Kamis, 06 Desember 2018

Presentasi Inovasi Sintaks Model Pembelajaran PJBL dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif


A.   Definisi Model Project Based Learning
             
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang diorientasikan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan belajar para siswa melalui serangkaian kegiatan merencanakan, melaksanakan penelitian, dan menghasilkan produk tertentu yang dibingkai dalam satu wadah berupa proyek pembelajaran (Abidin, 2013:169). Namun menurut Wena (2011:145) pembelajaran berbasis proyek adalah sebuat model pembelajaran yang inovatif, dan lebih menekankan pada belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Model pembelajar berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang secara langsung melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan sebuah proyek pembelajaran, serta dalam pembelajaran berbasis proyek ini menekankan aktivitas siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang bersifat open-ended dan mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk menghasilkan sebuah produk otentik.

B.   Sintak Model Project Based Learning

Menurut Daryanto, (2011:27-28), langkah-langkah Project Based Learning adalah sebagai berikut:

1. Penentuan pertanyaan mendasar (staert with the essential question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topic yang sesuai dengan realitas dunianyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.

2. Mendesain perencanaan proyek (design a plan for the project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

3. Menyusun jadwal (create a schedule)
Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
a. Membuat timeline untuk menyelesaikan proyek
b. Membuat deadline menyelesaikan proyek
c. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru
d. Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek
e. Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

4. Monitor peserta didik dan pengajuan proyek (monitor the students and the progress of the project)
Pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek.

5. Menguji hasil (assessthe outcorne)
Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran perikutnya.

6. Mengevaluasi pengalaman (evaluate the experience)
Pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

C.   Kemampuan Berpikir Kreatif

Munandar (2012) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. Berikut indikator penilaian berpikir kreatif beserta perilakunya.

1. Berpikir lancar (Fluency)
·                     Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan
·                     Arus pemikiran lancar

2. Berpikir luwes (flexibility)
·                     Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
·                     Mampu mengubah cara atau pendekatan
·                     Arah pemikiran yang berbeda

3. Berpikir orisinil (Originality)
·                     Meberikan jawaban yang tidak lazim
·                     Memberkan jawaban yang lain dari pada yang lain
·                     Memberikan jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang

4. Berpikir terperinci (elaboration)
·                     Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
·                     Memperinci detail-detail
·                     Memperluas suatu gagasan

Sintaks Inovasi yang saya buat

Materi              : Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Model              : Project Based Learning (PJBL) 
Pertemuan       : Ke-1

Model Konvensional
(Model PJBL)
Inovasi Sintaks Model PJBL
Dampak Kemampuan Berpikir Kreatif
Menentukan Pertanyaan Mendasar
Orientasi Masalah
-Guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran
-Guru mengkondisikan siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
-
-Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
-Menggali pengetahuan dasar siswa tentang materi larutan elektrolit dan non elektrolit dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi siswa agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka. “ketika tangan kita basah atau berkeringat memegang stock kontak listrik maka tangan kita akan tersentrum, mengapa demikian?”
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

Guru memberikan stimulasi berupa penayangan video
Mendorong siswa untuk membuat keterkaitan antara persoalan yang diajukan dengan materi yang akan dipelajari.
(aspek berpikir luwes)
Siswa dapat menjawab persoalan berdasarkan sudut pandang yang berbeda
Guru memberikan soal atau masalah yang berhubungan dengan pembelajaran
Mendesain Perencanaan Proyek
Pemodelan (Modelling)
Guru meminta siswa duduk dalam kelompok yang telah dibagi sebelumnya
Membagi kelompok diskusi yang heterogen
-
Guru mengarahkan siswa untuk membuat sebuah proyek yang dapat menyelesaikan permasalahan yang telah dikemukakan
Mempersilahkan untuk bergabung Bersama kelompoknya masing-masing
-
Guru membimbing siswa dalam membuat langkah kerja sebuah proyek yang akan dilaksanakan
Memberikan LKPD berbasis proyek materi larutan elektrolit dan non elektrolit kepada masing-masing kelompok.
-
Menyusun Jadwal
Mendesain Perencanaan Proyek
Guru meminta siswa untuk membuat timeline untuk menyelesaikan sebuah proyek
Guru mengarahkan siswa untuk merancang membuat sebuah proyek dan bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan yang telah dikemukakan.
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru meminta siswa membuat deadline menyelesaikan sebuah proyek
Guru membimbing siswa dalam membuat langkah kerja sebuah proyek yang akan dilaksanakan sesuai dengan lembar kerja proyek yang telah diberikan
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru meminta siswa untuk membuat penjelasan tentang pemilihan suatu cara penyelesaian sebuah proyek
Memonitor Peserta Didik dan Pengajuan Proyek
Menyusun Jadwal dan Memonitor Siswa
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam pelaksanaan sebuah proyek dan pengumpulan data
Guru meminta siswa untuk membuat timeline untuk menyelesaikan proyek
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail
Siswa memperluas suatu gagasan
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan pertanyaan kepada siswa dalam menganalisis data
Guru meminta siswa membuat deadline menyelesaikan sebuah proyek
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail
Siswa memperluas suatu gagasan
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh dari sebuah proyek yang dilakukan
Guru meminta siswa untuk membuat penjelasan tentang pemilihan suatu cara penyelesaian sebuah proyek
(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh dari sebuah proyek yang dilakukan.
(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Menguji Hasil
Menguji Hasil
Guru meminta siswa untuk mempersentasekan proyek yang telah dipersiapkan
Guru meminta siswa untuk mempersentasekan proyek yang telah dipersiapkan
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Guru meminta siswa untuk membuktikan sebuah proyek yang telah dibuat berdasarkan teori yang ada
Guru meminta siswa untuk membuktikan sebuah proyek yang telah dibuat berdasarkan teori yang ada
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan 

