompetensi seperti dalam pendekatan klasik, tetapi dalam pembelajaran teknologis masih dimungkinkan bagi peserta didik untuk belajar secara individual. Peran guru dalam pembelajaran teknologis lebih cenderung sebagai director of learning, yang berupaya mengarahkan dan mengatur peserta didik untuk melakukan perbuatan-perbuatan belajar sesuai dengan apa yang telah didesain sebelumnya.
Ada beberapa unsur dalam  strategi pembelajaran untuk melakasanakan suatu kurikulum, yakni:
1.      Tingkat dan jenjang pendidikan
Dalam sistem pendidikan kita dewasa ini ada tiga ketegori pendidikan foramal yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah (pertama dan atas) dan pendidikan tinggi.
Adanya perbedaan kategori jenis sekolah menyebabkan adanya perbedaan dalam hal komponen kurikulum. Misalnya perbedaan tujuan institusional, perbedaan isi dan strukutur pendidikan, perbedaan strategi pelaksanaan kurikulum, perbedaan sarana kurikulum, perbedaan system evaluasi dan lain sebagainya.
2.      Proses belajar mengajar
Pada hakekatnya pelaksaan kurikulum berfungsi untuk mempengaruhi anak didik untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan nyata mempengaruhi anak didik dalam suatu situasi yang memungkinkan terjadinya interaksi antara anak didik denagn guru siswa dan siswa serta sisiwa dengan lingkungan beljaranya.
Komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajra-mengajar mencapai tujuan pembelajaran adalah bahan pengajaran atau isi pengajaran,metode mengajar dan alat bantu pengajaran serta penilaian dan evaluasi.
3.      Bimbingan penyuluhan
Proses belajar mengajar sebagai operasionalisasi dari kurikulum tidak semulus seperti yang diharapkan. Siswa sering tidak menguasai materi sehingga tujuan pendidikan tidak tercapai, maka upaya mengatsi kendala dengan diadakan kegiatan dinamakan bimbingan penyuluhan yang ditangani oleh counselor.
4.      Adminisrtasi dan supervise
Pelaksanaan kurikulum menuntut adanya upaya kerjasama yang terencana, terpola dan terprogram agar tujuan pendidikan dapat tercapai optimal. Upaya tersebut berkenaan dengan administrasi. Wujud operasional kegiatan ini mencakup bidang pengajaran, bidang keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat.
Sisi lain yang erat dengan administrasi pendidikan ada;ah supervisi. Supevisi adalah bantuan yang diberikan kepada seluruh staf, khususnya guru untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang efeektif dan efisien.
5.      Sarana kurikuler
Saran walaupun bersifat teknis namun mempunyai kontribusi yang tinngi terhadap kurikulum. Sarana kurikuler yang menunjang pelaksanaan kurikulum antara lain adalah sarana instruksional, sarana material, sarana personil.
6.      Evaluasi atau penilaian
Penilaian berfungsi sebagai control terhadap keberhasilan pembelajaran. Karena dari evaluasi dapat diketahui tingkat penguasaan tujuan pengajaran oleh siswa dalam hasil belajar yang dicapainya.

4.     Penilaian (Evaluasi)
        Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Sebagaimana dikemukakan oleh Wright bahwa : “curriculum evaluation may be defined as the estimation of growth and progress of students toward objectives or values of the curriculum”
Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektivitas saja, namun juga relevansi, efisiensi, kelaikan (feasibility) program.
Pada bagian lain,dikatakan bahwa luas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut. Salah satu komponen kurikulum penting yang perlu dievaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar siswa.
Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik, demikian juga dalam pencapaian tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Secara umum evaluasi dibedakan menjadi dua yaitu:
a)      Evaluasi hasil belajar
Dalam lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan sumatif.
1)      Evaluasi Formatif
Ditujukan untuk menilai pengusaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar atau kompetensi dasar dalam jangka waktu yang relative pendek. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah siswa mempelajari satu pokok bahasan.

