Rabu, 12 Desember 2018

Presentasi Inovasi Sintaks Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa


Model Pembelajaran Learning Cycle 5E

Learning cycle atau siklus belajar  adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan berperan aktif (Fajaroh, 2008).

Tahapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Tahapan belajar terdiri dari lima fase (5E) yang saling berhubungan satu sama lainnya, yaitu (Wena, 2009) :



a.       Fase Pembangkitan Minat (Engagement)
Tahap pembangkitan minat merupakan tahap awal dari siklus belajar. Pada tahap ini, guru berusaha membangkitkan dan mengembangkan minat dan keingintahuan siswa tentang topik yang akan diajarkan. Hal ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang proses faktual dalam kehidupan sehari-hari (yang berhubungan dengan topik bahasan). Dengan demikian, siswa akan memberikan respons/ jawaban, kemudian jawaban siswa tersebut dapat dijadikan pijakan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang pokok bahasan. Kemudian guru perlu melakukan identifikasi ada/ tidaknya kesalahan konsep pada siswa. Dalam hal ini guru harus membangun keterkaitan/ perikatan antara pengalaman keseharian siswa dengan topik yang akan dibahas.
b.      Fase Eksplorasi (Exploration)
Eksplorasi merupakan tahap kedua model siklus belajar. Pada tahap eksplorasi dibentuk kelompok-kelompok kecil antara 2-4 siswa, kemudian diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok kecil tanpa pembelajaran langsung dari guru. Dalam kelompok ini siswa didorong untuk menguji hipotesis dan atau membuat hipotesis baru, mencoba alternatif pemecahannya dengan teman sekelompok, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi. Pada tahap ini guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Pada dasarnya tujuan tahap ini adalah mengecek pengetahuan yang dimiliki siswa apakah sudah benar, masih salah, atau mungkin sebagian salah, sebagian benar.
c.       Fase Penjelasan (Explanation)
Penjelasan merupakan tahap ketiga siklus belajar. Pada tahap penjelasan, guru dituntut mendorong siswa untuk menjelaskan suatu konsep dengan kalimat/ pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi atas penjelasan siswa, dan saling mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa atau guru. Dengan adanya diskusi tersebut, guru memberi definisi dan penjelasan tentang konsep yang dibahas, dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi.
d.      Fase Elaborasi (Elaboration)
Elaborasi merupakan tahap keempat siklus belajar. Pada tahap elaborasi siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi baru atau konteks yang berbeda. Dengan demikian, siswa akan dapat belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan/ mengaplikasikan konsep yang baru dipelajarinya dalam situasi baru. Jika tahap ini dapat dirancang dengan baik oleh guru maka motivasi belajar siswa akan meningkat. Meningkatnya motivasi belajar siswa tentu dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa.
e.       Fase Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi merupakan tahap akhir dari siklus belajar. Pada tahap evaluasi, guru dapat mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam menerapkan konsep baru. Siswa dapat melakukan evaluasi diri dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan mencari jawaban yang menggunakan observasi, bukti, dan penjelasan yang diperoleh sebelumnya. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan guru sebagai bahan evaluasi tentang penerapan metode siklus belajar yang sedang diterapkan, apakah sudah berjalan dengan sangat baik, cukup baik, atau masih kurang. Demikian pula melalui evaluasi diri, siswa akan dapat mengetahui kekurangan atau kemajuan dalam proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

Menurut Fajaroh (2008), model pembelajaran learning cycle 5E memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.  Merangsang kembali siswa untuk mengingat kembali materi pelajaran yang telah mereka dapatkan sebelumnya.
2. Memberikan motivasi kepeda siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan menambah rasa keingintahuan.
3.     Melatih siswa belajar menemukan konsep melalui kegiatan eksperimen.
4.     Melatih siswa untuk menyampaikan secara lisan konsep yang telah mereka pelajari.
5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang telah dipelajari.

Adapun kekurangan penerapan model learning cycle yang harus selalu diantisipasi adalah sebagai berikut:
1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2.  Menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3.     Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi.
4.  Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.

Kemampuan Berpikir Kreatif
Munandar (2012) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. Berikut indikator penilaian berpikir kreatif beserta perilakunya.

