Senin, 11 Maret 2019

Materi 6 : Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi


Kata argumentasi berasal dari kata “argumen” yang bearti alasan. Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut. Menurut Siegel (1995) argumentasi memainkan peran penting dalam membangun penjelasan, model dan teori-teori. Sesuai pendapat Mc.Neill (2006) dalam Pritasari et al. (2016) argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti.

Ketiga komponen argumentasi ilmiah ini dijelaskan sebagai berikut
  1. Klaim: pernyataan tentang fenomena atau kejadian.
  2. Bukti: fakta dari pengukuran dan pengamatan, yang dikumpulkan selama investigasi, yang mendukung klaim.
  3. Alasan ilmiah: fakta ilmiah atau pengetahuan yang menjelaskan hubungan antara bukti dan klaim.

Sedangkan menurut Toulmin (2003), argumentasi terdiri dari unsur-unsur berikut: a) Klaim, merupakan pernyataan yang disajikan dalam menanggapi sebuah masalah, b) Data, meliputi bukti atau dukungan pada saat klaim dibuat, c) Warrant/jaminan, yang mendukung hubungan antara klaim dan data, d) Backing/dukungan, dikenal sebagai pendukung dari warrant, e) Qualifier, yang merupakan istilah yang menunjukkan sifat kemungkinan klaim, dan f) Reservation, mengacu pada kondisi dimana warrant tidak akan bertahan dan tidak dapat mendukung klaim. Unsur-unsur ini merupakan 13 dasar dari tulisan argumentatif dan kerangka untuk menulis esai argumentatif.


Instrumen Penilaian Kemampuan Argumentasi Ilmiah  Berorientasi Science Writing Heuristic (SWH)
No
Aspek yang dinilai
Skala penilaian
Skor
1
2
3
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 
4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis
Jumlah


Keterangan Skala Nilai Tiap Aspek
No
Aspek penilaian
Skala
Keterangan skala nilai
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
3
Menyertakan ˃ 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Menyertakan 50% - 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
1
Hanya menyertakan ˂ 50% data hasil penyelidikan dengan format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
3
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˃ 5 klaim dengan benar.
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak 3 – 5 klaim dengan benar.
1
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˂ 3 klaim dengan benar.
3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 
3
Mampu menjelaskan data/bukti dari 3 – 4 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
2
Mampu menjelaskan data/bukti dari 2 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
1
Mampu menjelaskan data/bukti dari 1 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran
dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
3
Mampu menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim) pada laporan koloid.
2
Mampu menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan/atau eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim) pada laporan koloid.
1
Tidak menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal (tidak keduanya) untuk mendukung pernyataan (klaim).
5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis
3
Mampu mengkaitkan argumen dengan hipotesis pada laporan koloid.
2
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis pada laporan koloid.
1
Tidak mengkaitkan argumen  dengan hipotesis.
(Walker, 2011)


RUBRIK PENILAIAN SOAL POSSTEST

Pertemuan ke-1
Kompetensi Dasar
Indikator Soal
No
Soal
Jawaban
Level/
Skor
3.8   Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
Mengelompokkan sifat larutan elektrolit  dan non-elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
.
1
Manakah diantara larutan dibawah ini yang termasuk dalam larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Berikan bukti serta alasanmu!