2)      Evaluasi Sumatif
Ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan atau kompetensi yang lebih luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. Seperti satu semester, satu tahun atau selama jenjang pendidikan.
b)      Evaluasi Proses Pembelajaran
Komponen yang dievaluasi dalam pembelajaran bukan hanya hasil belajar mengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan program pembelajaran, metode, media serta komponen evaluasi pembelajaran.
Untuk mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes, tetapi digunakan bentuk-bentuk non tes seperti observasi, studi documenter, angket dan lain-lain.
Ada beberapa prinsip evaluasi pendidikan yang harus diperhatikan oleh evaluator dalam menjalankan tugasnya. Prinsip tersebut adalah:
1.      Evaluasi harus mengacu pada tujuan pembelajaran
2.      Evaluasi harus dilaksanakan secara obyektif
3.      Evaluasi harus dilaksanakan secara komprehensif atau menyeluruh
4.      Evaluasi harus dilaksakan secara terus menerus (kontinyu)

Pertanyaan :

  1.Komponen kurikulum itu menempati posisi yang sangat strategis dalam kebijakan       pendidikan di Indonesia. Pendidikan merupakan hal yang harus terencana dan dikonsep secara matang dengan desain yang sebaik-baiknya sehingga tujuan dari pendidikan bisa dicapai. Bagaimana kaitan antara pendidikan dengan komponen-komponen kurikulum ?

  2.Dalam komponen kurikulum terdapat strategi pada proses pembelajaran. Bagaimana strategi itu bisa berjalan dengan lancar sehingga interaksi antara siswa dengan guru dan siswa dengan lingkungan belajaranya dapat berjalan dengan baik ?

3.Evaluasi juga termasuk dalam komponen kurikulum. Apakah evaluasi ditujukan untuk     mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut ?

15 komentar:

  1. saya akan menjawab pertanyaan no. 3 menurut saya proses evaluasi harus dilakukan secara keseluruhan maupun pada tiap komponennya, ini ditinjau lagi dari masalah apa yang dihadapi, jika masalah yang timbul akibat kerancuan pada komponen tujuan, maka komponen tujuan yang diperbaiki, namun tidak serta merta diterapkan, dicocokkan dlu dengan komponen yang lainnya. untuk melihat maalah pada keterlaksanaan kurikulum k13 secara keseluruhan maka evaluasi yang dilakukan menyeluruh, pada tiap instrumen dan komponennya perlu ditelaah lebih lanjut guna mendapatkan alternatif solusi penyelesaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban dari saudari Rini,tadi dikatakan bahwa evaluasi harus dilakukan secara keseluruhan maupun pada tiap komponennya, ini ditinjau lagi dari masalah apa yang dihadapi, jika masalah yang timbul akibat kerancuan pada komponen tujuan, maka komponen tujuan yang diperbaiki, namun tidak serta merta diterapkan, yang menjadi pertanyaan bagaimana jika komponen tujuan tidak bisa diterapkan ?

      Hapus
  2. Ingin menjawab nomor 2. Strategi itu bisa di implementasikan jika ada metode yang sudah di susun agar strategi yg sudah di buat bisa di jalankan. Tanpa adanya metode atau cara implementasinya tentu strategi tidak berjalan dgn baik. Dalam penggunaan metode tdi pun harus ada pendekatan yang digunakan agar dalam pelaksanaan lebih luwes dan terarah untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan. Dan untuk mewujudkan tujuan tdi pun tidak mudah karena tidak adanya strategi dam metode tdi. Disini strategi, metode dan pendekatan sangat berkaitan satu sama lain untuk menyampaikan atau mewujudkan suatu yg telah kita buat atau kita susun untuk mencapai tujuan tdi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan dian untuk permasalahan kedua bahwa Strategi itu bisa diimplementasikan jika ada metode yang sudah di susun agar strategi yg sudah di buat bisa di jalankan. Tanpa adanya metode atau cara implementasinya tentu strategi tidak berjalan dgn baik. Dalam penggunaan metode tdi pun harus ada pendekatan yang digunakan agar dalam pelaksanaan lebih luwes dan terarah untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan

      Hapus
  3. Menanggapi permasalahan yang ke 1 yaitu kaitan antara pendidikan dengan komponen kurikulum.
    Yang mana telah dijelaskan pendidikan merupakan hal yang harus terencana dan dikonsep secara matang dengan desain yang sebaik-baiknya sehingga tujuan dari pendidikan bisa dicapai.
    Rencana dalam pendidikan yang berbentuk kurikulum akan didesain berdasarkan komponen-komponen kurikulum tsb.sehingga hubungan dapat dilihat bahwa pendidikan sangat erat hubungannya dengan komponen-komponen kurikulum yang mana komponen" ini akan menjadi konsep dari pendidikan itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban dari saudari esa, tadi dikatakan bahwa Rencana dalam pendidikan yang berbentuk kurikulum akan didesain berdasarkan komponen-komponen kurikulum tersebut, sehingga hubungan dapat dilihat bahwa pendidikan sangat erat hubungannya dengan komponen-komponen kurikulum yang mana komponen" ini akan menjadi konsep dari pendidikan itu sendiri, yang menjadi pertanyaan adalah apakah untuk membuat suatu konsep pendidikan diperlukan semua komponen-komponen kurikulum ?

