Selasa, 19 Maret 2019

MATERI 7 : RUBRIK PENILAIAN OTENTIK KREATIVITAS SISWA


Menurut Downing kreativitas dapat didefinisikan sebagai “proses” untuk menghasilkan sesuatu yang baru dari elemen yang ada dengan menyusun kembali elemen tersebut. Menurut Torrance (dalam Munandar, 2012), “kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya”. Mulyadi (2004) seorang psikolog perkembangan anak mengatakan, kreativitas sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Kreativitas juga bisa diartikan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tumbuhnya Kreativitas
Kreativitas tidak saja bergantung kepada potensi bawaan yang khusus, tetapi juga pada perbedasan mekanisme mental yang menjadi sasaran untuk mengungkapkan sifat bawaan. Mekanisme bawaan ini dihasilkan oleh suatu tipe adaptasi awal. Jadi faktor-faktor yang mempengaruhi disini adalah:
·                     Dorongan, terlepas dari seberapa jauh potensi anak memenuhi standar orang dewasa, mereka harus didorong untuk kreatif dan bebas dari menentukan masa depannya sendiri.
·                     Sarana, harus disediakan untuk meransang melakukan eksprimen dan eksplorasi yang merupakan unsur penting dalam kreativitas.
·                     Lingkungan yang merangsang. Lingkungan keluarga dan sekolah harus merangsang kreativitas dengan memberi bimbingan dan dorongan untuk menggunakan sarana yang akan mendorong kreativitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin agar menjadikan remaja yang kreatif.
·                     Kesemapatan, untuk memperoleh pengetahuan agar dapat berkembang pikiran yang positif.
·                     Dari segi waktu, untuk menjadi kreatif harus diberi waktu dalam mengembangkan gagasan-gagasan yang ada pada remaja tersebut.
Ciri-Ciri Kreativitas
Menurut Davis (2012:259) ciri-ciri aptitude meliputi kelancaran, fleksibilitas, keaslian, dan elaborasi sedangkan ciri-ciri non-aptitude meliputi rasa ingin tahu,bersikap imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, sikap berani mengambil resiko. Berikut ciri-ciri aptitude dan non-aptitude serta penjelasannya.

1.   Ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif (aptitude)
a.                   Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan, ide, jawaban, penyelesaian masalah, atau pertanyaan, memberikan saran dan selalu memikirkan lebih dari satu kemungkinan penyelesaian
b.                  Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang bervariasi, mampu melihat masalah dari perspektif berbeda dan mampu mengubah pola pikir.
c.                   Keaslian atau Orisinalitas  adalah mampu melahirkan gagasan baru dan unik, mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian, mampu memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri.
d.                  Elaborasi adalah kemampuan untuk mengembangkan, memperbaiki, memperhalus, menyempurnakan, menerapkan ide sehingga menjadi lebih baik dan menarik dibandingkan sebelumnya.
    2.  Ciri-ciri afektif (non-aptitude)
a.   Rasa ingin tahu yaitu selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak, mengajukan banyak pertanyaan, selalu memperhatikan orang, objek, dan situasi serta peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui/meneliti.
b.  Imajinatif yaitu mampu membayangkan bahkan memperagakan hal-hal yang tidak atau belum pernah terjadi akan tetapi mengetahui perbedaan antara imajinasi dan kenyataan.
c.   Merasa tertantang yaitu mecari banyak kemungkinan,merasa terdorong untuk mengatasi masalah yang sulit, dan lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.
d.   Sikap berani mengambil resiko yaitu tidak takut gagal atau mendapat kritikan dan berani memberikan jawaban meskipun belum tentu benar dan teguh dalam mempertahankan pendapat.