1. Berpikir lancar (Fluency)
·     Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan
·     Arus pemikiran lancar

2. Berpikir luwes (flexibility)
·      Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
·      Mampu mengubah cara atau pendekatan
·      Arah pemikiran yang berbeda

3. Berpikir orisinil (Originality)
·      Meberikan jawaban yang tidak lazim
·      Memberkan jawaban yang lain dari pada yang lain
·      Memberikan jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang

4. Berpikir terperinci (elaboration)
·      Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
·      Memperinci detail-detail
·      Memperluas suatu gagasan

Sintaks Inovasi yang saya buat
Materi              : Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Model              : Learning Cycle 5E


Model Konvensional (Learning Cycle 5E)
Inovasi Sintaks Model Learning Cycle 5E
Dampak Berpikir Kreatif
Pembangkitan Minat (engagement)
Orientasi
Guru membangkitkan minat dan keingintahuan siswa
Guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran
-
Guru mengajukan pertanyaan tentang proses actual dalam kehidupan sehari-hari (yang berhubungan dengan topik pembahasan)
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan sebelumnya yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit dan non elektrolit. “ketika tangan kita basah atau berkeringat memegang stock kontak listrik maka tangan kita akan tersentrum, mengapa demikian?”
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru mengaitkan topik yang dibahas dengan pengalaman siswa, mendorong siswa untuk mengingat pengalaman sehari-harinya dan menunjukkan keterkaitannya dengan topik pembelajaran yang dibahas.
Pembangkitan Minat (engagement)
Menggali pengetahuan dasar siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi siswa agar memiliki rasa ingintahu yang tinggi serta mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka berdasarkan kehidupan sehari-hari
(berpikir luwes)
   Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru dan siswa bertukar ide tentang konsep baru yang akan dipelajari yaitu materi larutan elektrolit dan non elektrolit
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

      (berpikir orisinil)
     Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain. 

Eksplorasi (exploration)
Eksplorasi (exploration)
Guru membentuk kelompok, memberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok kecil secara mandiri
Membagi siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang heterogen
-
Dalam kelompoknya siswa mengamati bahan-bahan kimia yang akan dipakai untuk percobaan .
-
Guru berperan sebagai fasilitator
Guru memberikan LKPD dan memberikan penjelasan prosedur praktikum
-
Mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
Guru membimbing dan memotivasi siswa untuk membuat hipotesis awal dan melakukan uji hipotesis melalui praktikum
· (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Meminta bukti dan klarifikasi penjelasan siswa, mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa
Guru membantu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman konsep, keterampilan proses, atau perilaku yang seharusnya siswa lakukan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

   (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain

Memberi definisi dan penjelasan dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar berdiskusi
Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi
(berpikir terperinci)
Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Penjelasan (explanation)
Penjelasan (explanation)
Mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
Guru membimbing siswa melakukan diskusi kelompok tentang praktikum larutan elektrolit dan non elektrolit
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Meminta bukti dan klarifikasi penjelasan siswa
Mendorong dan membimbing siswa untuk menjelaskan konsep yang didapat dari hasil diskusi dengan kalimat sendiri
·  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

(berpikir terperinci)
  Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa atau guru
Meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan siswa dan saling mendengar secara kritis penjelasan antar siswa atau guru
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain
Memandu diskusi
Guru memberikan penjelasan tentang konsep yang dibahas dengan menggunakan penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi
(berpikir terperinci)
Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Pengayaan (elaboration)
Pengayaan (elaboration)
Mengingatkan siswa pada penjelasan alternative dan mempertimbangkan data/bukti saat mereka mengeksplorasi situasi baru
Guru memberikan suatu permasalahan baru yang penyelesaiannya identik
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

Mendorong dan memfasilitasi siswa mengaplikasikan konsep/keterampilan dalam setting yang baru/lain
Guru membimbing dan memfasilitasi siswa untuk memecahkan permasalahan yang diberikan dengan menggunakan konsep dan keterampilan yang baru didapat
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Evaluasi (evaluation)
Refleksi (reflection)
Mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam hal penerapan konsep baru

Mengarahkan siswa untuk melakukan refleksi diri melalui self-evaluation terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lakukan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Mendorong siswa melakukan evaluasi diri
Mendorong siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
Evaluasi (evaluation)
Guru mengevaluasi kemajuan belajar siswa dan mereview hasil kerja siswa pada saat diskusi dan memberikan beberapa pertanyaan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru memberikan penguatan konsep terhadap siswa atas pemecahan masalah yang baru ditemukan
-
      Mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas akhir berupa soal essay yang diberikan
(berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain
Mengawasi siswa selama proses pengerjaan soal
-
Mendorong siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
-
Permasalahan :
1. Apakah inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
2. Apakah sudah cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan berpikir kreatif yang diharapkan ?
3. Apa pendapat dan saran kalian terhadap inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang sudah saya buat ?

