Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Learning cycle atau siklus belajar adalah suatu model pembelajaran yang berpusat
pada siswa yang merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yang
diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai
kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan berperan
aktif (Fajaroh, 2008).
Tahapan
Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Tahapan belajar terdiri dari lima fase (5E) yang
saling berhubungan satu sama lainnya, yaitu (Wena, 2009) :
a. Fase
Pembangkitan Minat (Engagement)
Tahap pembangkitan minat merupakan tahap awal dari
siklus belajar. Pada tahap ini, guru berusaha membangkitkan dan mengembangkan
minat dan keingintahuan siswa tentang topik yang akan diajarkan. Hal ini
dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang proses faktual dalam
kehidupan sehari-hari (yang berhubungan dengan topik bahasan). Dengan demikian,
siswa akan memberikan respons/ jawaban, kemudian jawaban siswa tersebut dapat
dijadikan pijakan oleh guru untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang
pokok bahasan. Kemudian guru perlu melakukan identifikasi ada/ tidaknya
kesalahan konsep pada siswa. Dalam hal ini guru harus membangun keterkaitan/
perikatan antara pengalaman keseharian siswa dengan topik yang akan dibahas.
b. Fase Eksplorasi
(Exploration)
Eksplorasi merupakan tahap kedua model siklus belajar.
Pada tahap eksplorasi dibentuk kelompok-kelompok kecil antara 2-4 siswa,
kemudian diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok kecil tanpa
pembelajaran langsung dari guru. Dalam kelompok ini siswa didorong untuk
menguji hipotesis dan atau membuat hipotesis baru, mencoba alternatif
pemecahannya dengan teman sekelompok, melakukan dan mencatat pengamatan serta
ide-ide atau pendapat yang berkembang dalam diskusi. Pada tahap ini guru
berperan sebagai fasilitator dan motivator. Pada dasarnya tujuan tahap ini
adalah mengecek pengetahuan yang dimiliki siswa apakah sudah benar, masih
salah, atau mungkin sebagian salah, sebagian benar.
c. Fase
Penjelasan (Explanation)
Penjelasan merupakan tahap ketiga siklus belajar. Pada
tahap penjelasan, guru dituntut mendorong siswa untuk menjelaskan suatu konsep
dengan kalimat/ pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi atas
penjelasan siswa, dan saling mendengar secara kritis penjelasan antarsiswa atau
guru. Dengan adanya diskusi tersebut, guru memberi definisi dan penjelasan
tentang konsep yang dibahas, dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai
dasar diskusi.
d. Fase Elaborasi (Elaboration)
Elaborasi merupakan tahap keempat siklus belajar. Pada
tahap elaborasi siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari
dalam situasi baru atau konteks yang berbeda. Dengan demikian, siswa akan dapat
belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan/ mengaplikasikan konsep
yang baru dipelajarinya dalam situasi baru. Jika tahap ini dapat dirancang
dengan baik oleh guru maka motivasi belajar siswa akan meningkat. Meningkatnya
motivasi belajar siswa tentu dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa.
e. Fase
Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi merupakan tahap akhir dari siklus belajar.
Pada tahap evaluasi, guru dapat mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa
dalam menerapkan konsep baru. Siswa dapat melakukan evaluasi diri dengan
mengajukan pertanyaan terbuka dan mencari jawaban yang menggunakan observasi,
bukti, dan penjelasan yang diperoleh sebelumnya. Hasil evaluasi ini dapat
dijadikan guru sebagai bahan evaluasi tentang penerapan metode siklus belajar
yang sedang diterapkan, apakah sudah berjalan dengan sangat baik, cukup baik,
atau masih kurang. Demikian pula melalui evaluasi diri, siswa akan dapat
mengetahui kekurangan atau kemajuan dalam proses pembelajaran yang sudah
dilakukan.
Menurut Fajaroh (2008), model pembelajaran learning
cycle 5E memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1. Merangsang kembali siswa untuk mengingat kembali
materi pelajaran yang telah mereka dapatkan sebelumnya.
