Rabu, 12 Desember 2018

Presentasi Inovasi Sintaks Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa


Model Pembelajaran Learning Cycle 5E

Learning cycle atau siklus belajar  adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan berperan aktif (Fajaroh, 2008).

Tahapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Tahapan belajar terdiri dari lima fase (5E) yang saling berhubungan satu sama lainnya, yaitu (Wena, 2009) :



a.       Fase Pembangkitan Minat (Engagement)
Tahap pembangkitan minat merupakan tahap awal dari siklus belajar. Pada tahap ini, guru berusaha membangkitkan dan mengembangkan minat dan keingintahuan siswa tentang topik yang akan diajarkan. Hal ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang proses faktual dalam kehidupan sehari-hari (yang berhubungan dengan topik bahasan). Dengan demikian, siswa akan memberikan respons/ jawaban, kemudian jawaban siswa tersebut dapat dijadikan pijakan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang pokok bahasan. Kemudian guru perlu melakukan identifikasi ada/ tidaknya kesalahan konsep pada siswa. Dalam hal ini guru harus membangun keterkaitan/ perikatan antara pengalaman keseharian siswa dengan topik yang akan dibahas.
b.      Fase Eksplorasi (Exploration)
Eksplorasi merupakan tahap kedua model siklus belajar. Pada tahap eksplorasi dibentuk kelompok-kelompok kecil antara 2-4 siswa, kemudian diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok kecil tanpa pembelajaran langsung dari guru. Dalam kelompok ini siswa didorong untuk menguji hipotesis dan atau membuat hipotesis baru, mencoba alternatif pemecahannya dengan teman sekelompok, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi. Pada tahap ini guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Pada dasarnya tujuan tahap ini adalah mengecek pengetahuan yang dimiliki siswa apakah sudah benar, masih salah, atau mungkin sebagian salah, sebagian benar.
c.       Fase Penjelasan (Explanation)
Penjelasan merupakan tahap ketiga siklus belajar. Pada tahap penjelasan, guru dituntut mendorong siswa untuk menjelaskan suatu konsep dengan kalimat/ pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi atas penjelasan siswa, dan saling mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa atau guru. Dengan adanya diskusi tersebut, guru memberi definisi dan penjelasan tentang konsep yang dibahas, dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi.
d.      Fase Elaborasi (Elaboration)
Elaborasi merupakan tahap keempat siklus belajar. Pada tahap elaborasi siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi baru atau konteks yang berbeda. Dengan demikian, siswa akan dapat belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan/ mengaplikasikan konsep yang baru dipelajarinya dalam situasi baru. Jika tahap ini dapat dirancang dengan baik oleh guru maka motivasi belajar siswa akan meningkat. Meningkatnya motivasi belajar siswa tentu dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa.
e.       Fase Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi merupakan tahap akhir dari siklus belajar. Pada tahap evaluasi, guru dapat mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam menerapkan konsep baru. Siswa dapat melakukan evaluasi diri dengan mengajukan pertanyaan terbuka dan mencari jawaban yang menggunakan observasi, bukti, dan penjelasan yang diperoleh sebelumnya. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan guru sebagai bahan evaluasi tentang penerapan metode siklus belajar yang sedang diterapkan, apakah sudah berjalan dengan sangat baik, cukup baik, atau masih kurang. Demikian pula melalui evaluasi diri, siswa akan dapat mengetahui kekurangan atau kemajuan dalam proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

Menurut Fajaroh (2008), model pembelajaran learning cycle 5E memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.  Merangsang kembali siswa untuk mengingat kembali materi pelajaran yang telah mereka dapatkan sebelumnya.
2. Memberikan motivasi kepeda siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan menambah rasa keingintahuan.
3.     Melatih siswa belajar menemukan konsep melalui kegiatan eksperimen.
4.     Melatih siswa untuk menyampaikan secara lisan konsep yang telah mereka pelajari.
5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang telah dipelajari.

Adapun kekurangan penerapan model learning cycle yang harus selalu diantisipasi adalah sebagai berikut:
1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2.  Menuntut kesungguhan dan kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3.     Memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi.
4.  Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.