13 komentar:

  1. Model Learning Cycle 5E terdiri dari lima fase yaitu Engagement (menarik perhatian siswa), Exploration (melakukan eksplorasi), Explanation (memberikan penjelasan), Elaboration (memperluas konsep), Evaluation (melakukan evaluasi) (Bybee et al.,2006). Aktivitas dalam tahap-tahap tersebut berpotensi membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan Abad 21 (Bybee, 2009), keterampilan tersebut termasuk juga berpikir kreatif.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab pertanyaan fero, yakni Apakah sudah cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan berpikir kreatif yang diharapkan ?
    menurut saya materi elektrolit itu kan dekat dengan kehidupan sehari-hari dan masalah yang berkaitan dengan elektrolit mudah dicari, jadi model ini mungkin akan cocok, namun mungkin dari hasil modifikasi ini tidak terlihat jelas adalnya proses literasi siswa baik ke big data, teknologi maupun humanis. jika siswa dibebaskan berliterasi maka akan sangat mudah memunculkan pemikiran kreatif yang sebelumnya tidak terpikirkan/muncul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapata saudari rini,
      Dilihat dari indikator2 berpikir kreatif lagi dimana siswa yang harus berpikir yang di lihat dari literasi siswa,


      Siswa bisa menghasilkan pemikiran2 barUK yang tidak org lain pikirkan.

      Hapus
    2. saya setuju dengan pendapat kakak kaka sekalian, bahwa penggunaan aspek berpikir kreatif harus dibarengi dengan literasi baik teknologi maupun humanis

      Hapus
  3. menurut saya inovasi sintak yang dibuat duah dapat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa dapa dllihat dari pertanyaan awal pembelajaran dan adanya kegitan siswa dalam membuat hipotesis, diskusi kelompok serta memecahkan masalah dengan pengetahuan yang baru diperolehnya. sedikit saran juga pada bagian evaluasi akan lebih baik jika guru membimbing siswa dalam menyimpulkan pembelajarannya sendiri bukan hanya memberikan penguatan konsep terhadap siswa atas pemecahan masalah yang baru ditemukan agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan kk fira. Bahwa pada bagian evaluasi akan lebih baik jika guru membimbing siswa dalam menyimpulkan pembelajarannya sendiri bukan hanya memberikan penguatan konsep terhadap siswa atas pemecahan masalah yang baru ditemukan agar pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Dan juga unntuk langkah2 nya harus di perjelas lagi agar kemampuan brrpikir kreatif nya itu benar benar nampak. Karena disini mnurut saya blm terlalu jelas.

      Hapus
  4. Saya setuju dengan pendapat fira, dimana sudah dapat memunculkan berfikir kreatif bisa dilihat saat menanyakan permasalahan dimana sudah mengarah kepada analisis, evaluasi dan mencipta disini permasalahannya sudah mengarahkan siswa untuk berfikir bervariasi dan kretaif dalam memecahkan masalah karena gagasan yang timbul bervariasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
      Menurut sya cocok karna saudari telah memadukan antara inovasi yg dibuat dengan kemampuan berpikir kreatif dan menyesuaikan dengan karakteristik materi.

      Hapus
  5. Menurut saya inovasi sintaks yang dibuat kak fero sudah dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa bisa dilihat pada tahap guru menanyakan permasalahan kepada siswa kemudian adanya kegitan siswa dalam membuat hipotesis, diskusi kelompok serta memecahkan masalah dengan pengetahuan yang baru diperolehnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan rini bahwa inovasi sintaks yang dibuat fero sudah dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa bisa dilihat pada tahap guru menanyakan permasalahan kepada siswa kemudian adanya kegitan siswa dalam membuat hipotesis, diskusi kelompok serta memecahkan masalah dengan pengetahuan baru

      Hapus
  6. Menurut saya inovasi yang fero buat sudah bagus, dan untuk inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang telah fero buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa karena banyak dari sintaks yang diinovasikan, walaupun tidak semua aspek berpikir kreatif dapat ditimbulkan.

    BalasHapus
  7. hasil modifikasi sintaks ini sudah cukup baik, namun hasil modifikasi ini tidak terlihat jelas adalnya proses literasi siswa baik ke big data, teknologi maupun humanis. untuk pengaruhnya terhadap berfikir kreatif, saya rasa sudah muncul. namun tidak semua aspek berfikir kreatif dapat ditimbulkan.

    BalasHapus
  8. Menurut saya pada inovasi yang fero buat belum nampak jelas literasi nya atau belum banyak kegiatan literasi yang muncul, padahal materi dan inovasinya sudah cocok

    BalasHapus