2. Memberikan motivasi kepeda siswa untuk lebih aktif
dalam pembelajaran dan menambah rasa keingintahuan.
3. Melatih siswa belajar menemukan konsep melalui
kegiatan eksperimen.
4. Melatih siswa untuk menyampaikan secara lisan konsep
yang telah mereka pelajari.
5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir,
mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang telah
dipelajari.
Adapun
kekurangan penerapan model learning cycle yang harus selalu
diantisipasi adalah sebagai berikut:
1. Efektifitas pembelajaran
rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2. Menuntut kesungguhan dan
kreativitas guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
3. Memerlukan pengelolaan kelas
yang lebih terencana dan terorganisasi.
4. Memerlukan waktu dan tenaga
yang lebih banyak dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran.
Kemampuan Berpikir
Kreatif
Munandar (2012) berpendapat untuk mengetahui tingkat
kekreatifan seseorang, perlu adanya penilaian terhadap kemampuan berpikir
kreatif. Berikut indikator penilaian berpikir kreatif beserta perilakunya.
1.
Berpikir lancar (Fluency)
· Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
· Arus
pemikiran lancar
2.
Berpikir luwes (flexibility)
· Menghasilkan
gagasan-gagasan yang beragam
· Mampu
mengubah cara atau pendekatan
· Arah
pemikiran yang berbeda
3.
Berpikir orisinil (Originality)
· Meberikan
jawaban yang tidak lazim
· Memberkan
jawaban yang lain dari pada yang lain
· Memberikan
jawaban yang jarang diberikan kebanyakan orang
4.
Berpikir terperinci (elaboration)
· Mengembangkan,
menambah, memperkaya suatu gagasan
· Memperinci
detail-detail
· Memperluas
suatu gagasan
Sintaks
Inovasi yang saya buat
Materi
: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Model
: Learning
Cycle 5E
Model Konvensional (Learning Cycle 5E)
|
Inovasi Sintaks Model Learning Cycle 5E
|
Dampak Berpikir Kreatif
|
Pembangkitan Minat (engagement)
|
Orientasi
|
|
Guru
membangkitkan minat dan keingintahuan siswa
|
Guru
mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran
|
-
|
Guru
mengajukan pertanyaan tentang proses actual dalam kehidupan sehari-hari (yang
berhubungan dengan topik pembahasan)
|
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan
beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan sebelumnya yang berhubungan dengan
materi larutan elektrolit dan non elektrolit. “ketika tangan kita basah atau
berkeringat memegang stock kontak listrik maka tangan kita akan tersentrum,
mengapa demikian?”
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Guru
mengaitkan topik yang dibahas dengan pengalaman siswa, mendorong siswa untuk
mengingat pengalaman sehari-harinya dan menunjukkan keterkaitannya dengan
topik pembelajaran yang dibahas.
|
||
Pembangkitan Minat (engagement)
|
||
Menggali
pengetahuan dasar siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang
memotivasi siswa agar memiliki rasa ingintahu yang tinggi serta mengajak
siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka
berdasarkan kehidupan sehari-hari
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
|
Guru dan
siswa bertukar ide tentang konsep baru yang akan dipelajari yaitu materi larutan
elektrolit dan non elektrolit
|
(berpikir lancar)
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(berpikir orisinil)
Memberikan jawaban yang lain dari pada
yang lain.
|
|
Eksplorasi (exploration)
|
Eksplorasi (exploration)
|
|
Guru membentuk
kelompok, memberi kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok kecil secara
mandiri
|
Membagi siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang
heterogen
|
-
|
Dalam
kelompoknya siswa mengamati bahan-bahan kimia yang akan dipakai untuk
percobaan .