Larutan
Pengamatan
Nyala lampu
Gelembung gas
Alkohol (C2H5OH)
Tidak menyala
Tidak ada
H3PO4
Nyala redup
Sedikit
HNO3
Nyala terang
Banyak
CH3COOH
Nyala redup
Sedikit
Garam (NaCl)
Nyala terang
Banyak
Gula (C12H6O12)
Tidak menyala
Tidak ada
HF
Nyala redup
Sedikit
HCl
Nyala terang
Banyak
Urea
Tidak menyala
Tidak ada
Memberikan 3 jawaban dari C, E, R dan relevan.
Claim : Larutan elektrolit :  Natrium Klorida (HCl), garam (NaCl), Asam nitrat (HNO3), Asam asetat (CH3COOH), asam fospat (H3PO4) dan HF. Larutan non-elektrolit : Gula (C12H6O12), Alkohol (C2H5OH) dan Urea.
5/100
Evidence : Larutan elektrolit ditandai dengan  menyala lampu terang dan nyala lampu redup serta terdapat gelembung gas sedangkan larutan non-elektrolit ditandai dengan lampu tidak menyala serta tidak ada gelembung gas.
Reasoning : Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5
Menganalisis bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.
2
Jenis ikatan
Lelehan/cairan
Larutan
HCl
(kovalen polar)
Tidak menghantarkan listik
Menghantarkan arus listik
NaCl
(ion)
Menghantarkan listik
Menghantarkan arus listik
Urea
(kovalen non polar)
Tidak menghantarkan listik
Tidak menghantarkan arus listik
CH3COOH
(Kovalen polar)
Tidak menghantarkan listik
Menghantarkan arus listik
Berdasarkan data tersebut, kelompokakan jenis larutan kedalam larutan elektrolit dan non-elektrolit serta jelaskan hubungan jenis ikatan pembentuk senyawanya dan fase zat (lelehan/cairan dan larutan) dengan kekuatan daya hantar listriknya!
Memberikan 3 jawaban benar dari C, E, R dan relevan.
Claim : Yang termasuk kedalam jenis larutan elektrolit yaitu  NaCl, CH3COOH, dan HCl. Sedangkan larutan non-elektrolit yaitu Urea.
5/100
Evidence : Pada larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dan lelehan/cairanya  dapat menghantarkan arus listrik dan ada juga yang tidak dapat menghantarkan listrik. Sedangkan pada larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik dan lelehan/cairannya juga tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Karena didalam larutan elektrolit terdapat senyawa ion dan senyawa kovalen polar yang terionisasi sempuna atau sebagian dan memiliki derajat ionisasi (α = 1) atau  (0 < ɑ < 1). Sedangkan larutan non-elektrolit terdapat senyawa non-polar yang tidak terionisasi dan memiliki derajad ionisasi (ɑ = 0).
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5


Pertemuan ke-2
Kompetensi Dasar
Indikator Soal
No
Soal
Jawaban
Level/
Skor
3.8 Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.

Mengelompokkan  sifat larutan elektrolit  kuat dan lemah berdasarkan daya hantar listriknya.
1
Manakah diantara larutan dibawah ini yang termasuk dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non-elektrolit. Berikan bukti serta alasanmu!