Berikut adalah kisi-kisi aspek kreativitas:
Aspek Kreativitas
Indikator
Aptitude
1.    Keterampilan Berpikir Lancar
Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, saran dalam penyelesaian masalah
2.    Keterampilan berpikir luwes(fleksibilitas)
Menghasilkan gagasan yang bervariasi
Dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda
3.    Keterampilan berpikir orisinil(orisinalitas)
Mencetuskan masalah, gagasan atau hal-hal yang tidak terpikirkan orang lain
Menciptakan ide-ide atau hasil karya yang berbeda dan betul-betul baru
4.    Keterampilan berpikir detail (elaborasi)
Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain
Mengungkapkan cara kerja yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan
Membuat laporan dengan detail dan berbeda dari yang lain
 (untuk indikator ini lebih dijabarkan pada ranah psikomotor/melalui portofolio)
Non-aptitude
5.    Rasa ingin tahu
Keinginan untuk mencari tahu, mendalami pengetahuan lebih dalam
Mempertanyakan segala sesuatu
6.Bersikap merasa tertantang
Melibatkan diri dalam tugas yang diberikan
7.    Berani mengambil resiko
Percaya diri dalam mengerjakan sesuatu

Contoh Rubrik Penilaian Kreativitas
Tabel 1 Kisi-kisi Lembar Observasi Penilaian Berpikir Kreatif Siswa
Aspek
Indikator
Nomor Item
Aptitude
1.              Keterampilan Berpikir Lancar
Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, saran dalam penyelesaian masalah
1
2.    Keterampilan berpikir luwes
Dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda
2
Dapat menerapkan konsep, sifat, atau aturan dalam contoh pemecahan masalah
3
3.    Keterampilan berpikir orisinil
Mencetuskan masalah, gagasan atau hal-hal yang tidak terpikirkan orang lain
4
4.    Keterampilan berpikir detail (elaborasi)
Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain
5
Membuat laporan dengan detail dan berbeda
6
Non- Aptitude
5.    Rasa ingin tahu
Keinginan untuk mencari tahu, mendalami pengetahuan lebih dalam
7
6.    Bersikap merasa tertantang
Melibatkan diri dalam tugas yang diberikan
8

Contoh Penilaian Kreativitas Siswa dengan Mengguakan Lembar Observasi yang diamati secara langsung saat diskusi pembelajaran di kelas
No
Aspek
(tahapan)
Indikator
Kriteria
Nomor Siswa
1
2
3
4
5
1
Keterampilan berpikir lancar
Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, saran dalam penyelesaian masalah
Skor 4 jika siswa mencetuskan banyak gagasan, jawaban atau saran dengan lancar dan tepat
Skor 3 jika  siswa mencetuskan banyak gagasan, jawaban atau saran dengan lancar namun kurang tepat
Skor 2 jika siswa siswa mencetuskan banyak gagasan, jawaban atau saran dengan cukup lancar namun tidak tepat
Skor 1 jika siswa tidak mencetuskan banyak gagasan, jawaban atau saran
2



























Keterampilan berpikir luwes






















Dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda
Skor 4 jika siswa menganalisis permasalahan yang muncul dari fakta dan petunjuk yang diberikan guru
Skor 3 jika  siswa kurang menganalisis permasalahan yang muncul dari fakta dan petunjuk yang diberikan guru
Skor 2 jika siswa hanya menganalisis permasalahan yang muncul dari penjelasan guru saja atau dari fakta saja
Skor 1 jika siswa tidak menganalisis permasalahan yang muncul dari fakta dan petunjuk yang diberikan guru
Dapat menerapkan konsep, sifat, atau aturan dalam contoh pemecahan masalah

Skor 4 jika siswa dapat menerapkan konsep, sifat, atau aturan dalam praktikum guna memecahkan permasalahan dengan berbeda dan tepat
Skor 3 jika  siswa dapat menerapkan konsep, sifat, atau aturan dalam praktikum guna memecahkan permasalahan dengan berbeda namun kurang tepat
Skor 2 jika siswa dapat memecahkan permasalahan dengan berbeda namun tidak menerapkan konsep, sifat atau aturan dalam pelaksanaan praktikum
Skor 1 jika siswa tidak menerapkan konsep, sifat, atau aturan dalam praktikum guna memecahkan permasalahan
3