Kemampuan Berpikir Kreatif
Munandar (2012) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. Berikut indikator penilaian berpikir kreatif beserta perilakunya.

1. Berpikir lancar (Fluency)
·     Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan
·     Arus pemikiran lancar

2. Berpikir luwes (flexibility)
·      Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
·      Mampu mengubah cara atau pendekatan
·      Arah pemikiran yang berbeda

3. Berpikir orisinil (Originality)
·      Meberikan jawaban yang tidak lazim
·      Memberkan jawaban yang lain dari pada yang lain
·      Memberikan jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang

4. Berpikir terperinci (elaboration)
·      Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
·      Memperinci detail-detail
·      Memperluas suatu gagasan

Sintaks Inovasi yang saya buat
Materi              : Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Model              : Learning Cycle 5E


Model Konvensional (Learning Cycle 5E)
Inovasi Sintaks Model Learning Cycle 5E
Dampak Berpikir Kreatif
Pembangkitan Minat (engagement)
Orientasi
Guru membangkitkan minat dan keingintahuan siswa
Guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran
-
Guru mengajukan pertanyaan tentang proses actual dalam kehidupan sehari-hari (yang berhubungan dengan topik pembahasan)
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan sebelumnya yang berhubungan dengan materi larutan elektrolit dan non elektrolit. “ketika tangan kita basah atau berkeringat memegang stock kontak listrik maka tangan kita akan tersentrum, mengapa demikian?”
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru mengaitkan topik yang dibahas dengan pengalaman siswa, mendorong siswa untuk mengingat pengalaman sehari-harinya dan menunjukkan keterkaitannya dengan topik pembelajaran yang dibahas.
Pembangkitan Minat (engagement)
Menggali pengetahuan dasar siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi siswa agar memiliki rasa ingintahu yang tinggi serta mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka berdasarkan kehidupan sehari-hari
(berpikir luwes)
   Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru dan siswa bertukar ide tentang konsep baru yang akan dipelajari yaitu materi larutan elektrolit dan non elektrolit
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

      (berpikir orisinil)
     Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain. 

Eksplorasi (exploration)
Eksplorasi (exploration)
Guru membentuk kelompok, memberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok kecil secara mandiri
Membagi siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang heterogen
-
Dalam kelompoknya siswa mengamati bahan-bahan kimia yang akan dipakai untuk percobaan .
-
Guru berperan sebagai fasilitator
Guru memberikan LKPD dan memberikan penjelasan prosedur praktikum
-
Mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
Guru membimbing dan memotivasi siswa untuk membuat hipotesis awal dan melakukan uji hipotesis melalui praktikum
· (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Meminta bukti dan klarifikasi penjelasan siswa, mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa
Guru membantu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman konsep, keterampilan proses, atau perilaku yang seharusnya siswa lakukan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

   (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain

Memberi definisi dan penjelasan dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar berdiskusi
Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi
(berpikir terperinci)
Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Penjelasan (explanation)
Penjelasan (explanation)
Mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
Guru membimbing siswa melakukan diskusi kelompok tentang praktikum larutan elektrolit dan non elektrolit
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Meminta bukti dan klarifikasi penjelasan siswa
Mendorong dan membimbing siswa untuk menjelaskan konsep yang didapat dari hasil diskusi dengan kalimat sendiri
·  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

(berpikir terperinci)
  Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa atau guru
Meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan siswa dan saling mendengar secara kritis penjelasan antar siswa atau guru
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain
Memandu diskusi
Guru memberikan penjelasan tentang konsep yang dibahas dengan menggunakan penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi
(berpikir terperinci)
Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
Pengayaan (elaboration)
Pengayaan (elaboration)
Mengingatkan siswa pada penjelasan alternative dan mempertimbangkan data/bukti saat mereka mengeksplorasi situasi baru
Guru memberikan suatu permasalahan baru yang penyelesaiannya identik
  (berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

Mendorong dan memfasilitasi siswa mengaplikasikan konsep/keterampilan dalam setting yang baru/lain
Guru membimbing dan memfasilitasi siswa untuk memecahkan permasalahan yang diberikan dengan menggunakan konsep dan keterampilan yang baru didapat
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Evaluasi (evaluation)
Refleksi (reflection)
Mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam hal penerapan konsep baru