Larutan
Pengamatan
Nyala lampu
Gelembung gas
Gula (C12H6O12)
Tidak menyala
Tidak ada
Garam (NaCl)
Nyala terang
Banyak
CH3COOH
Nyala redup
Sedikit
HNO3
Nyala terang
Banyak
Urea
Tidak menyala
Tidak ada
HF
Nyala redup
Sedikit
HCl
Tidak menyala
Tidak ada
Alkohol (C2H5OH)
Nyala terang
Banyak
H3PO4
Nyala redup
Sedikit
Memberikan 3 jawaban dari C, E, R dan relevan.
Claim : Larutan elektrolit kuat yaitu Asam nitrat (HNO3), Natrium Klorida (HCl) dan larutan garam (NaCl). Larutan elektrolit lemah yaitu Asam asetat (CH3COOH), asam fospat (H3PO4) dan HF. Larutan non-elektrolit yaitu Gula (C12H6O12), Alkohol (C2H5OH) dan urea.
5/100
Evidence : Larutan elektrolit kuat ditandai dengan nyala lampu terang dan terdapat banyak gelembung gas. Larutan elektrolit lemah ditandai dengan  menyala lampu redup bahkan lampu tidak menyala serta terdapat sedikit gelembung gas. Larutan non-elektrolit ditandai dengan lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
Reasoning : Karena larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik sangat baik. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik kurang baik. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5
Mengelompokkan sifat larutan elektrolit  kuat dan lemah berdasarkan daya hantar listriknya
2
Berikut hasil percobaan:
Larutan
Lampu
Perubahan
CaCl2 0,10 M
Nyala terang
Banyak gas
CH3COOH 0,01 M
Redup
Sedikit gas
C2H5OH 0,10 M
Padam
Tidak ada gas
NaOH 0,01 M
Nyala terang
Banyak gas
NH4OH 0,10 M
Padam
Sedikit gas
Dari data diatas yang termasuk kedalam larutan elektrolit kuat, lemah dan non-elektrolit adalah? Jelaskan!
(soal ebtanas tahun 2003)
Memberikan 3 jawaban dari C, E, R dan relevan.
Claim : Larutan elektrolit kuat yaitu  CaCl2 0,10 M dan NaOH 0,01 M. Larutan elektrolit lemah yaitu CH3COOH 0,01 M. Larutan non-elektrolit yaitu  C2H5OH 0,10 M dan NH4OH 0,10 M.
5/100
Evidence : larutan elektrolit kuat ditandai dengan nyala lampunya terang dan terdapat banyak gelembung gas. Larutan elektrolit lemah ditandai dengan nyala lampunya redup dan terdapat sedikit gelembung gas. Larutan non-elektrolit ditandai dengan lampunya mati dan tidak ada gelembung gas.
Reasoning : Karena larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik sangat baik. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik kurang baik. Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5


Pertemuan ke-3
Kompetensi Dasar
Indikator Soal
No
Soal
Jawaban
Level/ Skor
3.8 Menganalisis sifat  larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.

Mengelompokkan  sifat larutan elektrolit  dengan kadar garam yang berbeda.
1
Dengan larutan yang berbeda dan konsentrasi yang berbeda, manakah larutan dibawah ini yang merupakan elektrolit kuat dan lemah?

Larutan
Lampu
Perubahan elektroda
H3PO4 0,2 M
Redup
Sedikit gelembung gas
Na2SO4(aq) 0,4 M
Nyala terang
Banyak gelembung gas
CH3COOH 0,1 M
Redup
Sedikit gelembung gas
H2SO4(aq) 0,1 M
Nyala terang
Banyak gelembung gas
Memberikan 3 jawaban dari C, E, R dan relevan.
Claim : larutan elektrolit kuat yaitu Na2SO4(aq) 0,4 M dan H2SO4(aq) 0,10 M. Larutan elektrolit lemah yaitu H3PO4 0,2 M dan CH3COOH0,1 M.
5/100
Evidence : larutan elektorlit kuat ditandai dengan lampunya nyala terang dan terdapat banyak gelembung gas disekitar elektroda. Larutan elektrolit kuat ditandai dengan lampunya redup dan terdapat sedikit gelembung gas disekitar elektroda.
Reasoning : semakin tinggi konsentrasi suatu larutan maka semakin tinggi pula daya hantar listriknya. Hal ini disebabkan jumlah partikelnya lebih banyak sehingga ionnya juga lebih banyak. Dengan kata lain, larutan elektrolit kuat sebagian besar molekul dalam zat elektrolit terurai menjadi ion, sedangkan larutan elektrolit lemah hanya sebagian kecil molekul yang mengion.
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5
Mengelompokkan sifat larutan elektrolit  dengan kadar garam yang berbeda.
2
Dilakukan percobaan uji daya hantar larutan dengan menggunakan baterai 2 volt. Bahan-bahan yang digunakan adalah asam klorida 3 M, 2 M, 1 M. Hasil percobaan larutan asam klorida tersebut berturut-turut ditunjukkan pada gambar berikut.
            1                     2                    3
Dari gambar tersebut, tentukan larutan mana yang menunjukkan 3 M, 2 M dan 1 M? Jelaskan!
Memberikan 3 jawaban dari C, E, R dan relevan.
Claim : larutan nomor 1 yaitu 3 M, nomor 2 yaitu 2 M dan nomor 3 yaitu 1 M
5/100
Evidence : larutan nomor 1 ditandai dengan lampu nyala terang dan terdapat banyak gelembung gas. Larutan nomor 2 ditandai dengan nyala lampu redup dan terdapat sedikit gelembung gas. Larutan nomor 3 ditandai dengan lampu tidak menyala dan tidak terdapat gelembung gas.
Reasoning : karena semakin besar konsentrasi suatu larutan, semakin banyak pula kemungkinan ion yang akan terbentuk/ (derajat ionisasi semakin besar). Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik adalah adanya ion-ion yang bergerak bebas karena proses ionisasi.
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 2 yang relevan
4/75
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi 1 yang relevan
3/50
Memberikan jawaban dari C, E, R tetapi tidak relevan
2/25
Tidak menjawab
1/5