|
-
|
|
Guru
berperan sebagai fasilitator
|
Guru
memberikan LKPD dan memberikan penjelasan prosedur praktikum
|
-
|
Mendorong
siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
|
Guru
membimbing dan memotivasi siswa untuk membuat hipotesis awal dan melakukan
uji hipotesis melalui praktikum
|
· (berpikir lancar)
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Meminta
bukti dan klarifikasi penjelasan siswa, mendengar secara kritis penjelasan
antarsiswa
|
Guru
membantu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman konsep, keterampilan
proses, atau perilaku yang seharusnya siswa lakukan
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(berpikir
orisinil)
Memberikan
jawaban yang lain dari pada yang lain
|
Memberi
definisi dan penjelasan dengan memakai penjelasan siswa terdahulu sebagai
dasar berdiskusi
|
Guru
memfasilitasi siswa untuk melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide
atau pendapat yang berkembang dalam diskusi
|
(berpikir terperinci)
Mengembangkan,
menambah, memperkaya suatu gagasan
|
Penjelasan (explanation)
|
Penjelasan (explanation)
|
|
Mendorong
siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri
|
Guru
membimbing siswa melakukan diskusi kelompok tentang praktikum larutan
elektrolit dan non elektrolit
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Meminta
bukti dan klarifikasi penjelasan siswa
|
Mendorong
dan membimbing siswa untuk menjelaskan konsep yang didapat dari hasil diskusi
dengan kalimat sendiri
|
· (berpikir orisinil)
Memberikan
jawaban yang lain dari pada yang lain
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(berpikir
terperinci)
Mengembangkan,
menambah, memperkaya suatu gagasan
|
Mendengar
secara kritis penjelasan antarsiswa atau guru
|
Meminta
bukti dan klarifikasi dari penjelasan siswa dan saling mendengar secara
kritis penjelasan antar siswa atau guru
|
(berpikir
lancar)
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(berpikir
orisinil)
Memberikan
jawaban yang lain dari pada yang lain
|
Memandu
diskusi
|
Guru
memberikan penjelasan tentang konsep yang dibahas dengan menggunakan
penjelasan siswa terdahulu sebagai dasar diskusi
|
(berpikir
terperinci)
Mengembangkan,
menambah, memperkaya suatu gagasan
|
Pengayaan (elaboration)
|
Pengayaan (elaboration)
|
|
Mengingatkan
siswa pada penjelasan alternative dan mempertimbangkan data/bukti saat mereka
mengeksplorasi situasi baru
|
Guru memberikan
suatu permasalahan baru yang penyelesaiannya identik
|
(berpikir
lancar)
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Mendorong
dan memfasilitasi siswa mengaplikasikan konsep/keterampilan dalam setting yang
baru/lain
|
Guru
membimbing dan memfasilitasi siswa untuk memecahkan permasalahan yang
diberikan dengan menggunakan konsep dan keterampilan yang baru didapat
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Evaluasi (evaluation)
|
Refleksi (reflection)
|
|
Mengamati
pengetahuan atau pemahaman siswa dalam hal penerapan konsep baru
|
Mengarahkan siswa untuk melakukan refleksi diri melalui self-evaluation
terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lakukan
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
Mendorong
siswa melakukan evaluasi diri
|
||
Mendorong
siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
|
||
Evaluasi (evaluation)
|
||
Guru
mengevaluasi kemajuan belajar siswa dan mereview hasil kerja siswa pada saat
diskusi dan memberikan beberapa pertanyaan
|
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
|
|
Guru
memberikan penguatan konsep terhadap siswa atas pemecahan masalah yang baru
ditemukan
|
-
|
|
Mengarahkan siswa
untuk mengerjakan tugas akhir berupa soal essay yang diberikan
|
(berpikir
lancar)
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan
(berpikir luwes)
Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam
(berpikir
orisinil)
Memberikan
jawaban yang lain dari pada yang lain
|
|
Mengawasi siswa selama proses pengerjaan soal
|
-
|
|
Mendorong
siswa memahami kekurangan/kelebihan nya dalam kegiatan pembelajaran
|
-
|
Permasalahan
:
1. Apakah inovasi sintaks
model Learning
Cycle 5E yang telah saya buat berpengaruh dengan kemampuan berpikir kreatif siswa ?
2. Apakah sudah
cocok materi yang saya gunakan dengan model pembelajaran dan dampak kemampuan
berpikir kreatif yang diharapkan ?
3. Apa pendapat dan saran kalian terhadap
inovasi sintaks model Learning Cycle 5E yang sudah saya buat ?