Mengarahkan siswa untuk melakukan refleksi diri melalui self-evaluation terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lakukan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Mendorong siswa melakukan evaluasi diri
Mendorong siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
Evaluasi (evaluation)
Guru mengevaluasi kemajuan belajar siswa dan mereview hasil kerja siswa pada saat diskusi dan memberikan beberapa pertanyaan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
Guru memberikan penguatan konsep terhadap siswa atas pemecahan masalah yang baru ditemukan
-
      Mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas akhir berupa soal essay yang diberikan
(berpikir lancar)
Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam

  (berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain
Mengawasi siswa selama proses pengerjaan soal
-
Mendorong siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
-
Permasalahan :
1. Apakah inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
2. Apakah sudah cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan berpikir kreatif yang diharapkan ?
3. Apa pendapat dan saran kalian terhadap inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang sudah saya buat ?

Kamis, 06 Desember 2018

Presentasi Inovasi Sintaks Model Pembelajaran PJBL dan Dampaknya terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif


A.   Definisi Model Project Based Learning
             
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang diorientasikan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan belajar para siswa melalui serangkaian kegiatan merencanakan, melaksanakan penelitian, dan menghasilkan produk tertentu yang dibingkai dalam satu wadah berupa proyek pembelajaran (Abidin, 2013:169). Namun menurut Wena (2011:145) pembelajaran berbasis proyek adalah sebuat model pembelajaran yang inovatif, dan lebih menekankan pada belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Model pembelajar berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang secara langsung melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan sebuah proyek pembelajaran, serta dalam pembelajaran berbasis proyek ini menekankan aktivitas siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang bersifat open-ended dan mengaplikasi pengetahuan mereka dalam mengerjakan sebuah proyek untuk menghasilkan sebuah produk otentik.

B.   Sintak Model Project Based Learning

Menurut Daryanto, (2011:27-28), langkah-langkah Project Based Learning adalah sebagai berikut:

1. Penentuan pertanyaan mendasar (staert with the essential question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topic yang sesuai dengan realitas dunianyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.

2. Mendesain perencanaan proyek (design a plan for the project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.

3. Menyusun jadwal (create a schedule)
Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
a. Membuat timeline untuk menyelesaikan proyek
b. Membuat deadline menyelesaikan proyek
c. Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru
d. Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek
e. Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

4. Monitor peserta didik dan pengajuan proyek (monitor the students and the progress of the project)
Pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek.

5. Menguji hasil (assessthe outcorne)
Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran perikutnya.

6. Mengevaluasi pengalaman (evaluate the experience)
Pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

C.   Kemampuan Berpikir Kreatif

Munandar (2012) berpendapat untuk mengetahui tingkat kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir kreatif. Berikut indikator penilaian berpikir kreatif beserta perilakunya.

1. Berpikir lancar (Fluency)
·                     Menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan
·                     Arus pemikiran lancar

2. Berpikir luwes (flexibility)
·                     Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
·                     Mampu mengubah cara atau pendekatan
·                     Arah pemikiran yang berbeda

3. Berpikir orisinil (Originality)
·                     Meberikan jawaban yang tidak lazim
·                     Memberkan jawaban yang lain dari pada yang lain
·                     Memberikan jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang

4. Berpikir terperinci (elaboration)
·                     Mengembangkan, menambah, memperkaya suatu gagasan
·                     Memperinci detail-detail
·                     Memperluas suatu gagasan

Sintaks Inovasi yang saya buat

Materi              : Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Model              : Project Based Learning (PJBL) 
Pertemuan       : Ke-1

Model Konvensional
(Model PJBL)
Inovasi Sintaks Model PJBL
Dampak Kemampuan Berpikir Kreatif
Menentukan Pertanyaan Mendasar
Orientasi Masalah
-Guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran
-Guru mengkondisikan siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
-
-Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
-Menggali pengetahuan dasar siswa tentang materi larutan elektrolit dan non elektrolit dan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi siswa agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka. “ketika tangan kita basah atau berkeringat memegang stock kontak listrik maka tangan kita akan tersentrum, mengapa demikian?”
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