Permasalahan :
1.      Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
2.      Apa saja yang menjadi kesulitan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi ? Dan bagaimana solusinya ?
3.      Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi yang baik dan benar ?


13 komentar:

  1. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi yang baik dan benar ?
    .
    Berdasarkan jurnal Analysis of Instructor Facilitation Strategies and Their Influences on Student Argumentation: A Case Study of a Process Oriented Guided Inquiry Learning Physical Chemistry Classroom oleh Standford dkk, Pola Argumentasi Toulmin terdiri dari beberapa komponen yang menandakan adanya argumentasi yang keluar dari diri siswa yakni (1) claim atau pernyataan posisi (PP), (2) data atau fakta (D), (3) warrant atau jaminan (J), (4) backing atau pendukung (P), (5) rebuttal atau pengecualian atau bantahan. Menurut saya, dalam membuat rubrik penilaian argumentasi tentunya harus memperhatikan beberapa hal yaitu merancang soal atau instrumen yang dapat memunculkan komponen argumentasi. Biasanya pada anak SMA hanya sebatas komponen Claim, Data, Reasoning. Dalam memunculkan ketiga aspek argumentasi maka dibutuhkan adanya rangsangan contohnya seperti gambar, tabel, data percobaan, dll. Dalam pembelajaran kimia rangsangan dapat berupa data percobaan dimana ditimbulkan suatu pertanyaan dari data tersebut sehingga siswa menganalisis dan mengkritisi berdasarkan fakta yang ada dan merangsang siswa untuk mengeluarkan claimnya berdasarkan bukti (evidence) yang ada lalu setelah itu baru muncul reasoning dimana alasan yang mendukung claim dari yang siswa buat berdasarkan data(bukti) yang ada. Menurut saya untuk argumentasi lisan dan tulisan sama sama harus memunculkan komponen argumentasi tersebut, yang membedakan tekniknya saja lisan berupa wawancara sedangkan tertulis berupa soal atau lembar observasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan kk fanny. Hal hal yg harus di perhatikan yaitu 3 aspek dalam argumentasi tersebut yaitu claim data dan reasoing untuk anak tingkat 3 SMA. dan harus menjabarkan indikator indikator yang mencakup 3 aspek tersebut.
      Untuk melihat efektif atau tidak itu harus di uji validasi terlebih dahulu karena ini membuat sebuah instrumen atau alat ukur.

      Hapus
  2. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi yang baik dan benar ?