Keterampilan berpikir orisinil










Mencetuskan masalah, gagasan atau hal-hal yag tak terpikirkan orang lain
Skor 4 jika siswa mencetuskan masalah, gagasan atau hal yang berbeda dengan lancar dan tepat
Skor 3 jika  siswa mencetuskan masalah, gagasan atau hal yang berbeda dengan lancar namun kurang tepat
Skor 2 jika siswa mencetuskan masalah, gagasan atau hal yang berbeda dengan  tidak lancar dan  tidak tepat
Skor 1 jika siswa tidak mencetuskan masalah, gagasan atau hal yang berbeda
4














Keterampilan berpikir detail (elaborasi)












Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain
Skor 4 jika siswa mengembangkan gagasan dari guru/teman dengan tepat
Skor 3 jika  siswa mengembangkan gagasan dari guru/teman namun kurang tepat
Skor 2 jika siswa mengembangkan gagasan dari guru/teman namun tidak tepat
Skor 1 jika siswa tidak mengembangkan gagasan dari guru/teman
Membuat laporan dengan detail dan berbeda




Skor 4 jika siswa membuat laporan dengan lengkap dan rapi: dimulai dari permasalahan, teori, metode, hasil dan kesimpulan
Skor 3 jika  siswa membuat laporan dengan lengkap : dimulai dari permasalahan, teori, metode, hasil dan kesimpulan namun tidak rapi
Skor 2 jika siswa membuat laporan dengan tidak lengkap
Skor 1 jika siswa tidak membuat laporan
5












Rasa  ingin tahu







Keinginan untuk mencari tahu, mendalami pengetahuan lebih dalam
Skor 4 jika siswa menganalisis data menggunakan sumber internet, buku, bertanya pada guru/teman
Skor 3 jika  siswa menganalisis data menggunakan sumber internet dan buku
Skor 2 jika siswa menganalisis data dengan bertanya pada guru/teman
Skor 1 jika siswa tidak menganalisis data menggunakan sumber internet, buku, bertanya pada guru/teman
Mempertanyakan segala sesuatu
Skor 4 jika siswa bertanya dengan lancar dan sesuai materi
Skor 3 jika  siswa bertanya dengan lancar namun tidak sesuai dengan materi
Skor 2 jika siswa bertanya dengan tidak lancar dan tidak sesuai dengan materi
Skor 1 jika siswa tidak bertanya
6



Bersikap merasa tertantang

Melibatkan diri dalam tugas yang diberikan

Skor 4 jika siswa fokus dan tekun bekerja dalam menyelesaikan tugas/praktikum
Skor 3 jika  siswa rajin bekerja dalam menyelesaikan tugas/praktikum namun kurang fokus
Skor 2 jika siswa bekerja dalam menyelesaikan tugas/praktikum namun diingatkan terus menerus
Skor 1 jika siswa tidak bekerja dan harus diingatkan

Soal
Skor 0
Skor 1
Skor 2
Skor 3
Skor 4
Berdasarkan data hasil percobaan dibawah ini, mengapa ada bahan kimia yang menyebabkan bola lampu ada yang menyala dan tidak serta pengamatan pada electrode ada yang bergelembung atau tidak? Apa yang membuatnya demikian? Berikan alasan anda.
No.
Nama Bahan
Rumus Zat
Nyala Bola Lampu
Pengamatan pada elektrode
1.
Air Suling
H20
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
2.
Larutan asam klorida 1M
HCl
Menyala Terang
Banyak gelembung
3.
Larutan Natrium Hidroksida 1M
NaOH
Menyala Terang
Banyak gelembung
4.
Larutan gula 1M
C12H22O11
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
5.
Larutan etanol 70%
C2H5OH
Tidak Menyala
Tidak ada gelembung
6.
Larutan Natrium Klorida 1M
NaCl
Menyala Terang
Banyak gelembung
Tidak Menjawab
Memberikjawaban, namun tidak dengan konsep yang mendukung
Memberikjawaban, namun konsep yang mendukung tidak tepat
Memberikan jawaban, namun konsep yang mendukung kurang tepat
Memberikan jawaban dan relevan dengan konsep yang mendukung