Guru memberikan stimulasi berupa penayangan video
Mendorong siswa untuk membuat keterkaitan antara persoalan yang diajukan dengan materi yang akan dipelajari.
(aspek berpikir luwes)
Siswa dapat menjawab persoalan berdasarkan sudut pandang yang berbeda
Guru memberikan soal atau masalah yang berhubungan dengan pembelajaran
Mendesain Perencanaan Proyek
Pemodelan (Modelling)
Guru meminta siswa duduk dalam kelompok yang telah dibagi sebelumnya
Membagi kelompok diskusi yang heterogen
-
Guru mengarahkan siswa untuk membuat sebuah proyek yang dapat menyelesaikan permasalahan yang telah dikemukakan
Mempersilahkan untuk bergabung Bersama kelompoknya masing-masing
-
Guru membimbing siswa dalam membuat langkah kerja sebuah proyek yang akan dilaksanakan
Memberikan LKPD berbasis proyek materi larutan elektrolit dan non elektrolit kepada masing-masing kelompok.
-
Menyusun Jadwal
Mendesain Perencanaan Proyek
Guru meminta siswa untuk membuat timeline untuk menyelesaikan sebuah proyek
Guru mengarahkan siswa untuk merancang membuat sebuah proyek dan bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan yang telah dikemukakan.
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru meminta siswa membuat deadline menyelesaikan sebuah proyek
Guru membimbing siswa dalam membuat langkah kerja sebuah proyek yang akan dilaksanakan sesuai dengan lembar kerja proyek yang telah diberikan
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru meminta siswa untuk membuat penjelasan tentang pemilihan suatu cara penyelesaian sebuah proyek
Memonitor Peserta Didik dan Pengajuan Proyek
Menyusun Jadwal dan Memonitor Siswa
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam pelaksanaan sebuah proyek dan pengumpulan data
Guru meminta siswa untuk membuat timeline untuk menyelesaikan proyek
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail
Siswa memperluas suatu gagasan
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan pertanyaan kepada siswa dalam menganalisis data
Guru meminta siswa membuat deadline menyelesaikan sebuah proyek
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail
Siswa memperluas suatu gagasan
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh dari sebuah proyek yang dilakukan
Guru meminta siswa untuk membuat penjelasan tentang pemilihan suatu cara penyelesaian sebuah proyek
(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru melakukan monitoring dan pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada siswa dalam menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh dari sebuah proyek yang dilakukan.
(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Menguji Hasil
Menguji Hasil
Guru meminta siswa untuk mempersentasekan proyek yang telah dipersiapkan
Guru meminta siswa untuk mempersentasekan proyek yang telah dipersiapkan
(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Guru meminta siswa untuk membuktikan sebuah proyek yang telah dibuat berdasarkan teori yang ada
Guru meminta siswa untuk membuktikan sebuah proyek yang telah dibuat berdasarkan teori yang ada
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan 

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 
Guru menilai siswa sejak perencanaan, penjadwalan, hingga menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh
Guru menilai siswa sejak perencanaan, penjadwalan, hingga menyimpulkan pengetahuan yang diperoleh
-
Mengevaluasi Pengalaman
Mengevaluasi Pengalaman
Guru memberikan siswa refleksi hasil belajar dengan memberikan soal posttest
Guru mengevaluasi hasil belajar siswa
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan  memperluas suatu gagasan
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dirumah berupa proyek pada pertemuan selanjutnya
siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.
(berpikir lancar)
Siswa menghasilkan banyak gagasan/jawaban yang relevan

(berpikir luwes)
Siswa menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam 

(berpikir terperinci)
Siswa memperinci detail-detail dan memperluas suatu gagasan
Guru meminta siswa untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan sebuah proyek
-
-


Permasalahan :
1. Apakah inovasi sintaks model PJBL yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
2. Apakah sudah cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan berpikir kreatif yang diharapkan ?
3. Apa pendapat dan saran kalian terhadap inovasi sintaks model PJBL yang sudah saya buat?