      Hapus
  4. Menjawab permasalahan ketiga, luas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut. Salah satu komponen kurikulum penting yang perlu dievaluasi adalah berkenaan dengan proses dan hasil belajar siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya menambahkan dari pendapat rini proses evaluasi harus dilakukan secara keseluruhan maupun pada tiap komponennya, ini ditinjau lagi dari masalah apa yang dihadapi, jika masalah yang timbul akibat kerancuan pada komponen tujuan, maka komponen tujuan yang diperbaiki, namun tidak serta merta diterapkan, dicocokkan dlu dengan komponen yang lainnya. untuk melihat maalah pada keterlaksanaan kurikulum k13 secara keseluruhan maka evaluasi yang dilakukan menyeluruh, pada tiap instrumen dan komponennya perlu ditelaah lebih lanjut guna mendapatkan alternatif solusi penyelesaian

      Hapus
  5. evaluasi kurikulum adalah suatu tindakan penilaian, penjaminan dan penetapan mutu kurikulum, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk akuntabilitas pengembang kurikulum dalam rangka menentukan keefektifan kurikulum, senagkan penilaian hasil belajar adalah suatu kegiatan pengumpulan, pengolahan dan penafsiran informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu untuk membuat suatu keputusan. evaluasi perencanaan dan pengembangan, hasil evaluasi ini sangat diperlukan untuk mendesain kurikulum. Sasaran utamanya adalah memberikan tahap awal dalam penyusunan kurikulum. Persoalan yang disoroti menyangkut tentang kelayakan dan kurikulum. Hasil evaluasi ini dapat meramalkan kemungkinan implementasi kurikulum serta keberhasilannya. Pelaksanaan evaluasi dilakukan sebelum kurikulum disusun dan dikembangkan.
    Evaluasi monitoring, evaluasi ini dimaksudkan untuk memeriksa apakah kurikulum mencapai sasaran secara efektif, dan apakah kurikulum terlaksana sebagaimana mestinya.
    Evaluasi dampak, evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh suatu kurikulum. Dampak ini dapat diukur berdasarkan criteria keberhasilan sebagai indicator ketercapaian tujuan kurikulum.
    Evaluasi efisiensi-ekonomis, evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai tingkat efisiensi kurikulum. Untuk itu diperlukan perbandingan antara jumlah biaya, tenaga dan waktu yang diperlukan dalam kurikulum dengan kurikulum lainnya yang memiliki tujuan yang sama.
    Evaluasi program kompehensif, evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai kurikulum secara menyeluruh mulai ari perencanaan, pengembangan, implementasi, dampak serta tingkat keefekfan dan efisiensi.
    jadi dalam mengevaluasi kurikulum tergantung pada bagian mana yg ingin di evaluasi.

    BalasHapus
  6. Menanggapi pertanyaan nomor tiga, pada komponen evaluasi terdapat tujuan evaluasi dan dapat ditinjau dari tiga dimensi, yakni dimensi I (formatif-sumatif), dimensi II (proses-produk) dan dimensi III (operasi keseluruhan proses kurikulum atau hasil belajar siswa).
    a) Dimensi I
    Formatif : evaluasi dilakukan sepanjang pelaksanaan kurikulum. Data dikumpulkan dan dianalisis untuk menemukan masalah serta mengadakan perbaikan sedini mungkin.
    Sumatif : proses evaluasi dilakukan pada akhir jangka waktu tertentu, misalnya pada akhir semester, tahun pelajaran atau setelah lima tahun untuk mengetahui evektifitas kurikulum dengan menggunakan semua data yang dikumpulkan selama pelaksanaan dan akhir proses implementasi kurikulum
    b) Dimensi II
    Proses : yang dievaluasi ialah metode dan proses dalam pelaksanaan kurikulum. Tujuannya ialah untuk mengetahui metode dan proses yang digunakan dalam implementasi kurikulum. Metode apakah yang digunakan? Apakah tepat penggunaannya? Apakah berhasil baik atau tidak? Kesulitan apa yang dihadapi?
    Produk : yang dievaluasi ialah hasil-hasil yang nyata, yang dapat dilihat dari silabus, satuan pelajaran dan alat-alat pelajaran yang dihasilkan oleh guru dan hasil-hasil siswa berupa hasil test, karangan, termasuk tesis, makalah, dan sebagainya.
    c) Dimensi III
    Operasi : disini dievaluasi keseluruhan proses pengembangan kurikulum termasuk perencanaan, desain, implementasi, administrasi, pengawasan, pemantauan dan penilaiannya. Juga biaya, staf pengajar, penerimaan siswa, pendeknya seluruh operasi lembaga pendidikan itu
    Hasil belajar siswa : disini yang dievaluasi ialah hasil belajar siswa berkenaan dengan kurikulum yang harus dicapai, dinilai berdasarkan standar yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan determinan kurikulum, misi lembaga pendidikan serta tuntutan dari pihak konsumen luar