    menurut saya yang harus diperhatikan dalam penilaian argumentasi yaitu harus memiliki klaim, bukti dan alasan penalaran yang kuat dan persuasif. Dalam argumentasi ilmiah klaim, bukti, dan penalaran yang kuat dan persuasif memiliki karakteristik tertentu, yaitu sebagai berikut (Georgia Tech n.d, diakses 21 Februari 2016):
    a) Karakteristik klaim yang kuat dan persuasif
    1) Jawaban dari pertanyaan yang diminta
    2) Berdiri sendiri dengan mengulang pertanyaan dalam
    kalimat lengkap
    3) Menjelaskan sebab dan akibat (klaim saya adalah _____
    karena _____)

    b) Karakteristik bukti yang kuat dan persuasif
    1) Fakta yang ditemukan dalam analisis data
    2) Beberapa percobaan atau pengamatan dilaporkan dan
    dianalisis
    3) Bukti secara ilmiah benar dan sesuai dengan pertanyaan
    4) Cukup, lebih dari satu potongan bukti yang tepat

    c) Karakteristik penalaran ilmiah yang kuat
    1) Termasuk kosakata ilmu yang tepat atau secara istilah
    2) Sepenuhnya menjelaskan fakta-fakta ilmiah yang
    menghubungkan bukti dan klaim
    3) Jawaban mengapa dan/atau bagaimana pola bukti terjadi
    dan mendukung klaim

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan saudara rini tentang hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi yang baik dan benar yaitu harus memiliki klaim, bukti dan alasan penalaran yang kuat dan persuasif sebagaimana teori Georgia yang telah dikemukakan oleh rini.

      Hapus
  3. saya akan mencoba menjawab pertanyaan fero, yakni Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
    menurut saya cara untuk melihat keefektifan rubrik penilaian argumentasi ini yakni dengan melihat kesesuaian antara aspek argumentasi, indikator yang dijabarkan serta kriteria skor yang dibuat. jika penuruan indikator dari aspek sudah tercover dengan baik dan kriteria skor yang dibuat tidak bias (memiliki batas yang jelas) maka suatu rubrik penilaian tsb dapat efektif/ tepat guna dalam menilai, selain itu yang perlu dilihat juga yakni karakteristik materi apakah memungkinkan untuk memunculkan kemampuan argumentasi siswa. selain itu juga kemampuan siswa dikelas itu sendiri apakah sudah mampu atau belum untuk dinilai dengan rubrik tsb. jika siswa kemampuan argumentasinya masih rendah maka, tidak bisa langsung serta merta untuk dinilai argumentasinya, melainkan perlu latihan sehingga ssiwa terbiasa untuk menghadapi penilaian berbasis argumentasi skills

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan kk rini, menambahkan bahwa dalam indikator tersebut harus sesuai dengan karakteristik materi. dalam hal ini indikator argumentasi yaitu klaim adalah dugaan, kesimpulan, penjelasan, atau pernyataan deskriptif yang menjawab pertanyaan penelitian. Klaim tersebut sesuai dan didukung oleh komponen bukti yang mengacu pada pengukuran, pengamatan, atau bahkan temuan dari penelitian lain yang telah dikumpulkan, dianalisis, dan kemudian ditafsirkan oleh para peneliti. Kemudian bukti ini didukung dan dijelaskan oleh sebuah pembenaran. Pembenaran omponen bukti dari argumen ini adalah satu atau dua pernyataan yang menjelaskan pentingnya dan relevansi bukti dengan menghubungkan ke prinsip tertentu, konsep, atau asumsi yang mendasarinya.

      Hapus
  4. Pola Argumentasi Toulmin terdiri dari beberapa komponen yang menandakan adanya argumentasi yang keluar dari diri siswa yakni (1) claim atau pernyataan posisi (PP), (2) data atau fakta (D), (3) warrant atau jaminan (J), (4) backing atau pendukung (P), (5) rebuttal atau pengecualian atau bantahan. untuk siswa SMA, yang bisa dilakukan pada 3 aspek dalam argumentasi tersebut yaitu claim, data dan reasoing. untuk melihat keefektifannya, perlu diujicoba dan dilihat keseuaian rubrik dengan indikator-indikator. tentunya jabaran dari indikator-indikator ini termaktup didalam rubrik yang dibuat.