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru menilai siswa sejak perencanaan, penjadwalan, hingga menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh
Guru menilai siswa sejak perencanaan, penjadwalan, hingga menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh
-
Mengevaluasi Pengalaman
Mengevaluasi Pengalaman
Guru memberikan siswa refleksi hasil belajar dengan memberikan soal posttest
Guru mengevaluasi hasil belajar siswa
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dirumah berupa proyek pada pertemuan selanjutnya
siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan memperluas suatu gagasan
Guru meminta siswa untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan sebuah proyek
-
-


Permasalahan :
1. Apakah inovasi sintaks model PJBL yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
2. Apakah sudah cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan berpikir kreatif yang diharapkan ?
3. Apa pendapat dan saran kalian terhadap inovasi sintaks model PJBL yang sudah saya buat?

13 komentar:

  1. Pembelajaran berbasis proyek
    berfokus pada konsep dan prinsip,
    memfasilitasi siswa untuk berinvestigasi, pemecahan masalah, tugas-tugas bermakna, berpusat pada siswa, serta menghasilkan produk nyata (Santyasa, 2006). Selain itu dengan melakukan proyek dapat membangun
    pengetahuan, keterampilan, kompleksitas, serta memungkinkan siswa untuk berpikir secara mendalam dan menganalisis topik yang
    memiliki makna bagi siswa (Klein et al,
    2009).
    Kegiatan proyek yang dilaksanakan
    siswa dapat menstimulus kemampuan berpikir
    kreatifnya. Seperti yang diungkapkan
    Munandar (2009) bahwa kreativitas
    didapatkan dari pengalaman mengekspresikan
    dan mengaktualisasikan indentitas individu
    dalam bentuk terpadu yang hubungannya
    dengan diri sendiri, alam dan orang lain.
    Pembelajaran berbasis proyek ini lebih
    memberikan pengalaman kepada siswa dalam menyusun perancangan proyek, menyusun bahan/alat dan jadwal yang akan dilaksanakan dan bagaimana siswa dapat menggambarkan proyek yang dihasilkan dalam berbagai bentuk yang berbeda seperti grafik, laporan atau video.

    BalasHapus
  2. menurut saya hasil modifikasi yang fero buat sudah cukup baik namun masih belum spesifik dan terperinci, selain tu, pada tahp terakhir merupakan tahapan dalam menyimpulkan maka dari itu sebaiknya pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk menyimpulkan secara individual/kelompok tentan apa yang sudah dipelajari hari ini, dan siswa diberikan soal latihan berupa permasalahan untuk melatih nalar siswa dalam berpikir kreatif sehingga materi tidakhanya menghasilkan karya tetapi penanaman konsep yang mendalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan kak Rini, yaitu "sudah cukup baik namun masih belum spesifik dan terperinci, selain tu, pada tahap terakhir merupakan tahapan dalam menyimpulkan maka dari itu sebaiknya pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk menyimpulkan secara individual/kelompok tentan apa yang sudah dipelajari hari ini, dan siswa diberikan soal latihan berupa permasalahan untuk melatih nalar siswa dalam berpikir kreatif sehingga materi tidakhanya menghasilkan karya tetapi penanaman konsep yang mendalam",
      disini Saya belum melihat tahapan penarikan kesimpulan yang dilakukan siswa dibantu oleh guru, untuk menyamakan konsep yang telah mereka terima.