    BalasHapus
  7. Menjawab pertanyaan kedua dimana strategi dalam proses pembelajaran harus bersinergi dengan siswa dan guru. Strategi yg di buat oleh pendidik harus sesuai dengan tujuan kurikulum,, Proses kegiatan belajar mengajar merupakan mata rantai yang menghubungkan antara guru dan siswa untuk menciptakan komunikasi yang baik sehingga proses pembelaran dapat berjalan dengan efektif. Kedua belah pihak, baik guru dan siswa harus bersinergi , dimana guru harus dapat menyampaikan materi dengan baik dan siswa juga harus dapat memahami dan menyerap materi dengan baik. Jika keduanya dapat memahami dan menyadari tugasnya masing-masing maka akan tercipta komunikasi pembelajaran yang kondusif.

    Cara guru mengajar pada jaman sekarang tentunya tidak dapat disamakan pada saat jaman guru tersebut sekolah. Sekarang siswa sudah hidup di abad 21, siswa tidak bisa dipaksakan untuk menerima kondisi di era 80- an atau 90-an. Jadi kecocokan antara siswa dan guru tersebut mutlak diciptakan oleh kedua belah pihak seperti kecocokan antara mur dan bautnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya swtuju dengan pendapat widia dimana strategi dalam proses pembelajaran harus bersinergi dengan siswa dan guru. Strategi yg di buat oleh pendidik harus sesuai dengan tujuan kurikulum, maka jika sudah saling melakukan tugas masing2 akan bisa telaksana strategi pembelajaran sesuai harapan, karena jika guru tanpa menerapkan strategi makan akan muncul kebosanan dalam diri siswa dan tidak sesuai dgn harapan

      Hapus
  8. menanggapi permasalahn nomor satu kaitan setiap komponen dalam pendidikan yaitu Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Bahkan rumusan tujuan menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
    Strategi berkaitan dengan upaya yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Strategi yang ditetapkan dapat berupa strategi yang menempatkan siswa sebagai pusat dari setiap kegiatan, ataupun sebaliknya. Strategi yang berpusat kepada siswa biasa dinamakan teacher centered. Strategi yang bagaimana yang dapat digunakan sangat tergantung kepada tujuan dan materi kurikulum.
    Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang diterapkan.

    BalasHapus

  9. agar strategi dapat berjalan dengan lancar, sebagai guru harus dapat menganalisis terlebih dahulu apa yang di butuhkan siswa. Artinya, kita harus tau komponen kurikulum yg 1 yaitu tujuan dan 2 Isi. sehingga dengan berpedoman pada kedua komponen ini guru dapat menentukan metode, model, media apa saja yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengembangkan potensinya.
    dan tahap evaluasi sangat diperlukan dalam pembelajaran. menurut saya, semua komponen harus di evaluasi. Karna dari hal ini kita dapat membuat sebuah program pengajaran yang optimal

    BalasHapus
  10. untuk pertanyaan "Evaluasi juga termasuk dalam komponen kurikulum. Apakah evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi keseluruhan sistem kurikulum atau komponen-komponen tertentu saja dalam sistem kurikulum tersebut ?'
    menurut saya proses evaluasi itu tidak hanya evaluasi secara keseluruhan saja, tidak hanya komponen-komponen tertentu saja, semuanya di evaluasi, termasuk pertahap, perkomponen, bahkan setelah jadi dan dilakukan penerapan pun dilakukan kembali evaluasi.

    BalasHapus