    BalasHapus
  5. Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
    keefektifan ini bisa dilihat pada saat instrumen divalidasi oleh ahli, dimana ahli akan memperkirakan seberapa besar potensi rubrik penilaian ini dapat digunakan. setelah divalidasi untuk menguji keefektifannya penilaian ini digunakan saat proses pembelajaran berlangsung.
    2.      Apa saja yang menjadi kesulitan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi ? Dan bagaimana solusinya ?
    kesulitannya adalah kita harus benar" mengerti karakteristik siswa dan indikator apa yang ingin kita capai. kalau siswa kita baru mengenal kemampuan argumentasi, tidak bisa kita memasukkan 6 indikator kemampuan argumentasi.

    BalasHapus
  6. Untuk menjawab permalasalahan mengenai Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi, Menurut saya sama seperti dalam membuat rubrik-ruprik penilaian pada umunya dalam membuat rubrik argumentasi yang perlu diperhatikan adalah indikator-indikator pencapaian yang harus di capai oleh peserta didik namun harus tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi misalnya materi, karakteristik siswa, sarana serta prasarana dll. dalam pengembanagan rubrik argumentasi komponen indikator yang harus muncul dari siswa yaitu claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti. dari pengembangan rubrik ini dibutuhkan kreatifitas guru dalam merancang proses pembelajaran agar seluruh kemampuan dari argumentasi siswa dapat muncul.

    BalasHapus
  7. Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?

    Saya sependapat dengan saudari dian untuk mengukur keefektifan harus di uji cobakan terlebih dahulu dan di uji kevalidan nya.
    Rubrik harus mengacu pada landasan dasar argumentasi yg dapat dilihat dari lisan dan juga diberikan tes melihat dari aspek2 argumentasi yang sesuai dengan pengiatan yang siswa berikan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
      Saya sependapat dengan kak rahma,
      Untuk mengukur keefektifan harus di uji cobakan terlebih dahulu,
      Melakukan evaluasi melihat kesesuaian rubrik pada aspek argumentasi dengan KD dan indikator materi.

      Hapus
  8. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi yang baik dan benar ?

    menurut saya, dalam penusunan rubrik cukup dengan berpatokan pada poin utama dari penilaian argumentasi siapa yang kita pilih, kemudian kembangkan indikatornya. contohnya seperti penilaian argumentasi menurut taoulmin 2003 yaitu klaim, bukti dan penalaran.

    nah dalam argumentasi ilmiah klaim, bukti, dan penalaran yang kuat dan persuasif memiliki karakteristik tertentu, bisa dijadikan sebagai acuan indikator, yaitu sebagai berikut :
    a) Karakteristik klaim
    1) Jawaban dari pertanyaan yang diminta
    2) Berdiri sendiri dengan mengulang pertanyaan dalam
    kalimat lengkap
    3) Menjelaskan sebab dan akibat

    b) Karakteristik bukti
    1) Fakta yang ditemukan dalam analisis data
    2) Beberapa percobaan atau pengamatan dilaporkan dan
    dianalisis
    3) Bukti secara ilmiah benar dan sesuai dengan pertanyaan
    4) Cukup, lebih dari satu potongan bukti yang tepat

    c) Karakteristik penalaran
    1) Termasuk kosakata ilmu yang tepat atau secara istilah
    2) Sepenuhnya menjelaskan fakta-fakta ilmiah yang
    menghubungkan bukti dan klaim
    3) Jawaban mengapa dan/atau bagaimana pola bukti terjadi
    dan mendukung klaim

    kembangkan penilaian argumentasi yang saudari pilih dengan menggunakan acuan indikator seperti diatas dan sesuaikan dengan materi

    BalasHapus
  9. Apa saja yang menjadi kesulitan dalam penyusunan rubrik penilaian argumentasi ? Dan bagaimana solusinya ?
    yang menjadi kesulitan menurut saya membuat rubrik penilaian argumentasi yang diturunkan dari indikator, kemudian menentukan skor nilai pada soal berupa tes essay. solusinya harus membiasakan diri menyusun rubrik penilaian.

    BalasHapus