·  Bahan kimia yang diujikan berupa larutan, dimana larutan itu adalah suatu zat yang dilarutkan dalam suatu pelarut.
·  Ada larutan yang dapat menyebabkan banyak gelembung pada elektroda dan lampu menjadi menyala terang, contoh: Larutan asam klorida 1M, Larutan Natrium Hidroksida 1M, Larutan Natrium Klorida 1M. Namun ada juga yang sebaliknya, contoh: Air suling, Larutan gula 1M, Larutan etanol 70%.
·  Menurut konsep yang dibaca, larutan yang dapat membuat lampu menjadi nyala terang (menghantarkan listrik) dan muncul banyak gelembung dikarenakan larutan tersebut dapat terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas contohnya Larutan Natrium Klorida 1M
NaCl(aq) ®Na+(aq) + Cl-(aq)
·   Selanjutnya larutan yang tidak dapat menimbulkan nyala lampu dan tidak terdapat gelembung pada elektroda dikarenakan larutan tidak memiliki ion-ion yang bergerak bebas contohnya Larutan gula 1M
C2H5OH(aq) ® 2C + 3H2 + ½O2
·   Oleh sebab itu larutan yang dapat terurai menjadi ion-ion (ion positif dan ion negative) maka dapat menghantarkan arus listrik dan menyebabkan lampu menyala terang dan banyak gelembung sedangkan larutan yang tidak memiliki ion-ion yang bergerak bebas maka tidak dapat menghantarkan arus listrik sehingga lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung
·      Pada suatu hari ibu sedang memasak di dapur, saat itu ibu baru saja memegang larutan garam dan saat ibu mematikan listrik, ibu sedikit terkena sengatan listrik.
·      Keesokan harinya ibu hanya memegang garam untuk dimasukkan kedalam sayuran saat mematikan lampu ibu tidak terkena sengatan.
Lantas apa yang membuat perbedaan itu terjadi, padahal ibu sama-sama memegang garam?
Tidak Menjawab
Memberikan jawaban, namun jawaban tidak dapat dipahami
Memberikan jawaban namun jawaban tidak terperinci dengan jelas
Memberikan jawaban namun jawaban kurang terperinci dengan jelas
Memberikan jawaban dan terperinci dengan jelas

·   Garam dapur memiliki rumus kimia NaCl
·   NaCl Larutan merupakan NaCl padat yang dilarutkan ke dalam suatu pelarut, Sedangkan NaCl padat bentuknya masih berupa padatan
·   NaCl larutan 1M dapat menimbulkan sengatan pada ibu sedangkan NaCl padat tidak dapat menimbulkan sengatan pada ibu
·   Larutan NaCl 1M dapat menimbulkan sengatan dikarenakan NaCl padat yang dilarutkan dalam air terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas dikarenakan jarak antar molekulnya yang renggang sehingga dapat menghantarkan listrik apabila dialiri listrik
·   Sedangkan NaCl Padat tidak menimbulkan sengatan karena senyawa elektrolit berwujud padat tidak menghantarkan arus listrik, karena tidak ada ion-ion yang bergerak bebas. Jarak antarmolekul atau ion NaCl padat sangat rapat dibandingkan NaCl Larutan sehingga apabila aliran listrik melewati ruang antarmolekul NaCl padat maka akan mengalami hambatan.
·   Oleh karena itu bentuk senyawa kimia mempengaruhi dapat tidaknya menghantarkan arus listrik
Permasalahannya :
1.      Apa saja yang menjadi kesulitan dalam penyusunan rubrik penilaian kreativitas ? Dan bagaimana solusinya ?
2.      Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian kreativitas ?
3.       Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penyusunan rubrik penilaian kreativitas yang baik dan benar ?