      Hapus
    2. saya sependapat dengan saudara-saudara sekalian jika sintak yang dibuat masih belum spesifik dan terperinci, selain tu, pada tahap terakhir merupakan tahapan dalam menyimpulkan maka dari itu sebaiknya pada tahap ini siswa diberikan kesempatan untuk menyimpulkan secara individual/kelompok tentan apa yang sudah dipelajari hari ini, dan siswa diberikan soal latihan berupa permasalahan untuk melatih nalar siswa dalam berpikir kreatif sehingga materi tidakhanya menghasilkan karya tetapi penanaman konsep yang mendalam",

      Hapus
  3. Menurut saya inovasi yang fero buat sudah cukup baik, namun disini yang mengganjal bagi saya permasalahannya, sebaiknya permasalahan yang ditimbulkan selain dapat membuat siswa merasa termotivasi tapi juga harus menghasilkan suatu proyek yang bervariasi karena kalau tangan basah hanya menimbulkan satu proyek saja dan belum menimbulkan berfikir kreatif baru berfikir kritis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya saya setuju dgn kk fanny. Permasalahan nya harus umum dan bisa memiliki berbagai jawaban terbuka. sehingga siswa muncul kemampuan dalam berpikir. Dan juga proyek yg di buat tidak berdasarkan dri 1 mata pelajaran saja atau dri sudut pandang kimia saja

      Hapus
  4. inovasi sintaks yang dibuat fero sdh baik. saya menyarankan agar sintaks yang dibuat harus diperinci dibagian mana yang bisa meningkatkan berfikir kreatif. pada saat pengujian hasil, sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil proyeknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seoendapat dengan dani bahwa inovasi sintaks yang dibuat fero sdh baik. Namun sejedar saran agar sintaks yang dibuat harus diperinci dibagian mana yang bisa meningkatkan berfikir kreatif.

      Hapus
  5. Apakah inovasi sintaks model PJBL yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?

    Menurut saya sudah bepengaruh karena sudah membuat siswa bepikir kreatif yang mengarahkan siswa membuat suatu proyek yang akan di persentasikan ,

    Di tahap evaluasi sebaiknya siswa di berikan kesempatan untuk membuat kesimoulan sendiri dan sertakan soal essay agar siswa bisa lebih berpikir kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dalam soal.

    BalasHapus
  6. Apakah inovasi sintaks model PJBL yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
    sudah bepengaruh karena fero sudah membuat/mengarahkan siswa membuat suatu proyek.
    Inovasi sintaks model PjBl sudah bagus, saran saya, buat 2 kali pertemuan untuk lebih efektifnya pembalajaran menggunakan model PJBL.

    BalasHapus
  7. Menurut saya sintaks inovasi yg sudah saudari buat sudah cukup baik, hanya saja benar pendapat teman2 di atas bahwa memang seharusnya ditahap akhir ada kesempatan siswa yang menarik kesimpulan dan guru yang memmberikan penguatan atau meluruskan agar tidak terjadi miskonsepsi

    BalasHapus
  8. Menuru saya sudah berpengaruh penerapan model pjbl dengan kemampuan berpikir kreatif siswa karna definisi berpikir kreatif itu sendiri adalah kecerdasan yang berkembang dalam diri individu, dalam bentuk sikap, kebiasaan, dan tindakan dalam melahirkan sesuatu yang baru dan orisinal untuk memecahkan masalah. sedangkan pada model pjbl itu sendiri siswa dituntut unutk berinvestigasi dan menentukan suatu pemecahan masalah yang dihadapi. dan jika dilihat dari inovasi yang dibuat pada tahap inovasi yang dibuat "mendesain perencanaan proyek" Guru mengarahkan siswa untuk merancang membuat sebuah proyek dan bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan yang telah dikemukakan, nah disini sudah terlihat dampak berpikir kreatif nya yaitu Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan (berpikir lancar) dan Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam (berpikir luwes)

    BalasHapus
  9. menurut saya inovasi sintak pjbl yang dibuat sudah cocok untuk memunculkan kemampuan berpikir kreatif karena disini guru banyak membimbing dan mengarahkan serta meminta siswa dalam melakukan kegiatan proyeknya. selain itu pada sintak juga terdapat langkah Memberikan LKPD berbasis proyek materi larutan elektrolit dan non elektrolit kepada masing-masing kelompok. disini siswa akan terpancing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatifnya dalam mengisi LKPD tersebut dengan berdiskusi dengan kelompoknya.

    BalasHapus